Jumat, 04 September 2020

Kabar Baik 9 Sep 2020 : SUKACITA SEJATI

Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah.---Mazmur 16: 11. 

  


Biarlah masing-masing memberikan kasih gantinya meminta. Tumbuhkanlah apa yang paling mulia dalam dirimu, dan cepatlah mengenal kualitas-kualitas yang baik dalam diri masing- masing. Kesadaran bahwa dirinya dihargai adalah perangsang dan kepuasan yang luar biasa. Simpati dan rasa hormat mendorong usaha mengejar kelebihan, dan cinta itu sendiri berkembang sementara itu merangsang kepada tujuan yang lebih mulia. 

  

Baik suami maupun istri tidak harus memadukan kepribadiannya satu sama lain. Masing-masing mempunyai hubungan pribadi dengan Allah. Kepada-Nya masing-masing harus bertanya, "Manakah yang benar?" "Manakah yang salah?" "Bagaimanakah saya bisa dengan sebaik-baiknya mencapai tujuan hidup?" Biarlah kekayaan kasih sayangmu mengalir kepada Dia yang telah menyerahkan nyawaNya bagimu. Jadikanlah Tuhan yang pertama dan terakhir dan yang terbaik dalam segala hal. Sementara kasihmu terhadap Dia semakin kuat dan mendalam, maka cintamu terhadap satu sama lain akan dimurnikan dan dikuatkan. 

  

Baik suami maupun istri jangan berusaha menguasai yang lain secara semena-mena. Janganlah mencoba memaksa yang lain untuk menyerah kepada keinginanmu. Engkau tak dapat melakukan ini sambil mempertahankan cinta kasih pasanganmu. Bersikaplah ramah, sabar, tabah, punya perasaan, dan sopan. Dengan rahmat Allah engkau dapat berhasil untuk membahagiakan satu dengan yang lain, sebagaimana dalam sumpah pernikahan itu engkau telah berjanji untuk melakukannya. 

  

Tetapi ingatlah bahwa kebahagiaan itu tidak diperoleh dengan hanya memikirkan diri sendiri saja, merasa puas dengan mencurahkan segenap kasih sayangmu kepada satu sama lain. Manfaatkan setiap kesempatan untuk membahagiakan orang-orang di sekitarmu. Ingatlah bahwa kebahagiaan sejati dapat diperoleh hanya dengan pelayanan yang tidak mementingkan diri. 

  

Ketabahan dan sifat tidak mementingkan diri sendiri menandai kata-kata dan tindakan semua orang yang menghidupkan kehidupan yang baru di dalam Tuhan. Sementara engkau berusaha menuruti kehidupan-Nya, berusahalah untuk mengalahkan diri dan kekikiran lalu melayani kebutuhan orang lain, maka engkau akan memperoleh kemenangan demi kemenangan. Dengan demikian pengaruhmu akan menjadi berkat bagi dunia ini. 

  

Pria dan wanita dapat mencapai maksud Allah bagi mereka kalau mereka mau menjadikan Tuhan sebagai penolong mereka. Apa yang tak dapat dilakukan oleh kebijaksanaan manusia, akan dilaksanakan oleh anugerah-Nya bagi mereka yang menyerahkan diri kepada-Nya dalam rasa kepercayaan berdasarkan kasih. Pemeliharaan-Nya dapat menyatukan kedua hati dalam ikatan yang berasal dari surga. Cinta bukan sekedar saling melontarkan kata-kata yang lembut dan pujian....Hati akan terikat kepada hati dengan benang-benang emas cinta yang tahan lama.

Tuhan Yesus memberkati.

Kabar Baik 8 Sep 2020 : ASAL MULA RUMAH TANGGA

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.---Kejadian 2: 15. 

  


Rumah tangga leluhur kita yang pertama di Taman Eden telah disediakan oleh Allah sendiri. Setelah diperlengkapi dengan segala sesuatu yang dapat diinginkan oleh manusia, Allah berfirman: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita''. 

