Senin, 20 Agustus 2018

Saat Teduh 21 Agustus 2018


1 Petrus 5:1-11

Jangan Main Perintah!

5:1 Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua b  dan saksi c  penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan d  kelak. 5:2 Gembalakanlah kawanan e  domba Allah 1  yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak f  Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan 2 , g  tetapi dengan pengabdian diri. 5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah h  atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan i  bagi kawanan domba itu. 5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung j  datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan k  yang tidak dapat layu. l  5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah m  kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu 3  n  seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. o " 5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. p  5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, q  sebab Ia yang memelihara kamu 4 . r  5:8 Sadarlah s  dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis 5 , berjalan keliling t  sama seperti singa u  yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Lawanlah dia v  dengan iman w  yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan x  yang sama. 5:10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu y  dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya z  yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan a  dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. b  5:11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin. c 
=================================================

Jangan dengan terpaksa dan mencari keuntungan diri, melainkan dengan sukarela dan pengabdian diri (2). Begitulah perintah Petrus untuk penatua gembala jemaat.

Penatua dalam jemaat Petrus belum menjadi suatu jabatan resmi di gereja. Mereka adalah orang-orang yang dianggap dapat memimpin jemaat karena umurnya lebih senior dan sudah lama menjadi orang Kristen. Di tengah tekanan sosial yang tidak bersahabat terhadap gereja, kepemimpinan yang berkualitas sangat dibutuhkan jemaat. Dalam bagian ini Petrus menunjukkan semangat kepemimpinan kolegial (sederajat) dengan menyapa sebagai sesama teman penatua (1), bukan sebagai rasul seperti sebelumnya (1Pet. 1:1).

Nasihat Petrus kepada para penatua sangat jelas, yaitu "Janganlah kamu main perintah, melainkan jadilah teladan" (3). Artinya, penatua tak boleh memimpin dengan tangan besi. Mereka harus mampu memberikan inspirasi dan menjadi teladan bagi jemaatnya. Dengan kerendahan hati, rasa hormat dari kaum muda dapat diperoleh (5-6). Kerendahan hati dan kebergantungan kepada Allah dapat menolong jemaat melawan serangan Si Iblis yang berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum (8).

Menjadi pemimpin jemaat pada zaman yang sulit memiliki beban yang tidak mudah. Pemimpin bisa menjadi sasaran kekerasan tersendiri ketika jemaat memang sudah menghadapi banyak serangan dari masyarakat setempat. Dalam situasi demikian, yang dibutuhkan adalah figur pemimpin yang mendahulukan kepentingan jemaat daripada kepentingan dirinya. Ignatius dari Antiokhia dan Polycarpus (abad ke-2) merupakan contoh para pemimpin gereja mula-mula yang disiksa dan dibunuh.

Pemimpin jemaat masa kini menghadapi tantangan yang berbeda. Namun, jika kita dengan rendah hati berserah kepada Tuhan, maka Dia akan menguatkan dan melengkapi kita untuk melayani umat-Nya.

Doa: Ajar kami merendahkan diri di bawah tangan-Mu yang kuat dan biarlah belas kasih-Mu menolong kami melayani jemaat-Mu. [IM]

Kabar Baik 21 Agustus 2018


Shalom.

Untuk mengalami Allah dalam hidup ini, jangan cuma membuka telinga jasmaniah, tapi bukalah telinga batiniah.

Yesaya 50:4b Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Karunia terbesar dalam hidup ini adalah korban penyelamatan dari Yesus Kristus kepada seluruh umat manusia, hanya sayangnya ada yang percaya dan ada juga yang belum percaya.

Yesaya 33:15  Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,

Kebenaran dalam Yesus memerdekakan hidup kita, segala dosa dan pelanggaran kita diampuni, sehingga kita disebut orang benar.

Roma 10:17  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Orang yang membuka telinga batiniahnya akan lebih mudah membaca, mendengar dan melakukan firman Tuhan dalam hidupnya, imannya menjadi kuat sehingga apapun yang dilakukannya Tuhan buat berhasil.

