Sabtu, 14 Maret 2020

Kabar Baik 21 Maret 2020 : PEKERJAAN ROH KUDUS

PEKERJAAN ROH KUDUS

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, la akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.---Yohanes 16: 13.


Pekerjaan Roh Kudus dengan jelas ditentukan dalam perkataan Kristus: "Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman" (Yoh. 16: 8). Roh Kuduslah yang menghukumkan dosa. Jikalau orang berdosa menyambut pengaruh yang menghidupkan dari Roh Kudus, ia akan dibawa kepada pertobatan dan dibangkitkan kepada pentingnya menurut tuntutan Ilahi.


Kepada orang berdosa yang bertobat, lapar dan dahaga akan kebenaran, Roh Kudus menyatakan Domba Allah yang mengangkut dosa isi dunia. "Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku, kata Kristus. "Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu" (Yoh. 16: 14; 14: 26).

Roh itu diberikan sebagai alat untuk membarui, untuk membuat keselamatan itu berhasil oleh kematian Penebus kita. Roh Kudus selalu menarik perhatian orang-orang kepada persembahan besar yang telah diadakan di salib Kalvari, untuk membuka kepada dunia kasih Allah, dan untuk membuka kepada jiwa yang berdosa perkara-perkara yang indah dari Kitab Suci.

Setelah menyatakan keyakinan akan dosa, dan mempersembahkan di hadapan pikiran standar kebenaran itu, Roh Kudus menarik kasih dari perkara-perkara dunia ini dan memenuhi jiwa dengan keinginan akan kesucian. "Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran" (Yoh. 16: 13), kata Juruselamat. Jika manusia rela untuk dibentuk, akan ada suatu penyucian untuk segala makhluk. Roh akan mengambil perkara-perkara Allah dan mencapkannya kepada jiwa. Oleh kuasa-Nya jalan kehidupan akan dijadikan begitu jelas sehingga tidak seorang pun perlu bersalah dalamnya.

Sejak permulaan, Allah telah bekerja oleh Roh Kudus-Nya, dengan perantaraan manusia untuk pelaksanaan maksud-Nya untuk kepentingan bangsa yang telah jatuh...

Roh dari Yang Mahakuasa sedang bekerja dalam hati manusia, dan mereka menyambut pengaruhnya menjadi saksi bagi Allah dan kebenaran-Nya. Di banyak tempat pria dan wanita yang mengabdi terlihat sedang menyampaikan kepada orang-orang lain terang yang telah menerangi jalan keselamatan mereka melalui Kristus. Dan sementara mereka membiarkan terang mereka bercahaya, seperti yang dilakukan oleh mereka yang telah dibaptiskan dengan Roh pada Hari Pentakosta, mereka mendapat kuasa Roh lebih dan lebih banyak lagi. Dengan demikian dunia ini akan diterangi dengan kemuliaan Allah.

Tuhan Yesus memberkati.

Kabar Baik 20 Maret 2020 : KESEMBUHAN ROHANI

KESEMBUHAN ROHANI

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.---Efesus 2:1.

Tetapi Juruselamat melihat seorang yang sangat menderita. Ia adalah seorang yang telah menjadi lumpuh tiga puluh delapan tahun lamanya. Penyakitnya sebenarnya sebagian besar disebabkan oleh dosanya sendiri, dan dianggap sebagai hukuman dari Allah. Karena sendirian dan tidak ada sanak saudara, serta merasa bahwa pintu kasihan Allah telah tertutup baginya, si penderita itu hidup merana bertahun-tahun lamanya...

Yesus tidak meminta si penderita ini menggunakan iman kepada-Nya. Ia hanya berkata, "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah (Yoh. 5: 8). Tetapi iman orang ini berpegang teguh pada perkataan-Nya itu. Setiap urat saraf dan otot bergetar dengan hayat yang baru dan tenaga hidup kembali pada anggota-anggota tubuhnya yang lumpuh itu. Dengan tidak ragu-ragu ia mengambil keputusan untuk menurut perintah Kristus dan segenap ototnya menyambut kemauannya. Setelah melompat, ia merasa bahwa dirinya telah menjadi seorang yang sehat kembali..

Yesus tidak memberikan kepadanya jaminan pertolongan Ilahi. Jika orang ini telah berhenti sejenak untuk meragu-ragukan perkataan-Nya, ia akan kehilangan kesempatan untuk sembuh. Tetapi ia percaya akan perkataan Kristus, dan dalam berbuat menurut perkataan Tuhan, ia menerima kekuatan.

