Kamis, 07 Februari 2019

Saat Teduh 10 Feb 2019


Yosua 14:6-15

Sikap Jujur Bakal Mujur

14:6 Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. s  Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, t  orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah u  itu, tentang aku v  dan tentang engkau di Kadesh-Barnea. w  14:7 Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea x  untuk mengintai negeri y  ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya. z  14:8 Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati a  bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. b  14:9 Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu c  dan anak-anakmu sampai d  selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 14:10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. e  Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara f  di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur g  delapan puluh lima tahun aku hari ini; 14:11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku h  pada waktu itu demikianlah kekuatanku i  sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. 14:12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, j  sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak k  dengan kota-kota yang besar dan berkubu. l  Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN." 14:13 Lalu Yosua memberkati m  Kaleb bin Yefune, n  dan diberikannyalah Hebron o  kepadanya menjadi milik pusakanya. p  14:14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati 1 . q  14:15 Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; r  Arba s  ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. Dan amanlah t  negeri itu, berhenti berperang.
============================================

Siapa jujur akan hancur. Kalimat itu sering diucapkan untuk mencandakan situasi zaman edan ini. Saat ketidakadilan merajalela, orang berani jujur akhirnya langka. Akibatnya, para penipu tertawa di atas singgasana. Kehidupan bersama akan celaka kala tipu daya menjadi sebuah gaya hidup. Dalam situasi ini, kita seperti kehilangan harapan. Bagaimana menghadapi situasi demikian? Kita harus mencari kebenaran isi Kitab Suci karena ini pilihan penuh arti.

Kisah keberanian Kaleb berkata jujur layak sebagai inspirasi bagi orang-orang pemberani. "Berani jujur, bakal membawa mujur, " mungkin merupakan prinsip hidup Kaleb. Ketika Musa mengutusnya menjadi mata-mata, dia membawa berita senyatanya. Tidak seperti teman-temannya, yang tercemar berita hoax dan mengabaikan fakta. Akibatnya, bukan asa yang dirasa, tetapi tawar hati melanda bangsa Israel. Sesungguhnya, ketika orang mulai tidak jujur, kehidupan bersama akan hancur. Sebaliknya, dengan sikap jujur, maka kehidupan kita pun mujur.

Teladan dari Kaleb adalah meterai tentang kemujuran orang lurus. Tindak-tanduk Kaleb, hingga usia tuanya, menjadi tanda bagi orang yang menaati Tuhan sepenuh hati. Kepadanya diberikan Tanah Hebron sebagai milik pusaka (14), sesuai janji Musa kepadanya di Kadesh-Barnea. "Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya...."

Kata-kata Musa itu menjadi alasan bagi Yosua-penggantinya-untuk memberikan tanah Hebron kepada Kaleb dan keturunannya. Kaleb pun dikenal sebagai orang jujur nan mujur. Mereka disebut generasi pembawa nasib mujur.

Zaman boleh saja disebut edan. Namun, orang Kristen, tidak perlu ikut ngédan. Bagaimanapun, bersikap jujur tetap adalah pilihan luhur, demi kelangsungan hidup bersama penuh daya cipta. Berani jujur adalah tanda gaya hidup penuh syukur.

Doa: Tuhan, ajari kami agar berani hidup dengan jujur. [SeT]

Minggu, 03 Februari 2019

Saat Teduh 9 Feb 2019

Yosua 11:16-23
Semua Hanya karena Anugerah

11:16 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu, pegunungan, f  seluruh Tanah Negeb, g  seluruh tanah Gosyen, Daerah Bukit, h  serta Araba-Yordan, dan Pegunungan Israel dengan tanah rendahnya;11:17 mulai dari Pegunungan Gundul, yang mendaki ke arah Seir, i  sampai ke Baal-Gad j  di lembah gunung Libanon, k  di kaki gunung Hermon. l  Semua rajanya ditangkapnya, dan dibunuhnya. m  11:18Lama Yosua melakukan perang 1  melawan semua raja itu. 11:19 Tidak ada satu kotapun yang mengadakan ikatan persahabatan n  dengan orang Israel, selain dari pada orang Hewi o  yang diam di Gibeon p  itu, semuanya telah direbut mereka dengan berperang. 11:20 Karena TUHAN yang menyebabkan hati q  orang-orang itu menjadi keras 2 , sehingga mereka berperang melawan orang Israel, supaya mereka ditumpas, dan jangan dikasihani, tetapi dipunahkan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. r  11:21 Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak s  dari pegunungan, dari Hebron, Debir t  dan Anab, u  dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua. 11:22 Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, v  di Gat w  dan di Asdod x  masih ada yang tertinggal. 11:23Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri 3  y  itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka z  mereka, menurut pembagian a  b  suku mereka. Lalu amanlah c  negeri itu, berhenti dari berperang. d 
=============================================