  

Tuhan kita berkenan dengan makhluk-Nya yang terakhir dan yang termulia ini dan bermaksud supaya ia harus menjadi penduduk yang sempurna dari dunia yang sempurna. Tetapi bukanlah maksud-Nya supaya manusia itu kesunyian. Tuhan berfirman, "Tidak baik kalau manusia seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Allah sendirilah yang memberikan seorang teman kepada Adam. Allah menciptakan "seorang penolong yang sepadan dengan dia--seorang penolong yang sama dengan dia--seorang yang pantas menjadi teman, dan yang akan menjadi satu dengan dia dalam cinta dan kasih sayang. Hawa dijadikan dari tulang rusuk yang diambil dari Adam, mengartikan bahwa ia seharusnya tidak memerintah Adam sebagai kepala, atau pun tidak akan diinjak-injak di bawah kaki Adam sebagai bawahannya, melainkan berdampingan sebagai sesamanya, untuk dikasihi dan dilindungi. Bagian dari seorang manusia, tulang dari tulangnya, dan daging dari dagingnya, Hawa itulah dirinya yang kedua; menunjukkan persatuan yang erat dan perhubungan kasih sayang yang harus ada dalam perhubungan ini. "Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya." "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." 

  

Para bapa dan ibu yang menjadikan Allah yang utama dalam rumah tangga mereka, yang mengajarkan anak-anaknya bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan hikmat, memuliakan Allah di hadapan segala malaikat dan di hadapan manusia oleh menunjukkan kepada dunia satu keluarga yang teratur baik dan berdisiplin--suatu keluarga yang mengasihi dan menuruti Allah gantinya mendurhaka kepada-Nya. Kristus bukan orang asing dalam rumah tangga mereka; nama-Nya sudah menjadi nama keluarga itu, dihormati dan dimuliakan. Para malaikat bersuka dalam rumah tangga di mana pemerintahan Allah berkuasa sepenuhnya dan anak-anak diajar untuk menghormati agama, Alkitab, dan Khalik mereka. Keluarga-keluarga yang demikian dapat menuntut janji itu. "Sebab dari rumah yang demikian itulah bapa keluar untuk melakukan segala kewajibannya setiap hari, dengan suatu roh yang dilembutkan dan ditaklukkan oleh hubungannya dengan Allah." 

Tuhan Yesus memberkati.

Kabar Baik 7 Sep 2020 : MENINGKAT SEBAGAIMANA JEMAAT BERSATU

Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.---2 Petrus 3: 14. 

  


Tuhan ingin melihat pemberitaan pekabaran malaikat yang ketiga itu dijalankan dengan kemajuan yang bertambah-tambah. Sebagaimana Dia telah bekerja pada segala zaman memberikan kemenangan bagi umat-Nya, demikianlah juga pada zaman ini Dia rindu memberikan kegenapan yang gemilang akan rencana-Nya bagi jemaat-Nya. Dia menyuruh orang-orang kudus-Nya yang percaya supaya·maju dengan bersatu, maju dari kekuatan kepada kekuatan yang lebih besar, dari iman untuk meningkatkan kepastian dan keyakinan di dalam kebenaran dan keadilan pekerjaan-Nya. 

  

Kita harus berdiri teguh seperti batu karang terhadap prinsip-prinsip Firman Allah, serta mengingat bahwa Allah menyertai kita untuk memberikan kita kekuatan menghadapi setiap pengalaman yang baru. Hendaklah kita selalu mempertahankari prinsip-prinsip kebenaran di dalam hidup kita, agar kita dapat maju dari kekuatan kepada kekuatan di dalam nama Tuhan. Kita harus menjaga dengan penuh kesucian, iman yang sudah didukung oleh petunjuk dan pengesahan Roh Allah sejak pengalaman kita yang mula-mula hingga sekarang ini. Kita harus menjaga pekerjaan itu sama seperti benda yang berharga yang Allah telah jalankan melalui umat-Nya yang memelihara hukum-Nya, dan yang melalui kuasa kasih karunia-Nya, akan bertumbuh lebih kuat dan lebih berdaya guna sementara zaman berlalu. Seteru itu berusaha menggelapkan pengertian umat Allah dan melemahkan kesanggupannya; tetapi bila mereka mengikuti tuntutan Roh Allah, Dia akan membukakan pintu kesempatan di hadapan mereka untuk membangunkan tempat yang sudah lama rusak itu. Mereka akan mengalami pertumbuhan yang tetap hingga Tuhan turun dari surga dengan kuasa dan dengan kemuliaan besar untuk membubuhi meterai kemenangan-Nya yang terakhir pada pengikut-Nya yang setia. 

  

Pekerjaan yang terbentang di hadapan kita adalah satu pekerjaan yang akan mengerahkan segenap tenaga manusia. ltu akan memerlukan penggunaan iman yang kuat dan tetap waspada. Pada suatu ketika kesukaran yang akan kita hadapi akan sangat memilukan hati. Besarnya pekerjaan itu sendiri akan menekan kita. Tetapi oleh pertolongan Allah, umat- Nya pada akhirnya akan menang.---Selected Messages, buku 2, hlm. 407, 408. 

