Jumat, 05 April 2019

Kabar Baik 6 April 2019



Shalom.
 
Tidak ada korelasi antara ukuran dan signifikansi dalam pelayanan, semuanya sama penting sebab besar maupun kecil semuanya sangat dibutuhkan untuk saling berfungsi.

1 Korintus 12:27  Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 

Sebagai anggota tubuh Kristus kita semua terhubung sebagai keluarga untuk memenuhi panggilan Allah untuk melayani orang percaya lainnya dalam gerejaNya.

Efesus 2:10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Saat ini ada ribuan gereja lokal yang sedang sekarat, karena anggota gerejanya tidak mau melayani, mereka hanya duduk di tribun penonton menjadi komentator sambil bersorak, mengkritik dan mencela  tanpa mau membantu untuk meringankan pelayanan para hamba hamba Tuhan yang telah melayani.

Efesus 2:11-12  Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

Mereka lupa, bahwa Kekristenan yang telah mereka terima adalah karena ada beberapa pelayan Tuhan yang telah memberikan hidupnya bagi Kristus yang telah dengan begitu setianya melayani Tuhan dalam gerejaNya agar semakin banyak jiwa yang diselamatkan.

Efesus 2:13-14  Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

Kita bisa diselamatkan karena ada pelayan pelayan Tuhan yang telah dengan rela hati untuk melayani Tuhan, sekarang dimana balas budi kita sebagai orang yang telah ditebus oleh Darah Yesus?

Lukas 17:12-13, 15  Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,

Apakah anda sama seperti yang sembilan orang ini, yang ngeloyor begitu saja tanpa rasa hormat dan rasa syukur karena telah menerima keselamatan? Jangan mencari Tuhan ketika kita sedang sakit dan sedang butuh Dia saja.

Lukas 17:17-18  Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"

Mari mulai sekarang muliakan Tuhan dengan tubuhmu, dengan jiwamu dengan segenap rohmu, berikan tenaga, waktu dan hartamu bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin.

Kamis, 04 April 2019

Saat Teduh 5 April 2019 : Dipanggil untuk Kudus


1 Korintus 1:1-3


Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita,
kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
================================================

Di tengah kesibukan pelayanannya, Rasul Paulus masih sempat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari jemaat yang ia bina. Salah satunya adalah keluarga Kloe (11). Ia bertanya terkait praktik kehidupan dan kepercayaan Kristen dalam konteks Korintus. Dari situ, kita bisa meraba keadaan gereja Korintus sedang dalam keadaan tidak baik (bdk. 14:33, 40). Namun, hal ini tidak membuat Paulus menghindar ataupun menolak mereka. Dengan kasih, ia menulis surat khusus kepada mereka. Ia menjawab pergumulan dan tantangan mereka sebagai jemaat Kristus di Korintus.
Paulus adalah perintis jemaat di Korintus (bdk. 4:15, 9:2). Dalam kapasitas itu, ia mengingatkan tentang identitas sejati mereka. Mereka sudah dikuduskan dalam Kristus Yesus dan dipanggil menjadi orang-orang kudus (2).

Paulus tidak mengawali suratnya dengan kecaman ataupun teguran. Ia memulainya dengan kasih dan penghargaan kepada mereka di dalam karya dan panggilan Kristus. Rasul Paulus berkeyakinan bahwa masalah yang terjadi di gereja di Korintus akan dapat diselesaikan. Caranya, mereka harus kembali ke dasar pengakuan dan panggilan iman mereka. Mereka harus menyadari status sebagai umat Allah yang dikuduskan. Dengan begitu, mereka akan melihat bahwa pergumulan merupakan bagian dari proses pertumbuhan rohani.

Rasul Paulus menempatkan jemaat Korintus setara dengan umat Allah dari berbagai penjuru dunia (2). Mereka semua mengarahkan diri dan beriman kepada satu tujuan, yakni Tuhan Yesus Kristus. Dengan begitu, mereka mengakui kebesaran dan keagungan Kristus.

Pertumbuhan iman dalam Kristus akan berjalan sejajar dengan kerinduan kita untuk mengenal-Nya. Pengenalan itu dilakukan secara pribadi dalam setiap aspek kehidupan. Kita harus mengenal-Nya secara lengkap dan utuh. Kristus adalah Raja Gereja. Setiap umat dipanggil untuk tunduk kepada-Nya.

