Rabu, 11 Maret 2020

Kabar Baik 14 Maret 2020 : PEKABARAN INJIL UNTUK SEMUA ORANG

PEKABARAN INJIL UNTUK SEMUA ORANG

Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.---Yohanes 12: 32.

"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Yoh. 4: 24). Di sini dinyatakan kebenaran yang sama yang telah dinyatakan oleh Yesus kepada Nikodemus ketika Ia berkata, "Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (Yoh. 3: 3). Bukannya oleh mencari sesuatu gunung yang suci atau sesuatu rumah ibadah yang suci maka manusia dibawa ke dalam persekutuan dengan surga. Agama tidak boleh dibatasi di dalam upacara secara lahir saja. Agama yang berasal dari pada Allah ialah satu-satunya agama yang akan menuntun kepada Allah. Untuk dapat berbakti kepada-Nya dengan benar, kita harus dilahirkan dari Roh Ilahi. Ini akan menyucikan hati serta memperbarui pikiran, memberikan kepada kita suatu kesanggupan yang baru untuk mengenal serta mengasihi Allah. Akan diberitakannya kepada kita sebuah penurutan sukarela kepada segala tuntutan-Nya. Inilah perbaktian yang benar. Itulah hasil kerja Roh Kudus. Oleh Roh setiap doa yang sungguh-sungguh disusun, dan doa semacam itu berkenan kepada Allah. Di mana saja suatu jiwa mencari Allah, nyatalah di sana pekerja Roh itu, dan Allah akan menyatakan diri-Nya kepada jiwa itu. Para penyembah yang demikianlah dicari Allah. Ia menanti hendak menerima mereka dan untuk menjadikan mereka anak-anak-Nya....

Undangan Injil itu tidak boleh dipersempit, dan disampaikan hanya kepada beberapa orang pilihan saja, yang menurut dugaan kita akan menghormati kita jika mereka menerimanya. Pekabaran itu wajib disampaikan kepada semua orang. Di mana saja hati terbuka untuk menerima kebenaran, Kristus bersedia untuk mengajar mereka. Ia menyatakan Bapa kepada mereka serta perbaktian yang berkenan kepada Dia yang membaca hati. Untuk orang-orang yang demikian Ia tidak menggunakan perumpamaan. Kepada mereka, seperti kepada wanita yang di sumur itu, Ia berkata, "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau" (Yoh. 4: 26).

Juruselamat tidak menunggu himpunan banyak orang berkumpul. Acapkali Ia memulai pengajaran-Nya dengan hanya beberapa orang berkumpul di sekeliling-Nya, tetapi seorang demi seorang yang lalu di tempat itu berhenti untuk mendengar, hingga suatu kumpulan besar mendengarkan Firman Allah yang diucapkan oleh Guru yang diutus dari surga itu dengan perasaan heran dan kagum. Pengerja Kristus sekali-kali jangan merasa bahwa ia tidak dapat berbicara dengan kesungguhan seperti itu kepada hanya sedikit pendengar seperti kepada kumpulan yang lebih besar, Mungkin hanya seorang yang mendengar pekabaran itu; tetapi siapakah yang dapat mengatakan berapa luasnya kelak pengaruhnya? Perihal Juruselamat menggunakan waktu-Nya bagi seorang wanita Samaria tampaknya seolah-olah suatu perkara yang kecil saja, bahkan bagi murid-murid-Nya sekalipun. Tetapi Ia berbicara dengan lebih sungguh-sungguh dan lebih fasih lagi dengan dia dari dengan raja-raja, anggota-anggota majelis, atau imam-imam besar. Pelajaran yang diberikan-Nya kepada wanita itu telah diulang-ulangi hingga ke ujung bumi yang terjauh sekalipun.

Tuhan Yesus memberkati.

Kamis, 05 Maret 2020

Kabar Baik 13 Maret 2020 : TIDAK ADA MAAF UNTUK BERBUAT DOSA


TIDAK ADA MAAF UNTUK BERBUAT DOSA

"Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."---Yohanes 8: 11.

Cita-cita Allah bagi anak-anak-Nya ialah lebih tinggi daripada apa yang dapat dicapai oleh pikiran manusia. "Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna." Perintah ini adalah suatu perjanjian. Rencana keselamatan bermaksud untuk melepaskan kita sepenuhnya dari kuasa Iblis. Kristus selalu memisahkan jiwa yang bertobat dari dosa. Ia datang untuk memusnahkan pekerjaan si jahat, dan Ia telah mengadakan ikhtiar agar Roh Kudus dicurahkan kepada tiap-tiap jiwa yang bertobat, untuk memelihara dia dari dosa.

Agen-agen Iblis janganlah dianggap sebagai maaf untuk suatu perbuatan yang salah. Iblis sangat gembira apabila didengarnya orang-orang yang mengaku pengikut Kristus mengadakan maaf untuk tabiat mereka yang bercela. Maaf inilah yang membawa ke dalam dosa. Tidak ada maaf untuk berdosa. Perangai yang suci, hidup seperti Kristus, dapat dicapai oleh setiap anak Allah yang bertobat dan percaya.

Bercita-cita menjadi seperti Kristus adalah patut menjadi sifat orang Kristen. Sebagaimana Anak Manusia sempurna di dalam hidup-Nya, demikian pula pengikut-pengikut-Nya sempurna di dalam hidup mereka. Yesus di dalam segala sesuatu dijadikan sama dengan saudara-saudara-Nya. Ia menjadi daging, sama seperti kita. Ia lapar, haus dan letih. Ia ditopang oleh makanan dan tidur yang segar. Ia turut merasai perasaan manusia; walaupun demikian Dia adalah Anak Allah yang tiada bercacat cela. Ia adalah Allah di dalam daging. Tabiat-Nya harus menjadi milik kita. Tuhan berkata kepada mereka yang percaya kepada-Nya. "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku." 2 Korintus 6: 16.

Kristus adalah anak tangga yang dilihat oleh Yakub, alasnya di bumi ini, dan ujungnya sampai di pintu surga, di ambang pintu kemuliaan. Jikalau tangga itu telah gagal oleh satu langkah mencapai bumi ini, sudah pasti kita hilang. Tetapi Kristus telah mendapatkan kita di mana kita berada. Ia telah mengambil sifat kita dan telah menang, agar kita oleh mengambil sifat-Nya dapat menang; Terbuat "serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa" (Roma 8: 3), Ia hidup tanpa dosa. Sekarang oleh Keilahian-Nya Ia berpegang pada takhta surga, sedangkan dengan kemanusiaan-Nya Ia datang kepada kita. Ia mengundang Kita melalui iman di dalam Dia untuk memperoleh kemuliaan sifat Allah.. Dengan demikian kita harus sempurna, sebagaimana "Bapamu yang di surga adalah sempurna"-

GBU

Kabar Baik 12 Maret 2020 : BAIK ATAU....

BAIK ATAU....

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.---Matius 12: 30.

Iblis terus-menerus berusaha mengalahkan umat Allah dengan menghancurkan tembok-tembok pemisah yang memisahkan mereka dari dunia ini. Israel kuno terbujuk melakukan dosa pada waktu mereka memberanikan diri mengadakan hubungan yang terlarang dengan bangsa-bangsa kafir. Dengan cara yang sama juga orang-orang Israel modern disesatkan. "...orang-orang yang tidak percaya yang pikirannya dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat adanya cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah" (2 Korintus 4:4). Semua yang bukan pengikut Kristus yang sejati adalah hamba-hamba Iblis. Dalam hati yang tidak dibarui terdapat kasih terhadap dosa, dan kecenderungan untuk membela dosa itu dan memaafkannya. Dalam hati yang sudah dibarui ada kebencian terhadap dosa dan tekad untuk melawan dosa itu. Bilamana orang Kristen memilih bergaul dengan orang-orang fasik dan orang-orang tidak percaya, mereka membukakan dirinya kepada pencobaan. Iblis menyembunyikan dirinya dari pandangan mereka, dan dengan diam-diam menutupi mata mereka dengan tipuan. Mereka tidak bisa melihat bahwa pergaulan seperti itu bisa mendatangkan bahaya. Dan sementara semua waktu digunakan untuk berbaur dengan dunia ini di dalam tabiat, perkataan dan tindakan atau perbuatan, maka mereka menjadi semakin dibutakan.