  

Saya sangat terharu melihat pemandangan yang baru-baru ini melintas dari hadapan saya pada waktu malam. Kelihatannya ada suatu pergerakan yang besar--pekerjaan pembaruan--melangkah maju di berbagai tempat. Anggota kita membentuk barisan, menyambut panggilan Allah.

Tuhan Yesus memberkati.

Kabar Baik 6 Sep 2020 : JUBAH UNTUK UMAT SISA

"Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?".---Wahyu 7: 13.. 

  


Umat Allah dalam banyak hal memang bersalah. Iblis mengetahui dosa-dosa orang yang dibujuk agar melakukannya, lalu dikemukakannya hal ini dengan membesar-besarkannya serta menyatakan: "Apakah Allah membuang aku dan para malaikatku dari hadirat-Nya, tetapi memberikan pahala bagi mereka yang melakukan dosa? Engkau tidak mungkin melakukan ini, ya Tuhan, di dalam keadilan. Takhta-Mu berdiri teguh dalam kebenaran dan keadilan. Keadilan menuntut hukuman dijatuhkan ke atas mereka itu:" 

  

Tetapi walaupun pengikut Kristus berdosa, mereka tidak menyerah kepada kuasa kejahatan. Mereka telah membuang dosa-dosanya, dan mencari Tuhan di dalam kerendahan hati dan dengan hati yang hancur, dan lagi pula Jurudamai Ilahi itu memohon demi mereka. Dia yang paling dihinakan oleh sikap mereka yang tidak bersyukur, yang mengetahui dosa mereka, dan juga pertobatan mereka yang menyatakan: "Tuhan kiranya menghardik engkau, hai Iblis! Aku telah menyerahkan hidup-Ku bagi jiwa-jiwa ini. Mereka itu telah diukir pada telapak tangan-Ku".. 

  

Sementara umat Allah merasa terbebani di hadapan-Nya, memohonkan kesucian hati, perintah diberikan, "Tanggalkanlah pakaian kotor itu" dari mereka, lalu kata-kata yang menguatkan diucapkan. "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta." Jubah kebenaran Kristus yang tidak bercacat itu dikenakan kepada anak-anak Allah yang terkena cobaan, yang digoda, tetapi tetap setia. Umat yang sisa yang dihina itu disalut pakaian kemuliaan, yang tidak akan pernah lagi dinajiskan oleh kejahatan dunia. Nama mereka itu tetap ada di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu, dituliskan di antara nama orang yang setia sepanjang zaman.. Mereka telah melawan tipu daya penipu itu; mereka tidak undur dari kesetiaan oleh kemarahan naga itu. Sekarang mereka sudah rasa aman untuk selama-lamanya dari muslihat penggoda itu, dosa-dosa mereka sudah dipindahkan kepada sumber dosa itu. 

  

Oleh karena itu umat yang sisa bukan hanya diampuni dan diterima, melainkan juga dihormati. Suatu serban suci dikenakan pada kepala mereka. Mereka itu akan jadi raja dan imam bagi Allah. Sementara Iblis mendesakkan tuduhannya serta berusaha membinasakan kelompok ini, malaikat suci yang tidak kelihatan hilir mudik, serta memeteraikan mereka dengan meterai Allah yang hidup itu. Inilah mereka yang berdiri di atas Gunung Sion beserta Anak Domba itu, serta beroleh nama Bapa tertulis pada dahinya. Mereka menyanyikan nyanyian yang baru di hadapan takhta itu, nyanyian yang tidak dapat dipelajari oleh orang kecuali oleh seratus empat puluh empat ribu itu, yang sudah ditebus dari bumi.

Tuhan Yesus memberkati.

Kabar Baik 5 Sep 2020 : MASA DEPAN YANG PENUH BADAI

Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.---Wahyu 13: 12. 

  


Khayal Zakharia mengenai Yosua dan malaikat itu diterapkan dengan lebih tegas kepada pengalaman umat Allah pada penutupan hari pendamaian yang besar. Jemaat yang sisa akan menghadapi pencobaan dan kesusahan yang besar. Mereka yang memelihara hukum Allah dan beriman pada Yesus akan merasakan murka naga dan bala tentaranya itu. Iblis menganggap dunia ini sebagai rakyatnya, dia sudah menguasai jemaat yang murtad; tetapi di sinilah suatu kelompok kecil yang melawan kebesarannya. Jika dia dapat menghapuskan mereka itu dari permukaan bumi, maka kemenangannya akan lengkap. Sama seperti dia memengaruhi bang-sabangsa kafir menghancurkan bangsa Israel, demikianlah dalam waktu yang dekat dia akan membangunkan kuasa kejahatan dunia untuk membinasakan umat Allah. Semua orang akan dituntut menurut undang-undang buatan manusia yang bertentangan dengan hukum Ilahi. Mereka yang akan tetap setia kepada Allah dan kepada tugasnya akan diancam, dicaci, dan dibuang. Mereka akan "dikhianati baik oleh orang tua, maupun saudara-saudara, dan oleh keluarga, dan sahabatnya." 

