Ibrani 12:1-11
Latihan Disiplin Rohani
12:1 Karena
kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita
menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba
g dengan tekun h dalam perlombaan yang diwajibkan bagi
kita 1 . 12:2 Marilah
kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus 2 , i yang memimpin j kita dalam iman, dan yang membawa iman
kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan k tekun memikul salib l ganti sukacita yang disediakan bagi
Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. m 12:3 Ingatlah
selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap
diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah n dan putus asa. 12:4 Dalam
pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. o 12:5 Dan
sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada
anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan 3 , dan janganlah putus asa p apabila engkau diperingatkan-Nya; 12:6 karena
Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, q dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya
sebagai anak. r " 12:7 Jika
kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. s Di manakah terdapat anak yang tidak
dihajar oleh ayahnya? 12:8 Tetapi,
jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita t setiap orang, maka kamu bukanlah anak,
tetapi anak-anak gampang. 12:9
Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka
kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala
roh, u supaya kita boleh hidup? v 12:10 Sebab
mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka
anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh
bagian dalam kekudusan-Nya. w 12:11 Memang
tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi
dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai
x kepada mereka yang dilatih olehnya. ===============================================================
Film yang berjudul "Sepatu Dahlan" menceritakan masa kecil Dahlan Iskan. Meskipun berkekurangan, orang tua Dahlan mendidik anak-anaknya untuk disiplin. Pernah sepulang sekolah, Dahlan kepergok mencuri sebatang tebu di perkebunan negara. Walau hanya sebatang, Dahlan tetap dihukum dengan sabetan rotan oleh orang tuanya. Ayah Dahlan berkata: "Bapakmu memang miskin, tetapi itu tidak berarti anak Bapak boleh mencuri. Sekarang mencuri sedikit, lama-lama mencuri banyak, merugikan semua orang!" Sejak hari itu, Dahlan berhati-hati dalam bertindak.
Bapa surgawi juga menghendaki anak-anaknya dapat hidup disiplin dan bertanggung jawab dalam bertindak. Meskipun Allah itu kasih, namun Ia tidak pernah memanjakan anak-anak-Nya agar mereka dapat menjadi dewasa serupa Kristus. Sebab Kristus adalah teladan disiplin rohani bagi kita dalam melawan dosa. Kedisiplinan dan ketaatan Kristus kepada Bapa surgawi telah dibuktikan di kayu salib. Sedangkan pergumulan dan kesulitan kita melawan dosa belum sampai level mencucurkan darah (4). Memang harus diakui bahwa yang kita hadapi belum sebanding dengan penderitaan Kristus. Meskipun begitu, kita perlu belajar terus-menerus dari teladan Kristus.
Pengamsal menyerukan jangan sampai kita menolak didikan Tuhan dan jangan bosan atas peringatan-Nya (Ams. 3:11). Semuanya itu dilakukan Bapa untuk membangun kehidupan rohani yang disiplin. Jika Allah tidak mendidik umat-Nya, maka kita tidak dianggap sebagai anak, melainkan anak-anak gampang (8).
Disiplin rohani tidak hanya membimbing kita untuk dewasa, tetapi juga memuliakan Allah dan mengambil bagian dalam kekudusan-Nya (10). Proses pendisiplinan membutuhkan kerja keras, namun hasilnya adalah buah kebenaran dan damai sejahtera (11).
Berbahagialah kita yang dianggap anak oleh Allah. Sukacita dan damai sejahtera Allah akan memayungi hidup kita. Yakinlah bahwa disiplin Allah atas hidup kita akan membuat kita menjadi pribadi yang diperkenan-Nya. [PPH]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar