Sabtu, 16 Desember 2017

Kabar Baik 17 Des 2017



Shalom.

Tujuan Tuhan dalam hidup kita terlihat dalam hati, pikiran, bakat, kepribadian dan pengalaman, mengabaikan tanda- tanda ini sama dengan mengabaikan rencanaNya.»IHT«

Yunus 1:17  Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Tuhan menciptakan kita pasti ada tujuanNya, jika kita lari dan keluar dari tujuan Tuhan, kita pasti akan berada dalam perut ikan, lama atau cepatnya kita berada dalam perut ikan tergantung pertobatan dan kesadaran kita.

Tanpa sadar kita sedang berada didalam perut ikan, kita tidak pernah bisa keluar dan terlepas dari dosa, kebiasaan buruk, kegagalan demi kegagalan, kita mual akan perjalanan hidup ini, rasanya begitu membosankan dan menjenuhkan.

Yunus 2:1  Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,
Yunus membuat reaksi positif dan cepat, Yunus sadar dia telah menyimpang dari tujuan Tuhan itu sebabnya dia hanya tiga hari berada diperut ikan, demikian pula kita...bila mau cepat ambil keputusan dan reaksi secepat mungkin, berdoalah kepada Tuhan agar Dia memuntahkan kita keluar dari segala keadaan yang begitu mengikat hidup kita.

Mengalirlah dalam indahnya tujuan dan rencana Tuhan, hidup kita pasti akan terasa indah penuh nikmat, damai sejahtera dan sukacita, hanya didalam Tuhan ada kemerdekaan

Bilangan 14:8  Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

Tuhan Yesus memberkati.

Rabu, 13 Desember 2017

Renungan Pagi 14 Des 2017 : Pendidikan di Surga



Pendidikan Di Surga

“Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang” (Maleakhi 4:2).

Ah, sukacita karena belajar – sungguh menyenangkan karena pikiran dikembangkan, mata terbuka, pandangan lebih jelas karena memperoleh pengetahuan. Memiliki kekayaan adalah keadaan yang membahagiakan. Meskipun memberikan pengaruh terhadap hidup, kekayaan sendiri tidak meningkatkan kecerdasan seseorang. Pernikahan adalah salah satu dari pengalaman hidup yang khusus, tetapi walaupun itu memberikan sukacita karena memiliki teman hidup dan menyelesaikan masalah sosial, itu tidak dengan sendirinya memperluas kapasitas mental seseorang.

Jadi belajar adalah kehidupan yang paling baik dan aktivitas yang menyenangkan. Selain pertobatan – keputusan dan menerima Kristus sebagai Tuhan – tidak ada pengalaman yang dapat dibandingkan dengan belajar.

Semua pendidikan, baik formal maupun informal, memperluas pemahaman seseorang terhadap sifat manusia, sejarah manusia dan seluruh bidang  di sekitar kita. Pendidikan yang sejati, bagaimanapun, tidak hanya menambah pengetahuan seseorang, tetapi juga meningkatkan kemampuan kita untuk mengatasi masalah hidup dan membawa kita semakin dekat kepada Tuhan, yang adalah sumber dari semua pengetahuan benar dan kepastian dari semua pengetahuan.

Baik surga dan bumi yang baru, pembelajaran kita akan kekal. Pikiran kita akan mampu berkembang tanpa batas, dan dalam lingkungan suci, menangkap dan mendaftarkan keajaiban ilmu pengetahuan dan kasih karunia yang tidak akhirnya. Setiap hari dan dalam segala hal kita akan terpengaruh oleh data baru yang akan memuaskan rasa ingin tahu kita dan menggetarkan jiwa kita.

Semua ini menjadi menarik dalam pernyataan yang menyatakan: “Surga adalah sebuah sekolah; bidang studynya, alam semesta; gurunya, Yang tak berkesudahan.” Di sana nanti, apabila kabut yang menyelubungi pemandangan kita telah disisihkan, mata kita kaan melihat keindahan dunia yang sekarang kita menangkapnya hanya sekilas melalui mikroskop; bilamana kita melihat kemuliaan langit, yang sekarang dapat diamati dari jauh dengan teleskop; bilamana kutuk dosa dihilangkan, maka seluruh bumi akan kelihatan di dalam “keindahan Tuhan Allah kita.”

Pada hari yang besar dan mulia dari pahala terakhir kita, kita akan melihat “di dalam semua benda-benda ciptaan ia dapat menemukan suatu tulisan tangan – dan alam semesta yang luas memandang nama Allah tertulis besar, dan tidak ada lagi tanda sisa dosa atau kejahatan di bumi atau di laut di langit” (Membina Pendidikan Sejati, hlm. 279, 281).

__._,_.___

Renungan Kristen : Jawaban Doa dari Allah



Daniel 9:20-27

9:20 Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku v  dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung w  kudus Allahku, 9:21 sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, x  dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban y  petang hari. 9:22 Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti. z  9:23 Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan a  keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. b  Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan c  itu! 9:24 Tujuh puluh kali tujuh masa 1  telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu d  yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan e  kesalahan, untuk mendatangkan keadilan f  yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus. 9:25 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, g  sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, h  seorang raja, i  ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa 2  lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. j  9:26 Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan k  seorang yang telah diurapi 3 , padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; l  dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, m  seperti yang telah ditetapkan. n  9:27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa 4 . Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan o  menimpa yang membinasakan 5  itu."
=========================================================================

Ketika seseorang ada di perantauan, terkadang muncul gejala yang disebut homesick (rasa rindu pada kampung halaman). Apalagi situasi di perantauan sedang tidak menyenangkan, maka kerinduan pada kampung halaman terasa menyesakkan dada. Gejala ini muncul pada diri Daniel yang rindu akan negerinya (Kerajaan Yehuda). Perasaan kangennya bercampur haru dalam doanya. Tidak lama kemudian malaikat Gabriel kembali menemui Daniel (21).

Sebagai utusan Allah, Gabriel datang untuk menyampaikan berita bahwa doa Daniel dikabulkan Allah. Ia akan menganugerahkan akal budi untuk mengerti kebijaksaan kepada Daniel (23). Sebagai orang yang dikasihi Allah, Daniel diminta untuk fokus pada firman dan penglihatan itu dengan saksama.

Dalam penglihatan itu, Daniel melihat deretan angka, yaitu: tujuh puluh kali tujuh masa (24), enam puluh dua kali tujuh masa (26), dan satu kali tujuh masa (27). Deretan angka tersebut menandakan peristiwa yang bakal terjadi pada Bait Allah. Ketiga peristiwa itu memperlihatkan kehancuran dan pemulihan Bait Allah di Yerusalem. Karena itu, Daniel merasa perlu untuk tetap berdoa kepada Allah. Doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh memampukannya menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya di negeri Babel. Melalui doanya, Daniel belajar mempertahankan iman karena ia yakin bahwa Tuhan senantiasa menjawab doanya.

Pada pasal sembilan ini, kita diajak untuk menghayati kehidupan doa bersama Allah. Dalam doa, umat menyatakan pengakuan dosanya. Pengakuan itu mendatangkan pemulihan Allah dan pembaruan hidup. Melalui doa, umat juga mendapat peneguhan Allah yang dinyatakan melalui kebenaran-Nya yang ada dalam Alkitab. Sebab itu, berdoa dan membaca Alkitab adalah tindakan konkret yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang percaya. Melalui doa dan membaca Alkitab, umat ditegur dan diingatkan untuk tidak hidup dalam dosa. Umat juga dikuatkan bahwa Allah yang penuh kasih dapat dijadikan batu sandaran yang kukuh. [WSP]

Kabar Baik 14 Des 2017



Shalom.
 

Ketika kita terluka, kita butuh kebenaran sederhana, bukannya menyederhanakan kebenaran, kita harus sungguh -sungguh berusaha untuk mencapai kebenaran.»IHT«

Kejadian 27:40  Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu." 

Begitu gampangnya kita terluka, bahkan ketika kita melihat keberuntungan dan kemujuran orang lain, refleksi sikap dan hati kita langsung berubah, sikap muak lalu menjauh dan tidak mau mendengar lagi, marah, kecewa, sedih, sesal karena kita tidak seberuntung orang itu dan banyak lagi yang tidak bisa diuraikan satu persatu.

Amsal 4:23  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 

Itu sebabnya Tuhan mengingatkan kita, agar menjaga hati, jika kita hidup dengan cara yang demikian kita pasti menjadi orang yang paling malang dan menderita didunia, sebab setiap hari kita pasti akan menyaksikan keberuntungan, keberhasilan dan kebahagiaan orang lain.

Kejadian 4:7  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

Kebenaran itu sederhana, asalkan kita memahami kebenaran sambil terus mengucap syukur maka kebenaran itu akan memerdekakan kita dari segala macam luka, dalam ucapan syukur kita bisa ikut menikmati keberuntungan dan kebahagiaan orang lain.

Hidup memang indah, Tuhan itu sangat baik dan luar biasa baiknya, Dia sudah memberkati kita semua, Dia memberikan matahari, bulan dan bintang, udara yang segar, kesempatan atau apa saja kepada kita semua. Immanuel.



Selasa, 12 Desember 2017

Renungan Kristen : Pengakuan Dosa



Daniel 9:1-14


9:1 Pada tahun pertama pemerintahan Darius, t  anak Ahasyweros, u  dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas kerajaan orang Kasdim, 9:2 pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh v  tahun 1 . 9:3 Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa w  dan mengenakan kain kabung serta abu. x  9:4 Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku y  dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah z  yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia a  terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! 9:5 Kami telah berbuat dosa 2  b  dan salah, c  kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang d  dari perintah dan peraturan-Mu, e  9:6 dan kami tidak taat f  kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, g  yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa h  kami dan kepada segenap rakyat negeri. 9:7 Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, i  tetapi patutlah kami malu j  seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang k  mereka oleh karena mereka berlaku murtad l  terhadap Engkau. m  9:8 Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. n  9:9 Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, o  walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, p  9:10 dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, q  hamba-hamba-Nya. 9:11 Segenap orang Israel telah melanggar r  hukum-Mu s  dan menyimpang karena tidak mendengarkan suara-Mu. Sebab itu telah dicurahkan ke atas kami kutuk t  dan sumpah, u  yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa v  terhadap Dia. 9:12 Dan telah ditetapkan-Nya w  firman-Nya, yang diucapkan-Nya terhadap kami dan terhadap orang-orang yang telah memerintah kami, yakni bahwa akan didatangkan-Nya kepada kami malapetaka x  yang besar, yang belum pernah terjadi di bawah semesta langit, seperti y  di Yerusalem. z  9:13 Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, a  Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran b  yang dari pada-Mu. 9:14 Sebab itu TUHAN bersiap dengan malapetaka c  itu dan mendatangkannya kepada kami; karena TUHAN, Allah kami, adalah adil dalam segala perbuatan yang dilakukan-Nya, d  tetapi kami tidak mendengarkan suara-Nya. e
==============================================================

Syarat utama untuk mendapatkan pengampunan adalah mengakui dosa. Pengakuan itu dilakukan dengan kesadaran dan kerelaan hati, dan bukan sekadar formalitas sehari-hari sebagai suatu kebiasaan belaka.

Setelah membaca dan memerhatikan dengan saksama semua kumpulan Kitab Nabi Yeremia (2), Daniel mengarahkan mukanya kepada Tuhan untuk berdoa dan bermohon. Ia menyadari betapa besarnya kesalahan yang diperbuat oleh bangsa Israel kepada Allah. Itu sebabnya ia berpuasa dengan mengenakan kain ungu dan mengaku dosanya (3). Selain itu, Daniel juga mewakili bangsanya meminta pengampunan di hadapan Allah. Ia percaya Allah yang Mahabesar dan dahsyat adalah Allah yang memegang perjanjian terhadap mereka yang mengasihi dan berpegang pada perintah-Nya (4).

Dalam doa pengakuan dosa, ada kata tunggal dan jamak yang dipakai Daniel ketika ia menaikkan doa di hadapan Allah. Kata ganti yang digunakannya bukan hanya aku, tetapi juga kami (5). Karena itu, pengakuan dosanya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk bangsanya. Hal ini terlihat dari istilah yang dipakai Daniel, seperti: raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, bapa-bapa kami, dan segenap rakyat kami (6).
Daniel sadar bahwa sebagai bagian sebuah bangsa, ia turut andil dalam tindakan keberdosaan. Dosa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi adalah mengabaikan perkataan para nabi yang telah memberikan nasihat atas nama Tuhan (5). Mereka juga melakukan pemberontakan kepada Tuhan (9). Karena itu, Daniel merasa malu dan prihatin atas kebebalan orang Israel (10-11). Adalah hal yang wajar apabila Tuhan menghukum mereka di tanah pembuangan sebagai bentuk keadilan-Nya (12-14).

Mengaku dosa merupakan tindakan yang benar di mata Allah, kalau hal itu dilakukan dengan kesadaran akal budi dan batiniah. Karena itulah Allah akan memberikan pengampunan. Maukah kita mengaku dosa dan berbalik kepada Allah dengan hidup kudus? [WSP]

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...