Persesuaian kepada kebiasaan-kebiasaan dunia membuat gereja bertobat kepada dunia, dan tidak akan pernah mempertobatkan dunia kepada Kristus. Keakraban dengan dosa pasti menyebabkan dosa itu tampak kurang menjijikkan. Ia yang memilih bergaul dengan hamba-hamba Iblis, akan segera kehilangan rasa takut kepada tuannya. Bilamana dalam tugas kita menghadapi pencobaan, sebagaimana Daniel di istana raja, kita boleh merasa pasti bahwa Allah melindungi kita. Tetapi jikalau kita menempatkan diri di bawah penggodaan, lambat atau cepat kita akan jatuh.

Penggoda itu sering bekerja dengan sangat berhasil melalui orang yang paling sedikit kita curigai, yang berada di bawah pengendalian Iblis. Pemilik talenta dan pendidikan dikagumi dan dihormati seolah-olah kemampuan ini dapat menggantikan ketidaktakutan kepada Allah, atau untuk menyanggupkan manusia berkenan kepada Allah. Bakat atau talenta dan pendidikan memang dianggap sebagai karunia Allah. Tetapi kalau karunia itu dibuat menggantikan kesalehan, bilamana kemampuan ini membuat orang jauh dari Allah yang seharusnya membawa orang lebih dekat kepada-Nya, maka bakat, talenta dan pendidikan itu akan menjadi kutuk dan jerat. Pendapat yang tersebar luas mengatakan bahwa semua yang tampak sopan atau kehalusan budi bahasa dan tingkah laku dalam berbabagai hal, berhubungan dengan Kristus. Ini dalah suatu kekeliruan besar. Sifat-sifat ini memang haruslah menjadi tabiat orang Kristen, karena akan mendatangkan pengaruh yang kuat bagi agama yang besar. Tetapi sifat-sifat itu haruslah diabdikan kepada Allah, atau kalau tidak, itu juga dapat menjadi alat ampuh bagi kejahatan.

GBU

Kabar Baik 11 Maret 2020 : ITU ADALAH PILIHANMU

ITU ADALAH PILIHANMU

Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.---Yosua 24: 15.

Setiap jiwa yang enggan menyerahkan dirinya kepada Allah adalah di bawah pengendalian kuasa yang lain. Ia bukanlah milik-Nya sendiri. Ia mungkin herbicara tentang kemerdekaan, tetapi ia berada dalam perhambaan yang paling hina. Ia tidak diperkenankan melihat keindahan kebenaran, karena pikirannya dikuasai setan. Meskipun ia memuji dirinya bahwa ia sedang mengikuti bisikan kalbu dari pertimbangannya sendiri, namun ia menaati kehendak putra kegelapan. Kristus datang untuk memutuskan belenggu perhambaan dosa dari jiwa. "Jikalau Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka." "Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut" (Yohanes 8: 36; Roma 8: 2).