Setiap kisah pasti punya akhir. Ada yang berakhir tragis, ada juga yang berakhir manis.
Akhirnya, rangkaian pertempuran bangsa Israel berkesudahan. Perang berhenti (23). Yosua berhasil merebut seluruh negeri (16). Semua rajanya ditangkap dan dibunuhnya (17). Tidak ada satu kota pun yang mengikat persahabatan dengan Israel kecuali orang Gibeon (19). Singkatnya, Tuhan telah membuat Israel menjadi penguasa atas wilayah itu.

Kisah Israel berakhir bahagia. Akan tetapi, hal itu tidak didapat dengan mudah. Mereka melewati waktu yang cukup lama untuk meraih kegemilangan (18). Kita membaca dalam Kitab Yosua bahwa perjalanan Israel penuh dengan dinamika. Petualangan mereka diselingi oleh pasang-surut dan suka-duka. Kadang, mereka dimurkai Tuhan, tetapi tidak sedikit keajaiban dan kebaikan-Nya yang mereka rasakan. Semua itu mereka lalui bersama.
Dari seluruh pergolakan itu, ada satu yang tetap sama, yaitu Tuhan selalu ada bersama Israel. Dia selalu setia dalam segala situasi. Ini menandakan pencapaian Israel hanyalah anugerah semata. Segudang prestasi Yosua merupakan belas kasihan Tuhan semata.

Kita dan Israel menyembah Tuhan yang sama. Dia tidak berubah. Kesetiaan-Nya tidak akan lekang oleh waktu. Jika Dia setia dengan Israel, maka Dia pun setia terhadap kita. Artinya, Dia juga akan menyertai dalam lika-liku kehidupan kita. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.

Kita tidak tahu bagaimana akhir kehidupan ini. Bagi manusia, masa depan merupakan sebuah misteri. Pengetahuan tentang waktu hanya milik Tuhan. Namun sejarah Israel menunjukkan, jika Tuhan bersama kita, sukacita akan menjadi akhir kisah hidup kita. Dia mungkin akan menempa kita dengan banyak pelajaran. Bertahanlah! Tuhan melakukan itu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Setialah sampai akhir karena anugerah dari Tuhan selalu mendatangkan penghiburan.

Doa: Tuhan, terima kasih karena anugerah-Mu selalu hadir dalam setiap pergulatan hidup kami. [KT]

Saat Teduh 7 Feb 2019

Peka dan Taat
Yosua 11:1-15

Setiap orang pasti pernah melewati masa penuh krisis.. Berbagai masalah datang bertamu dan membuat hidup kita terasa berat. Dari kawanan persoalan itu, ada saja perkara yang sepertinya tak punya jalan keluar. Persoalan besar datang menghimpit dan melahirkan rasa pesimis. Dalam kesunyian dan dari hati yang khawatir, kita menjerit kepada Tuhan mencari pertolongan.

Yosua juga mengalami kondisi serupa. Kabar tentang betapa hebat Israel dalam berperang tersiar. Ini membuat banyak kerajaan membangun koalisi untuk mengalahkan Israel (1-3). Mereka semua menggabungkan kekuatan untuk sama-sama menaklukkan Israel. Alkitab mencatat tentara yang terkumpul banyaknya seperti pasir di laut (4). Kekuatan seperti ini pasti menggetarkan hati Yosua.