Yakobus 5:16  Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Memiliki kerendahan hati, hidupnya penuh pengampunan, tidak suka bertengkar melainkan suka mendoakan orang lain, hidupnya selalu menjadi berkat bagi orang lain.

Tuhan Yesus memberkati.

---
I LGHutagalung,

Minggu, 19 Agustus 2018

Saat Teduh 20 Agustus 2018


1 Petrus 4:7-11

Berilah Tumpangan!

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat 1 . e  Karena itu kuasailah dirimu f  dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. 4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh g  seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. h  4:9 Berilah tumpangan i  seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. j  4:10 Layanilah seorang akan yang lain, k  sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik l  dari kasih karunia Allah. 4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; m  jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan n  Allah, supaya Allah dimuliakan o  dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. p 
=============================================

Pada tahun 70 M, Bait Allah di Yerusalem dihancurkan oleh kekaisaran Romawi. Hidup jemaat dipenuhi dengan berbagai kesengsaraan. Petrus, yang melihat semua kejadian itu sebagai waktu kedatangan Tuhan sudah dekat, justru menasihati jemaat Kristus untuk tetap tenang dan berdoa (7).

Viktor Frankl, seorang neurolog dan psikiater yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi di Jerman, mengamati bahwa kerohanian yang mendalam dapat muncul dalam kenyataan pada kamp konsentrasi Nazi yang mematikan. Sebab, dalam kesengsaraan yang berat Frankl mampu menyelami kondisi jiwanya lebih mendalam. Hal yang sama juga dilakukan oleh Petrus. Dia mendorong agar jemaat saling mengasihi dan melayani dengan kekuatan dari Allah, bukan ketika Gereja dalam kondisi aman dan tenteram, melainkan saat banyak kesengsaraan.

Dalam hal ini, Petrus tidak berbicara tentang kasih hanya sebatas teori belaka. Ia memberikan nasihat yang sangat konkret, yakni memberikan tumpangan (9). Dalam dunia kuno, jika seseorang memberikan tumpangan kepada orang asing, maka tindakannya dianggap sebagai kebaikan moral yang sangat tinggi. Sehingga ketika orang yang bermalam menerima perlakuan jahat seperti di Sodom (Kej. 19) atau pada suku Benyamin (Hak. 19), maka kisah itu menjadi sangat menggemparkan. Sebaliknya, kisah Rahab yang menjamu pengintai Israel (Yos. 2:1-21) atau perempuan Sunem yang menjamu Elisa (2Raj. 4:8-10) merupakan contoh kebaikan moral yang tinggi. Ibrani 13:2 mengatakan bahwa ketika memberi tumpangan bisa saja tanpa sadar orang percaya sedang menjamu malaikat.

Memang kesengsaraan dan kesusahan hidup bisa datang tiba-tiba dan di luar kontrol kita. Namun, kita dapat selalu bergantung kepada Allah untuk tetap tenang, berdoa, dan saling melayani. Saat umat Tuhan saling mengasihi, maka Allah sungguh-sungguh hadir di tengah umat-Nya.

Doa: Ajar kami Tuhan untuk menjamu orang-orang yang datang di tengah-tengah kesulitan hidup. [IM]

Kabar Baik 20 Agustus 2018


Shalom.

Mistik doa berperan besar dalam pribadi manusia, dalam pengharapan yang hampa, tanpa sadar kita sering menggemakannya, hanya saja banyak orang yang tidak mengakuinya.

1 Samuel 1:13  dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk.

Tahukah anda! Tanpa sadar, karena suatu tekanan, Siapapun anda pasti pernah berdoa kepada Sang Pencipta, doa spontanitas semacam ini pada umumnya lebih sering terjawab ketimbang yang bertele tele, sebab doa ini memang benar benar keluar dari dalam hati nurani kita,

Matius 6:7  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Jadi hanya doa yang berqualitas yang cepat dijawab oleh Tuhan, jadi qualitas doa bukan karena tatanan kata kata yang indah, akan tetapi yang keluar dari dalam hati kita.

Matius 6:6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Bangunlah doa yang berqualitas bukan asbun, atau hanya sekedar formalitas, itu sebabnya jika mau berdoa anda dan saya harus fokus, keheningan dalam sebuah ruangan biasanya membuat kita lebih mudah konsentrasi pada Tuhan.