Dalam pekerjaan penebusan tidak ada paksaan. Tidak ada paksaan yang digunakan dari luar. Di bawah pengaruh Roh Allah, manusia diberi kebebasan memilih siapa yang hendak dilayaninya. Dalam perubahan yang terjadi bila jiwa berserah kepada Kristus, terdapatlah rasa kebebasan yang paling tinggi. Pembuangan dosa adalah tindakan jiwa itu sendiri. Memang benar, kita tidak mempunyai kuasa untuk membebaskan diri dari pengendalian setan; tetapi bila kita ingin dibebaskan dari dosa, dan dalam keperluan kita yang besar berseru untuk mendapat kuasa di luar dan melebihi kuasa diri sendiri, maka kuasa jiwa dipenuhi dengan tenaga Ilahi dari Roh Kudus, dan mereka menaati bisikan dalam memenuhi kehendak Allah.

Satu-satunya keadaan yang memungkinkan kemerdekaan manusia ialah menjadi satu dengan Kristus. "Kebenaran itulah akan memerdekakan kamu," dan Kristus ialah kebenaran itu. Dosa dapat menang hanya oleh melemahkan pikiran, dan membinasakan kebebasan jiwa. Takluk kepada Allah ialah pemulihan kepada diri sendiri---kemuliaan sejati dan keluhuran manusia.. Hukum Ilahi, yang kepada-Nya kita harus takluk, adalah "hukum yang memerdekakan orang" (Yak. 2: 12).

Orang Farisi telah menyatakan diri sendiri sebagai anak-anak Abraham. Yesus mengatakan kepada mereka bahwa tuntutan ini dapat ditetapkan hanya oleh melakukan perbuatan Abraham. Anak-anak Abraham sejati mau hidup dalam penurutan kepada Allah sebagaimana halnya dengan Abraham. Mereka tidak akan berusaha membunuh Seorang yang sedang mengucapkan kebenaran yang diberikan kepada-Nya dari Allah. Dalam bersekongkol melawan Kristus, rabi-rabi tidak melakukan perbuatan Abraham. Hanya sekedar silsilah keturunan dari Abraham tidak ada nilainya. Tanpa suatu hubungan rohani dengan dia, yang akan dinyatakan dalam memiliki roh yang sama, dan melakukan perbuatan yang sama, mereka bukannya anak-anaknya.---

Gbu

Selasa, 03 Maret 2020

Kabar Baik 10 Maret 2020 : SEBAGAIMANA ADANYA KITA

SEBAGAIMANA ADANYA KITA

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat---Matius 11:28.

Sebagian orang merasa bahwa mereka harus lebih dulu dicoba, dan harus membuktikan kepada Tuhan bahwa mereka sudah dibarui sebelum mereka dapat menuntut berkat-Nya. Tetapi sekarang pun mereka dapat menuntut berkat Tuhan. Mereka harus mempunyai anugerah-Nya yakni Roh Kristus, untuk membantu kelemahan mereka itu, atau mereka sama sekali tidak dapat melawan kejahatan. Yesus ingin kita datang kepada-Nya sebagaimana adanya kita, dalam keadaan berdosa, tiada daya dan hanya bergantung pada-Nya. Kita dapat datang kepada-Nya dengan segala kelemahan dan kebodohan kita dalam keadaan kita yang penuh dosa, dan menyembah di kaki-Nya dengan pertobatan. Adalah mulia bagi-Nya merangkul kita dalam lengan kasih-Nya serta membebat luka-luka kita, membasuh kita dari segala kenajisan.

Di sinilah ribuan orang gagal: mereka tidak percaya bahwa Yesus mengampuni mereka secara pribadi, secara perseorangan. Mereka tidak percaya pada Firman Allah. Adalah merupakan kehormatan bagi semua orang yang memenuhi syarat-syarat itu mengetahui sendiri bahwa keampunan diberikan atas tiap-tiap dosa. Buanglah kecurigaan bahwa janji Allah itu bukan untukmu. Janji-janji itu diberikan kepada setiap orang yang berdosa dan bertobat. Kekuatan dan anugerah yang disediakan melalui Kristus akan disampaikan oleh malaikat-malaikat yang bertugas mengerjakannya bagi tiap-tiap jiwa yang percaya. Tidak ada orang yang begitu berdosa sehingga tidak mendapat kekuatan, kesucian dan kebenaran di dalam Yesus, yang telah mati bagi mereka. Yesus menanti hendak menanggalkan jubah mereka yang dinodai dosa lalu menggantikannya dengan jubah kebenaran yang putih; Dia inginkan mereka hidup bukannya mati.