Melalui iman yang sama pula kita boleh mendapat kesembuhan rohani. Oleh dosa kita telah diceraikan dari hidup Allah. Jiwa kita pun telah menjadi lumpuh. Dengan kekuatan kita sendiri kita tidak sanggup hidup suci sebagaimana orang yang tidak bertenaga itu tidak sanggup berjalan. Banyak orang sadar akan keadaan mereka yang tidak berdaya itu, dan merindukan suatu kehidupan rohani yang akan menyesuaikan kehidupan mereka dengan kehendak Allah; mereka sedang berusaha dengan sia-sia untuk memperolehnya. Dalam keadaan putus asa mereka berseru, "Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" (Rm. 7: 24). Biarlah orang-orang yang sedang dalam keadaan putus asa memandang ke atas. Juruselamat sedang menundukkan diri-Nya kepada mereka yang ditebus dengan darah-Nya, sambil berkata dengan kelemahlembutan dan belas kasihan yang tidak terperikan, "Maukah engkau sembuh?" Ia menyuruh engkau bangkit berdiri dalam keadaan sehat dan penuh damai. Jangan menunggu hingga engkau merasa telah sembuh. Percayalah akan perkataan-Nya maka itu akan digenapi. Taruhlah kehendak hatimu pada pihak Kristus. Mau untuk melayani Dia dan dalam berbuat menurut perkataan- Nya, engkau akan menerima kekuatan. Kebiasaan buruk dan hawa nafsu apa pun yang sudah lama dimanjakan dan mengikat jiwa dan tubuh kita, Kristus sanggup dan rindu untuk melepaskannya. Ia akan memberikan hidup kepada jiwa yang "mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu" (Efesus 2: 1). Ia akan membebaskan tawanan yang terbelenggu oleh kelemahan dan kemalangan dan rantai dosa.---

Tuhan Yesus memberkati.

KabarBaik 19 Maret 2020 : PEMBERSIHAN BAIT SUCI

PEMBERSIHAN BAIT SUCI

Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah.---1 Korintus 3: 16.

Dalam membersihkan Bait Suci itu, Yesus mengumumkan tugas-Nya sebagai Mesias, serta memulai pekerjaan-Nya. Bait Suci itu, yang dibangun untuk tempat kediaman hadirat Ilahi, dimaksudkan untuk menjadi pelajaran yang nyata bagi bangsa Israel dan dunia ini. Sejak zaman yang kekal adalah maksud Allah agar setiap makhluk yang diciptakan mulai dari serafim yang gilang-gemilang dan suci sampai kepada manusia, harus menjadi bait suci untuk tempat tinggal Khalik. Karena dosa, manusia tiada lagi menjadi bait suci Allah. Karena digelapkan dan dinajiskan oleh kejahatan, hati manusia tiada lagi menyatakan kemuliaan Ilahi. Akan tetapi oleh penjelmaan Anak Allah, maksud surga pun terlaksana. Allah bersemayam di dalam manusia, dan oleh rahmat yang menyelamatkan, hati manusia menjadi bait suci sekali lagi. Allah telah merencanakan supaya Bait Suci di Yerusalem itu menjadi saksi yang tetap akan nasib mulia yang terbuka bagi tiap-tiap jiwa. Akan tetapi orang Yahudi belum mengerti pentingnya arti bangunan, yang mereka pandang dengan kebanggaan yang begitu besar. Mereka tidak menyerahkan diri sendiri sebagai bait yang suci bagi Roh Ilahi. Halaman Bait Suci di Yerusalem itu, yang penuh dengan kegaduhan perdagangan yang najis, membayangkan secara tepat keadaan bait suci hati, yang dinajiskan oleh hadirnya hawa nafsu dan pikiran-pikiran yang najis. Dalam membersihkan Bait Suci itu dari pedagang dunia, Yesus mengumumkan tugas-Nya untuk membersihkan hati dari kenajisan dosa, dari keinginan duniawi, hawa nafsu yang mementingkan diri, kebiasaan yang jelek, yang merusakkan jiwa. Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, Firman Tuhan semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak" (Maleakhi 3: 1-3).

Tidak seorang pun dengan kuasa dirinya sendiri dapat membuang kuasa kejahatan yang telah menguasai hati itu. Hanya Kristus yang dapat membersihkan bait suci jiwa. Tetapi Ia tidak mau masuk dengan paksa. Ia datang ke dalam hati bukan seperti Ia datang ke dalam Bait Suci dahulu itu; melainkan Ia berkata, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk; Jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya." (Wahyu 3: 20). Hadirat-Nya akan membersihkan serta menyucikan jiwa, supaya dapat menjadi sebuah bait suci yang kudus bagi Tuhan, dan "menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh (Efesus 2: 21, 22).

Tuhan Yesus memberkati.