Namun, Tuhan berfirman kepada Yosua, "Jangan takut" (6). Tuhan berjanji akan menyerahkan semua lawan-lawan Israel. Kemudian, Tuhan memberikan firman kepada Yosua. Yosua melakukan semua perintah Tuhan dan tidak satu pun terabaikan (15). Hasilnya, dia berhasil meraih kemenangan (7-14).

Pengalaman Yosua menunjukkan bahwa Tuhan lebih besar dari setiap permasalahan. Fakta ini membuat Yosua menjadi tenang kala berhadapan dengan kekuatan besar musuh. Dia menjadi berani karena Tuhan menjamin keselamatannya. Dia percaya penuh pada firman-Nya dan menjalankannya dengan sempurna.

Ketaatan Yosua tidak bersandar pada janji kemenangan dari Tuhan. Sebaliknya, kepatuhan itu bersumber dari pribadi Tuhan itu sendiri. Yosua patuh karena dia mengenal Tuhan yang memberi perintah, bukan karena iming-iming hadiah. Ketaatan akhirnya mensyaratkan sebuah keintiman relasi antara manusia dan Tuhan. Hanya dengan mengenal Dia, maka ketaatan murni bisa dilakukan.

Saat menghadapi masalah hidup, kita perlu meneladani Yosua. Solusi sejati terletak pada kepekaan kita mendengar firman Allah dan menaatinya.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk peka dan taat pada firman-Mu. [KT]

Saat Teduh 6 Feb 2019

Allahku Luar Biasa!
Yosua 10:1-43 

Catatan panjang sejarah manusia merekam banyak peristiwa. Selain tragedi, sejarah juga menyuguhkan kepada kita kisah yang mencengangkan. Kita dihipnotisnya dengan kekaguman lantaran sejarah menyajikan banyak peristiwa yang melampaui nalar. Sejarah, terkadang, memaksa kita untuk mengakui ada tangan yang tidak terlihat sedang bekerja.

Sejarah orang Israel membuktikan ini. Orang Gibeon mendapat ancaman dan intimidasi dari raja-raja di sekitar wilayah mereka (3-4). Mereka berencana untuk memerangi Gibeon. Kondisi ini membuat orang Gibeon datang kepada Yosua untuk meminta bantuan (6). Yosua tidak bisa menolak ini sebab sudah ada ikatan perjanjian di antara mereka. Dia tidak punya pilihan, sehingga dia dan bala tentaranya pergi maju ke medan perang (7).

Yosua maju bertempur dengan memegang janji Tuhan bahwa semua lawannya akan takluk (8). Betul saja, Tuhan selalu menepati janji-Nya. Hujan batu dikirimkan untuk membunuh musuh Israel (11). Bahkan, matahari bisa berhenti karena Yosua memintanya kepada Tuhan (12-14). Yosua mengatakan semua itu berasal dari Tuhan yang berperang bersama mereka (25). Sisa ceritanya sudah kita ketahui bahwa Israel berhasil mengalahkan semua lawan-lawannya (42).

Tuhan kerap bekerja di luar akal sehat kita. Bagaimana mungkin hujan batu bisa turun dari langit? Bagaimana mungkin matahari berhenti? Dalam dunia modern, keajaiban sepertinya masih sering terjadi walau dengan nuansa berbeda.

Misalnya, kita pasti pernah mendengar kesaksian dari orang yang selamat dari marabahaya. Katakanlah seseorang itu mengalami kecelakaan atau bencana alam. Walau dalam kalkulasinya orang itu seharusnya tidak selamat, namun kenyataan berbicara sebaliknya. Ini menegaskan bahwa ada tangan yang tak kelihatan sedang bekerja. Tuhan memang sering bekerja melampaui nalar sehat manusia.