Allah tidak memperlakukan kita sama seperti manusia fana memperlakukan sesamanya. Pikiran-Nya adalah pikiran kemurahan, kasih, dan penuh belas kasihan. Kata-Nya: "Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya, baiklah ia kembali kepada Tuhan, maka Dia akan mengasihaninya dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya." "Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin...Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau! (Yesaya 55: 7; 44: 22).

"Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH" (Yehezkiel 18: 32). Setan selalu siap merampas berkat janji-janji Allah. Dia ingin memadamkan setiap percikan pengharapan dan setiap sinar terang dari dalam jiwa; tetapi janganlah izinkan dia melakukan hal ini. Janganlah mendengar si penggoda, tetapi katakanlah begini: "Yesus telah mati supaya saya bisa hidup. Dia mengasihi saya, dan tidak ingin melihat saya binasa. Saya mempunyai Bapa di surga yang penuh belas kasihan"---

Tuhan Yesus memberkati.

Kabar Baik 9 Maret 2020 : DENGAN ANUGERAHNYA SAJA

DENGAN ANUGERAHNYA SAJA

"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."---2 Korintus 12:9.

Mustahil dengan kekuatan sendiri melarikan diri dari lubang dosa yang di dalamnya kita tenggelam. Hati kita jahat, kita tidak dapat mengubahnya. "Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorang pun tidak. "Karena keinginan daging adalah maut; tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera" (Ayub 14: 4; Roma 8: 6). Pendidikan, kebudayaan, penguasaan kehendak, usaha manusia, semuanya mempunyai kegunaannya masing-masing, tetapi di sini semua itu tidak berdaya sama sekali. Semua yang disebutkan di atas mungkin saja menghasilkan tabiat yang amat baik secara lahiriah, namun tidak dapat mengubah hati; tidak dapat membersihkan sumber kehidupan batin itu. Harus ada satu kuasa yang bekerja dari dalam, suatu kehidupan baru dari atas, sebelum manusia dapat diubahkan dari dosa kepada kekudusan. Kuasa itu ialah kuasa Kristus. Hanya anugerah-Nya saja yang dapat menghidupkan segala kuasa jiwa yang tiada berdaya itu, menariknya kepada Allah, kepada kekudusan.

Juruselamat berkata: "Jika seorang tidak dilahirkan kembali," kalau dia tidak menerima satu hati yang baru, kerinduan-kerinduan yang baru, maksud-maksud dan motif yang baru yang menuntun menuju kepada satu kehidupan baru, ia "tidak dapat melihat kerajaan Allah" (Yohanes 3: 3). Pikiran yang mengatakan bahwa satu-satunya yang perlu dipertumbulhkan ialah yang baik yang memang sudah ada di dalam diri manusia secara alamiah, adalah merupakan satu pikiran yang sesat dan amat berbahaya. "Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah satu kebodohan, dan ia tidak dapat memahaminya sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani" (1 Korintus 2: 14). "Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali" (Yohanes 3:7). Tentang Kristus tertulis sebagai berikut, "Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia"--satu-satunya nama yang dikaruniakan kepada manusia, yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Yohanes 1: 4; Kisah Para Rasul 4: 12).