Doa: Tuhan, berikanlah kami kerinduan untuk mengenal kekudusan-Mu secara pribadi, serta menghidupinya dalam keseharian kami. [IBS]

Kabar Baik 5 April 2019


Shalom.

Jangan membebani diri anda untuk berbuat lebih banyak karena mengejar pengakuan orang lain, tapi bersandarlah pada kebaikan dan ketetapan Tuhan sehingga anda bisa menikmati hidup ini dengan berkelimpahan.

Mazmur 23:5-6  Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah, kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Cercaan, hinaan, tidak akan membunuh hidup kita, tidak juga bisa menghancurkan masa depan kita, sebab Tuhan telah menjadikan kita menjadi manusia ciptaanNya yang paling sempurna, itu sebabnya jangan terpengaruh kata orang, namun temukan jatidiri agar kita bisa menikmati hidup ini.

Mazmur 27:10  Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.
Pegang kuat kuat janji Tuhan dalam hati kita, sekalipun orang tua kita pergi meninggalkan kita, namun Tuhan tetap ada mendampingi kita selama lamanya.

Mazmur 27:11  Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.

Sekalipun ada seteru yang berusaha menghambat hidup kita, jangan takut dan kuatir sebab Tuhan yang menuntun dan membimbing, untuk mencapai kemenangan demi kemenangan.

Mazmur 27:12  Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.

Jika kita berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan, yakinlah! tidak ada yang dapat menghalangi kita selama lamanya, sebab Tuhan pasti akan menyertai hidup kita selama lamanya.

Mazmur 27:13  Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!

Haleluya, kebajikan dan kemurahan Tuhan pasti akan senantiasa menyertai hidup kita selama lamanya. GBU

Selasa, 02 April 2019

Kabar Baik 4 April 2019


Shalom.

Jika mata yang satu untuk masa lalu dan mata lainnya untuk masa depan, maka mata kita bisa juling, mari fokuskan & luruskan pandangan kita hanya kepada rencana Tuhan saja.

Kejadian 19:26  Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.  

Jika Tuhan telah menuntun kita untuk menuju kemasa depan, jangan mendua hati untuk bertahan dimasa lalu, resikonya kita akan menjadi tiang garam alias diam ditempat karena mengalami stagnasi rohani yang tidak bertumbuh.

Ibrani 10:38  Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." 39  Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Apapun yang terjadi, baik suka maupun duka, baik enak maupun kurang enak, jangan pernah mundur dari pelayanan dan dari Tuhan, sekali kita percaya kepadaNya, percayalah selama lamanya sampai kita memperoleh upah di Surga.

Yohanes 6:60, 66  Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya? Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 

Sebenarnya teguran atau sapaan atau nasihat baik yang lembut maupun keras, tergantung keadaan hati dan jiwa kita, jika kita bukan seorang yang baper (bawa perasaan) tidak akan pernah  mempengaruhi diri kita untuk tetap setia melayani Tuhan.

Yohanes 6:61  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

Bila saat ini kita belum mengerti akan rencana Tuhan, ikuti saja tanpa protes dan komplain, sebab sungut sungut mendukakan hati Tuhan, jangan sampai kita merusak rencananya Tuhan atas kita.

Yohanes 6:67-68  Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga? Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; 

Belajarlah seperti Simon, sehingga dia dipakai menjadi alat Tuhan yang luar biasa, menjadi berkat bagi banyak orang, melalui simon nama Tuhan semakin ditinggikan dan dimuliakan.

Tuhan Yesus memberkati.