Matius 6:5  "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Aku mengakui bahwa segala yang ada disekitarku, yang menjadi milikku, adalah hasil dari doa doa yamg aku naikkan sebagai kerinduanku, sebab Engkaulah, Allahku yang hidup, yang senantiasa mendukung jalan hidupku

Yakobus 5:17  Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.
---
I LGHutagalung,

Senin, 13 Agustus 2018

Kabar Baik 14 Agustus 2018


Shalom.
 
Jadikan Tuhan menjadi tujuan utama dan terutama dalam hidup ini, maka Tuhan akan menggenapi segala janjiNya pada anda.»IHT«

Matius 6:33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Gampang gampang susah menerapkan ayat ini secara utuh dalam hidup kita, sebab seringkali keingingan daging dan logika bekerja lebih kuat ketimbang iman kita.

Roma 7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

Jadi terjadinya masalah dan pergumulan dalam hidup kita disebabkan oleh masalah internal bukan eksternal, itu sebabnya kita membutuhkan kuasa Yesus, yaitu Roh Kudus dalam hidup kita agar bisa menang.

Kisah Para Rasul 1:8  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Jadilah pemenang bukan pecundang, sebab Tuhanlah yang sudah menetapkan saudara dan saya untuk menjadi pemenang, hidup senantiasa penuh dengan kemenangan demi kemenangan. Tuhan Yesus memberkati.

---
ILGHutagalung,

Saat Teduh 14 Agustus 2018


Mazmur 31:9-24

Tetap Percaya Walaupun Menderita

31:9 (31-10) Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; p  karena sakit hati q  mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. r  31:10 (31-11) Sebab hidupku habis dalam duka s  dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; t  kekuatanku merosot u  karena sengsaraku, v  dan tulang-tulangku menjadi lemah. w  31:11 (31-12) Di hadapan semua lawanku x  aku tercela, y  menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, z  dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku; mereka yang melihat aku di jalan lari dari padaku. 31:12 (31-13) Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, a  telah menjadi seperti barang yang pecah. 31:13 (31-14) Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, b  --ada kegentaran dari segala pihak! c  --mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, d  mereka bermaksud mencabut nyawaku. e  31:14 (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, f  ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" 31:15 (31-16) Masa hidupku g  ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku! 31:16 (31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya h  atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! i  31:17 (31-18) TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, j  sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam. k  31:18 (31-19) Biarlah bibir l  dusta menjadi kelu, yang mencaci maki m  orang benar dengan kecongkakan dan penghinaan! 31:19 (31-20) Alangkah limpahnya kebaikan-Mu n  yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung o  pada-Mu, di hadapan manusia! p  31:20 (31-21) Engkau menyembunyikan q  mereka dalam naungan r  wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; s  Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah. 31:21 (31-22) Terpujilah TUHAN, t  sebab kasih setia-Nya u  ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan! v  31:22 (31-23) Aku menyangka dalam kebingunganku: w  "Aku telah terbuang x  dari hadapan mata-Mu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, y  ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong. 31:23 (31-24) Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! z  TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, a  tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya b  dengan tidak tanggung-tanggung. 31:24 (31-25) Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, c  hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
===============================================

Dalam penderitaan ada banyak sekali godaan yang dapat membuat kita mengeluh, bersungut-sungut kepada Allah, menyerah, tidak mau memercayai Allah, atau meninggalkan iman kepada apa yang bukan Allah.

Mazmur ini diawali dengan keluh kesah Raja Daud. Ia merasakan keadaan yang begitu sesak, sakit hati, jiwa, dan tubuhnya merana, serta sepanjang hidupnya hanya diselimuti oleh duka dan keluh kesah (10-11). Penderitaannya bertambah karena ia menjadi celaan dari para lawannya. Kondisinya begitu menakutkan sehingga orang-orang yang mengenalinya pun pergi jauh menghindar (12). Sekalipun keadaannya memprihatinkan, ia tetap percaya kepada TUHAN (15). Ia tahu bahwa kehidupannya ada dalam tangan TUHAN (16). Dengan iman Daud berkata, "Alangkah limpahnya kebaikan-Mu. Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!" (20, 22). Ia menaruh harapan bahwa dibalik penderitaan panjang terdapat kebaikan Allah bagi mereka yang takut akan TUHAN dan yang berlindung kepada-Nya (20).