Doa: Tuhan, kami berterima kasih karena penyertaan-Mu selalu hadir dengan cara yang tak terduga. [KT]

Kabar Baik 8 Feb 2019

Orang yang bisa menghadapi masa kini secara berani dan konstruktif akan memiliki masa depan yang cerah.»IHT«
2 Korintus 12:10  Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Jangan negatif atas hidup kita hari ini, sebab apapun yang terjadi jalani saja dengan sukacita dan ucapan syukur, jadi baik hujan maupun panas, baik siang maupun malam semua yang kita alami baik adanya.
Roma 3:28  Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Apapun situasi dan kondisi kita saat ini, tetaplah beriman kepada Tuhan, tetap percaya dan yakin kepadanya, jadi baik atau tidak baik menurut kita, semuanya tetap baik menurut Tuhan, sebab Tuhan melihat jauh sampai kepada masa depan kita, sedang kita manusia terbatas adanya.
1 Samuel 12:21  Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah kesia-siaan belaka.
Jangan menyimpang kekanan atau kekiri, tetap yakin dan teguh bahwa Allah tetap menyertai kita selama lamanya.
Roma 3:26  Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Keadilan Allah membawa kepada kita, kebenaran dan kemenangan atas segala perkara apapun yang kita hadapi hari ini, jadi anda dan saya tidak memiliki alasan sedikitpun untuk tidak percaya kepadaNya.
Selamat hari minggu, selamat beribadah, nikmati hadirat Tuhan yang penuh kasih dan kemuliaan, tubuh, jiwa dan roh kita pasti disegarkan dalam ibadah kita hari ini.
Yeremia 29:11  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
--
God bless you

Kabar Baik 7 Feb 2019

Shalom.
Amsal 14:8  Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya.
Banyaknya kegagalan dalam hidup kita bukanlah disebabkan oleh karena Tuhan membatalkan janjiNya bagi kita, namun disebabkan kita kurang sabar dan tekun untuk menghadapi masa tunggu yang kita sebut penundaan.
Yosua 14:11  pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.
Walaupun harus menunggu 45 tahun, Kaleb tetap konsisten dan teguh atas janji Tuhan yang diberikan melalui Musa kepadanya, kaleb tidak pernah goyah, bimbang dan ragu, dengan imannya kepada Tuhan.
Yosua 14:12  Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."
Hari ini saya mau katakan kepada anda, janji Tuhan selalu ya dan amin, jangan pernah mendengar bisikan hati yang mengusik kesabaran kita, tetaplah bertahan dalam iman yang teguh, bahwa janji Tuhan pasti akan digenapiNya.
2 Petrus 3:9  Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Jika kebimbangan mulai mengusik hati dimasa nunggu, mari berdoa kepada Tuhan agar kita diberi kekuatan, kesabaran & kemampuan untuk menghadapi kenyataan hidup saat ini, sehingga kita bisa fokus dan tidak berpaling kekiri dan kekanan.
Filipi 4:6  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Jangan jemu jemunya berdoa dan berharap padanya, sebab pengharapan dalam Tuhan tidak pernah sia sia.
--
God bless you

Kabar Baik 6 Feb 2019

Shalom.
1 Korintus 11:12  Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
Sekarang saya tahu dan mengerti kenapa banyak manusia kehilangan kebahagiaannya, sekalipun mereka sukses dan terkenal secara duniawi, sebab mereka meninggalkan habitat aslinya, yaitu tempat asal mereka.
1 Yohanes 3:19  Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah.
Seekor ikan tidak akan pernah bisa bahagia jika hidup didarat, karena ikan diciptakan untuk hidup di air, seekor elang tidak akan pernah merasa puas jika tidak diijinkan terbang, demikian pula manusia, siapapun dia, apapun pangkat dan kedudukan sosialnya, sehebat dan sekaya apapun secara naluriah mereka pasti merasa ada sesuatu yang kurang dan hilang dalam hidupnya, bila mereka tidak hidup bersama Allah.
Kisah Para Rasul 17:29  Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
Tuhan menciptakan kita untuk tinggal di Surga, rumah kita disurga bukan dibumi, itu sebabnya keberhasilan apapun yang kita lakukan dibumi, tidak bisa mengantarkan kita pada kepuasan hidup yang sempurna, kadang kita masih bisa kecewa dan merasa tidak puas.
1 Yohanes 3:23-24  Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
Jika anda telah bergeser dari rancangan Allah yang asli, kembalilah kepadaNya melalui Yesus Kristus, maka jalur kehidupan anda diubahNya menuju Surga kekekalan, lengkapilah hidup anda atas sesuatu yang anda rasakan hilang selama ini, sebab didalam Yesus anda dilengkapi dan disempurnakan.
1 Korintus 2:12  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
--
God bless you

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...