  

Satu-satunya, pengharapan mereka ialah pada rahmat Allah, satu-satunya pertahanan mereka ialah doa. Sama seperti Yosua memohon di hadapan malaikat itu, demikianlah jemaat yang sisa, dengan hati yang remuk dan iman yang tekun, memohon keampunan dan kelepasan melalui Yesus Jurudamai mereka. Mereka sungguh menyadari betapa jahatnya hidup mereka, mereka melihat kelemahan dan ketidaklayakan mereka, dan sementara mereka memandangi diri, mereka hampir putus harap. Penggoda itu siap menuduh mereka, sama seperti dia siap menuduh Yosua. Dia menunjukkan pakaiannya yang kotor, kelemahan tabiatnya. Dia menghadapkan kelemahan dan kesalahan mereka, dosa karena tidak bersyukur, keadaan mereka yang tidak sama dengan Kristus, yang sudah menghina Penebus mereka itu. Dia berusaha menakut-nakuti manusia dengan perasaan bahwa keadaan mereka itu tidak dapat diharapkan lagi, bahwa kenajisan dosa mereka itu takkan pernah terhapuskan. Dia mengharap dengan jalan demikian akan merusak iman mereka sehingga mereka menyerah kepada pencobaannya, meninggalkan kesetiaannya terhadap Allah, lalu menerima tanda binatang itu. 

  

Iblis mempertahankan tuduhannya terhadap mereka itu di hadapan Allah, serta menyatakan bahwa mereka tidak berhak lagi mendapat lindungan Allah karena dosa mereka itu, lalu menuntut haknya untuk membinasakan mereka sebagai pelanggar. Dia mengatakan bahwa sama seperti dia dibuang dari surga, maka mereka itu patutlah tidak beroleh kemurahan Allah. ''Apakah mereka ini," katanya,"orang-orang yang akan mengambil tempat saya di surga dan juga tempat malaikat yang menggabungkan diri dengan saya?"

Tuhan Yesus memberkati.

Kamis, 03 September 2020

Kabar Baik 4 Sep 2020 : SURGA KECIL DI BUMI

Kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.---Titus 2: 12. 

  


Kita harus membiarkan Kristus masuk ke dalam hati dan rumah tangga kita jika kita berjalan dalam terang. Rumah harus dibuat sesuai dengan arti kata itu.. Rumah harus menjadi surga kecil di bumi, tempat di mana kasih sayang dibina daripada ditindas secara terus-menerus. Kebahagiaan kita bergantung pada pemeliharaan kasih, simpati, dan kesopanan sejati satu sama lain. Alasan mengapa ada begitu banyak pria dan wanita yang keras kepala di dunia kita adalah karena kasih sayang sejati telah dianggap sebagai kelemahan dan telah putus asa dan ditekan. Bagian yang lebih baik dari sifat orang-orang kelas ini telah diselewengkan dan dikerdilkan di masa kanak-kanak, maka kecuali sinar cahaya Ilahi dapat melenyapkan kedinginan dan keegoisan mereka, kebahagiaan seperti itu terkubur selamanya. Jika kita memiliki hati yang lembut, seperti yang Yesus miliki ketika Dia ada di atas bumi, dan simpati yang disucikan, seperti yang dimiliki para malaikat untuk manusia berdosa, kita harus memupuk simpati seperti anak kecil, yaitu kesederhanaan. Kemudian kita akan disempurnakan, ditinggikan, dan diarahkan oleh prinsip-prinsip surgawi. 