Saat Teduh 4 April 2019 : Persembahan Syukur


Imamat 2:1-16

2:1 "Apabila seseorang hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian 1  r  kepada TUHAN, hendaklah persembahannya itu tepung s  yang terbaik dan ia harus menuangkan minyak t  serta membubuhkan kemenyan ke atasnya. u  v  2:2 Lalu korban itu harus dibawanya kepada anak-anak Harun, imam-imam itu. Setelah diambil dari korban itu tepung w  segenggam dengan minyak beserta seluruh kemenyannya, x  maka imam haruslah membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai bagian y  ingat-ingatan korban itu, sebagai korban api-apian z  yang baunya menyenangkan bagi TUHAN. a  2:3 Korban sajian selebihnya adalah teruntuk bagi Harun dan anak-anaknya, b  yakni bagian maha kudus c  dari segala korban api-apian TUHAN. 2:4 Apabila engkau hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian dari apa yang dibakar di dalam pembakaran roti, d  haruslah itu dari tepung yang terbaik, berupa roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, atau roti tipis e  yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak. f  2:5 Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dipanggang di atas panggangan, g  haruslah itu dari tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, berupa roti yang tidak beragi. 2:6 Korban itu harus dipotong-potong, lalu kautuangkanlah minyak ke atasnya; itulah korban sajian. 2:7 Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dimasak di dalam wajan, h  haruslah itu diolah dari tepung yang terbaik bersama-sama minyak. 2:8 Maka korban sajian yang diolah menurut salah satu cara itu haruslah kaupersembahkan kepada TUHAN, yakni harus disampaikan kepada imam, yang membawanya ke mezbah. 2:9 Kemudian imam harus mengkhususkan dari korban sajian itu bagian i  ingat-ingatannya lalu membakarnya di atas mezbah sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN. j  2:10 Korban sajian selebihnya adalah bagian Harun dan anak-anaknya, k  yakni bagian maha kudus dari segala korban api-apian l  TUHAN! 2:11 Suatu korban sajian yang kamu persembahkan kepada TUHAN janganlah diolah beragi, m  karena dari ragi atau dari madu 2  tidak boleh kamu membakar sesuatupun sebagai korban api-apian bagi TUHAN. 2:12 Tetapi sebagai persembahan dari hasil pertama n  boleh kamu mempersembahkannya kepada TUHAN, hanya janganlah dibawa ke atas mezbah menjadi bau yang menyenangkan. 2:13 Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, o  janganlah kaulalaikan garam perjanjian p  Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam. 2:14 Jikalau engkau hendak mempersembahkan korban sajian dari hulu hasil q  kepada TUHAN, haruslah engkau mempersembahkan bulir gandum yang dipanggang di atas api, emping gandum baru, sebagai korban sajian dari hulu hasil gandummu. 2:15 Haruslah kaububuh minyak dan kautaruh kemenyan r  ke atasnya; itulah korban sajian. 2:16 Haruslah imam membakar sebagai ingat-ingatannya, s  sebagian dari emping gandumnya dan minyaknya beserta seluruh kemenyannya t  sebagai korban api-apian u  bagi TUHAN."

==================================================
Kita sudah menerima penebusan dan pemeliharaan berlimpah dari Allah. Jadi, kehidupan umat percaya seharusnya ditandai dengan luapan rasa syukur. Ini tidak hanya prinsip yang tertanam dalam Perjanjian Baru. Prinsip ini pun berlaku bagi umat Allah dalam Perjanjian Lama. Persis, pesan inilah yang dinyatakan dalam kurban sajian.

Kurban sajian adalah terjemahan dari kata minhah. Arti dasarnya adalah pemberian. Ini merupakan ekspresi ucapan syukur atas segala pemberian Allah dalam kehidupan umat-Nya.

Kurban sajian merupakan satu-satunya kurban tanpa darah. Alasannya, kurban ini ditujukan bukan untuk pengampunan dosa, melainkan sebagai ucapan syukur. Sebagian kurban sajian dibakar di atas mazbah (2). Sementara selebihnya adalah untuk Harun dan anak-anaknya (3). Ada beberapa cara mengolah tepung kurban sajian. Ada kurban yang dibakar (4), dipanggang (5), atau dimasak dalam wajan (7). Penekanan pentingnya, tepungnya wajib merupakan "tepung terbaik" (1, 4-6).

Kita harus mengucap syukur kepada Allah. Caranya dengan mempersembahkan sebagian dari hasil pemberian Allah kembali kepada-Nya. Namun, ada prinsip penting terkait ini. Allah itu kudus, maka persembahan kepada-Nya pun harus kudus. Semua yang kita persembahkan haruslah sesuai dengan ketetapan-Nya. Tentu saja yang diberikan haruslah yang terbaik. Pasalnya, Alkitab berulang kali menekankan bahwa umat harus memberikan "tepung terbaik".

Apakah kita juga berupaya untuk menyatakan rasa syukur kita kepada Allah? Memang, kita tidak lagi memberikan kurban sajian. Akan tetapi sebagai rasa syukur, kita juga perlu mempersembahkan apa yang dikehendaki Allah. Misalnya, waktu, tenaga, dan dana kita.

Allah Bapa sudah memberikan Anak Tunggal-Nya demi menyelamatkan kita. Oleh karena itu, marilah kita merenungkan apa yang sudah dan seharusnya kita berikan kepada-Nya.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk menjalankan kehidupan yang mencerminkan rasa syukur. [IT]

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...