Iman seseorang mungkin saja diuji ketika ia berada dalam keadaan yang terburuk. Apakah kita akan tetap percaya kepada Allah atau justru meninggalkan-Nya? Memilih tetap percaya kepada Allah pada saat kita tidak melihat pertolongan-Nya bukanlah hal yang mudah. Sebab, memilih untuk tetap percaya kepada Allah pun tidak berarti akan melepaskan kita dari berbagai penderitaan. Sebaliknya, apakah berpaling dari Allah akan menjadikan semuanya lebih baik? Tidak mungkin. Tidak ada kebaikan dan pertolongan yang sejati di luar Allah. Karena pertolongan-Nya tidak datang terlambat. Ia akan menunjukkan kasih-Nya dengan cara ajaib. Saat kita berpikir bahwa kita sendirian, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Tuhan mendengarkan semua permohonan kita dan Ia akan menjawab sesuai waktu dan cara-Nya.

Doa: Tuhan, aku mau percaya kepada-Mu meskipun menderita cobaan yang berat. Tuntun dan sertailah aku, ya Tuhan. [IVT]

Minggu, 12 Agustus 2018

Saat Teduh 13 Agustus 2018 : Sudahkah Anda Bersyukur Hari ini?

Mazmur 9

9:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mut-Laben. Mazmur Daud. (9-2) Aku mau bersyukur kepada TUHAN 1  dengan segenap hatiku, g  aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu h  yang ajaib; 9:2 (9-3) aku mau bersukacita dan bersukaria i  karena Engkau, bermazmur j  bagi nama-Mu, k  ya Mahatinggi, 9:3 (9-4) sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu. 9:4 (9-5) Sebab Engkau membela perkaraku l  dan hakku, m  sebagai Hakim yang adil n  Engkau duduk di atas takhta. o  9:5 (9-6) Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, p  telah membinasakan orang-orang fasik 2 ; nama q  mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya; 9:6 (9-7) musuh telah habis binasa, menjadi timbunan puing senantiasa: kota-kota r  telah Kauruntuhkan; lenyaplah ingatan kepadanya. s  9:7 (9-8) Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya, t  takhta-Nya u  didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman. 9:8 (9-9) Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan 3  v  dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran. w  9:9 (9-10) Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan x  bagi orang yang terinjak, y  tempat perlindungan pada waktu kesesakan. z  9:10 (9-11) Orang yang mengenal nama-Mu a  percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan b  orang yang mencari c  Engkau, ya TUHAN. 9:11 (9-12) Bermazmurlah d  bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion, e  beritakanlah perbuatan-Nya f  di antara bangsa-bangsa, g  9:12 (9-13) sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, h  ingat kepada orang yang tertindas; i  teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya. 9:13 (9-14) Kasihanilah j  aku, ya TUHAN; lihatlah sengsaraku, disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku, k  ya Engkau, yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut, l  9:14 (9-15) supaya aku menceritakan segala perbuatan-Mu yang terpuji m  dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion n  karena keselamatan o  yang dari pada-Mu. 9:15 (9-16) Bangsa-bangsa terbenam dalam pelubang yang dibuatnya, p  kakinya tertangkap dalam jaring yang dipasangnya q  sendiri. 9:16 (9-17) TUHAN telah memperkenalkan diri-Nya, Ia menjalankan penghakiman; orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya r  sendiri. Higayon. Sela 9:17 (9-18) Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, s  ya, segala bangsa yang melupakan Allah. t  9:18 (9-19) Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan 4 , bukan untuk selamanya hilang harapan u  orang sengsara. v  9:19 (9-20) Bangkitlah, w  TUHAN, janganlah manusia merajalela; x  biarlah bangsa-bangsa dihakimi y  di hadapan-Mu! 9:20 (9-21) Biarlah mereka menjadi takut, z  ya TUHAN, sehingga bangsa-bangsa itu mengakui, bahwa mereka manusia a  saja. Sela


8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...