  

Kecerdasan yang dibudidayakan adalah harta yang besar; tetapi tanpa pengaruh simpati kelembutan dan kasih yang disucikan, itu bukan nilai tertinggi. Kita harus memiliki kata-kata dan perbuatan pertimbangan yang lembut untuk orang lain. Kita dapat memanifestasikan seribu perhatian kecil dalam kata-kata ramah dan terlihat menyenangkan, yang akan tercermin pada kita lagi. Orang-orang Kristen yang tak beriman dimanifestasikan oleh pengabaian mereka terhadap orang lain bahwa mereka tidak bersekutu dengan Kristus. Tidak mungkin bersekutu dengan Kristus namun bersikap tidak ramah kepada orang lain dan melupakan hak-hak mereka. Banyak yang rindu akan simpati yang ramah. Tuhan telah memberikan kita masing-masing identitas kita sendiri, yang tidak dapat digabung dengan orang lain; tetapi karakteristik individual kita akan jauh lebih tidak menonjol jika kita menjadi milik Kristus dan kehendak-Nya menjadi milik kita. Hidup kita harus ditahbiskan untuk kebaikan dan kebahagiaan orang lain, seperti Juruselamat kita. Kita harus melupakan diri sendiri, selalu mencari peluang, bahkan dalam hal-hal kecil, untuk menunjukkan rasa terima kasih atas bantuan yang kita terima dari orang lain, dan mengawasi peluang untuk menghibur orang lain serta meringankan kesedihan dan beban mereka dengan tindakan kebaikan yang lembut dan perbuatan kasih. Sambutan penuh perhatian ini, yang, dimulai di keluarga kita, meluas di luar lingkaran keluarga, membantu menutupi kebahagiaan hidup; dan pengabaian hal-hal kecil ini akan menambah kepahitan dan kesedihan hidup.


Tuhan Yesus memberkati.

Kabar Baik 3 Sep 2020 : Lingkungan Keluarga

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.---Kejadian 2:24. 

  


Ada suatu lingkungan yang suci yang mengelilingi setiap keluarga dan perlu dipelihara. Tidak ada orang lain yang berhak di dalam lingkungan yang suci tersebut. Suami istri harus menyimpan rahasia yang ada dari suaminya dan tidak boleh orang lain mengetahuinya, dan seharusnya suami menyimpan rahasia yang ada dari istri dan tidak boleh memberitahukan kepada orang lain. Hati istrinya harus menjadi kuburan (tempat menyimpan) bagi segala kesalahan suami, dan hati suami harus menjadi kuburan (suatu tempat menyimpan) bagi segala kesalahan istrinya. Janganlah ada salah satu dari antara mereka yang memanjakan diri dengan perkataan jenaka yang menyakiti perasaan yang lain. Dengan cara bagaimanapun baik suami maupun istri tidak boleh mengeluh tentang satu sama lain kepada orang-orang lain, biarpun dengan cara main-main, karena seringkali jenaka yang tidak berbahaya itu akan berakhir dengan pencobaan bagi masing-masing dan mungkin akan mendatangkan kerenggangan. Telah ditunjukkan kepada saya bahwa seharusnyalah ada perlindungan yang suci mengelilingi setiap keluarga. 

  

Lingkungan keluarga harus dipandang sebagai suatu tempat yang suci, suatu lambang surga, sebuah kaca di mana akan membayangkan diri kita. Kita boleh mempunyai sahabat-sahabat dan kenalan, tetapi di dalam kehidupan rumah tangga, sekali-kali mereka tidak boleh turut campur. Suatu perasaan memiliki yang kuat harus dirasakan, memberikan suatu perasaan bebas, keteduhan, dan kepercayaan. 

  

Biarlah orang-orang membuat lingkaran doa keluarga agar Allah menyucikan lidah, telinga, mata, dan setiap anggota tubuh mereka. Bilamana bersentuhan dengan kejahatan, tidak perlu dikalahkan oleh kejahatan itu. Kristus telah memungkinkan untuk menjadikan tabiat membaur semerbak dengan kebaikan. 

  

Betapa banyaknya orang yang menghina Kristus serta salah menggambarkan tabiat-Nya dalam lingkungan keluarga! Alangkah banyaknya orang yang tidak dapat menunjukkan kesabaran, pengendalian, pengampunan dan cinta yang benar! Banyak orang yang mempunyai kesukaan dan kebencian serta merasa bebas untuk menyatakan tingkah laku mereka yang berlawanan, gantinya menyatakan kemauan, perbuatan dan tabiat Kristus. Kehidupan Yesus penuh dengan kemurahan dan cinta. Adakah kita bertumbuh ke dalam sifat-Nya yang Ilahi itu? 

  

Biarlah para bapa dan ibu mengadakan janji yang tekun kepada Allah, yang mereka akui mengasihi dan setia, agar oleh rahmat-Nya mereka tidak akan berbantah antara diri mereka sendiri, melainkan di dalam hidup dan tingkah laku mereka akan menyatakan roh kerukunan sehingga anak-anak mereka juga menghargainya.


Tuhan Yesus memberkati.

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...