Tidak cukup hanya sekadar mengerti kelembutan kasih Allah, melihat sifat kemurahan-Nya dan kelembutan seorang bapa. Tidak cukup hanya dengan mengenal hikmat dan keadilan hukum-Nya, melihat bahwa hukum itu didasarkan atas prinsip kasih yang abadi. Rasul Paulus melihat semuanya ini ketika dia berseru: "Aku menyetujui bahwa hukuman itu baik. Jadi, hukum Taurat adalah kudus dan perintah itu juga kudus, benar dan baik." "Bahkan ditambahkannya di dalam jeritan jiwa yang pedih dan dengan rasa putus asa, "Aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa", pedih dan dengan rasa putus asa, "Aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa" (Roma 7: 16, 12, 14). Dia merindukan kesucian dan kebenaran, hal mana dia sendiri tak berdaya memperolehnya, lalu berseru: "Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" (Roma 7: 24). Jeritan demikianlah yang keluar dari bibir orang-orang yang dibebanı dosa di segenap penjuru dunia, pada sepanjang zaman. Untuk semua ini hanya ada satu jawaban yakni: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1: 29).---

Tuhan Yesus memberkati.

Kabar Baik 8 Maret 2020 : KESEMPURNAAN

KESEMPURNAAN

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna---Matius 5:48.

Syarat hidup kekal itu sekarang sama juga dengan di Taman Eden--penurutan yang sempurna kepada hukum Tuhan, kebenaran yang sempurna. Jika hidup kekal diberikan dengan syarat yang kurang dari itu maka kebahagiaan semesta alam ini pun berada dalam bahaya. Jalan akan terbuka bagi dosa dengan segala derita dan sengsaranya, menjadi kekal selamanya..

Adalah mungkin bagi Adam sebelum berdosa, membentuk tabiat yang benar dengan penurutan kepada hukum Allah. Namun dia tidak berhasil melakukan ini, dan karena dosanya keadaan kita pun lemah sehingga kita tidak dapat membuat diri kita sendiri benar. Oleh karena kita penuh dosa dan najis, kita tidak dapat menurut hukum yang suci itu dengan sempurnanya. Kita tidak mempunyai kebenaran kita sendiri yang dapat memenuhi segala tuntutan hukum Allah itu. Tetapi Kristus telah menyediakan jalan kelepasan bagi kita. Dia hidup di dunia ini di tengah pencobaan dan godaan, sama seperti yang kita hadapi. Dia menghidupkan satu kehidupan tanpa dosa. Dia mati untuk kita, dan sekarang Dia mau mengangkat dosa-dosa kita lalu memberikan kebenaran-Nya pada kita. Jika Anda mau menyerahkan dirimu sendiri pada-Nya, lalu menerima Dia sebagai Juruselamatmu, kemudian, betapa besar pun dosa dalam hidupmu di masa lampau, dengan tabiat-Nya itu Anda dianggap benar. Sifat-sifat Kristus akan menggantikan tabiatmu, dan Anda diterima di hadapan Allah bagaikan seorang yang tidak pernah berdosa.

Lebih daripada ini, Kristus mengubah hati itu. Dia tinggal di dalam hatimu karena iman. Sepatutnya Anda memelihara hubungan dengan Kristus ini oleh iman serta penyerahan kehendak yang terus-menerus kepada-Nya; selama Anda melakukan hal ini, Dia akan bekerja di dalam dirimu dalam kehendak dan perbuatan sesuai dengan kehendak-Nya. Maka Anda pun dapat berkata: "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2: 20). Demikianlah Kristus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu, Dia yang akan berkata-kata di dalam dirimu" (Matius 10: 20). Kemudian dengan Kristus yang bekerja di dalam dirimu, Anda akan menunjukkan roh yang sama serta melakukan pekerjaan yang baik--pekerjaan kebenaran dan penurutan.

Itulah sebabnya tak satu pun dalam diri kita sendiri yang dapat disombongkan. Kita tidak mempunyai alasan untuk mengagung-agungkan diri sendiri. Satu-satunya dasar pengharapan kita ialah kebenaran Kristus yang dihisabkan kepada kita, yang ditempa oleh Roh Kudus-Nya yang bekerja di dalam dan melalui kita.---

Tuhan Yesus memberkati.

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...