Rabu, 11 Maret 2020

Kabar Baik 18 Maret 2020 : PEPERANGAN TERBESAR YANG KITA HADAPI

PEPERANGAN TERBESAR YANG KITA HADAPI

"Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."---2 Timotius 2: 19.

Segenap hati harus diserahkan kepada Tuhan, kalau tidak, perubahan takkan pernah terjadi dalam diri kita, perubahan yang akan memulihkan kita menjadi seperti Dia. Dengan keadaan seperti ini kita terpisah dari Allah. Roh Kudus melukiskan keadaan kita dalam kalimat seperti berikut: "Kamu dahulu sudah mati sarena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu....tidak ada yang sehat" (Efesus 2: 1; Yesaya 1: 5, 6). Kita telah dikungkung di dalam jerat lblis, "yang telah mengikat mereka pada kehendaknya" (2 Timotius 2: 26). Allah ingin menyembuhkan kita, membuat kita bebas. Tetapi karena ini memerlukan perubahan yang menyeluruh, pembaruan seluruh keadaan kita, maka kita harus menyerahkan segenap diri kita pada-Nya.

Peperangan melawan diri sendiri adalah peperangan terbesar yang pernah berlangsung. Penyerahan diri sendiri, memasrahkan sepenuhnya kepada kehendak Allah, memerlukan satu pergumulan; tetapi jiwa itu harus lebih dulu diserahkan kepada Allah barulah dapat dibarui di dalam kesucian.

Pemerintahan Allah bukanlah seperti yang digambarkan Iblis, di dasarkan atas penyerahan yang buta, satu pengendalian yang tidak masuk akal. Pemerintahan itu menarik pikiran dan hati nurani. "Marilah, baiklah kita berperkara" adalah merupakan undangan Khalik Pencipta kepada makhluk-makhluk ciptaan-Nya (Yesaya 1: 18). Allah tidak memaksa kehendak makhluk ciptaan-Nya. Tuhan tidak mau menerima perbaktian yang dilakukan dengan pikiran dan kemauan yang tidak rela. Sebuah penyerahan yang terpaksa akan menghalangi semua pertumbuhan pikiran maupun tabiat; penyerahan demikian hanyalah membuat seseorang seperti tidak mempunyai akal. Bukan demikian yang dimaksud Khalik Pencipta. Allah ingin supaya manusia, makhluk ciptaan-Nya yang mulia itu akan mencapai pertumbuhan tertinggi yang dapat dicapainya. Dia menaruh di depan kita puncak kemurahan, ke mana Ia ingin membawa kita melalui karunia-Nya. Dia mengundang kita supaya memasrahkan diri kita kepada-Nya, supaya Dia dapat mengerjakan kehendak-Nya di dalam kita. Terserah kepada kita memilih apakah mau dilepaskan dari rantai dosa, dan mendapat bagian dalam kebebasan yang mulia dengan anak-anak Allah.

Dalam menyerahkan diri kita kepada Allah kita harus menanggalkan semua hal yang memisahkan kita dari pada-Nya. Karena itu Juruselamat berkata: "Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku" (Lukas 14: 33). Apa pun yang menjauhkan hati dari Tuhan harus disingkirkan.---

GBU

Kabar Baik 17 Maret 2020 : PERSIAPAN UNTUK WAKTU KESESAKAN

PERSIAPAN UNTUK WAKTU KESESAKAN

TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.---Nahum 1:7.

Suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi, akan segera datang ke atas kita. Dan kita akan memerlukan suatu pengalaman yang sekarang kita tidak miliki, dan yang banyak orang terlalu malas untuk mendapatkannya. Sering penganiayaan lebih besar dalam dugaan daripada kenyataan yang sebenarnya, tetapi tidak demikian dengan krisis yang ada di hadapan kita. Gambaran yang paling jelas tidak dapat menjelaskan betapa hebatnya ujian itu. Pada masa pencobaan itu, setiap jiwa harus berdiri sendiri di hadapan Allah. "Biarpun Nuh, Daniel dan Ayub," berada di negeri itu, "demi Aku yang hidup, demikianlah Firman Tuhan Allah, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan, melainkan mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka" (Yehezkiel 14: 20).

Sekarang, sementara Imam Besar kita sedang mengadakan pendamaian bagi kita, seharusnyalah kita berusaha menjadi sempurna di dalam Kristus. Sekalipun hanya melalui pikiran kita kepada Juruselamat, kita tidak boleh dipaksa untuk menyerah kepada pencobaan. Iblis mencari di dalam hati manusia beberapa tempat di mana ia dapat berpijak, beberapa keinginan berdosa dimanjakan oleh mana pencobaan-pencobaannya menunjukkan kuasanya. Tetapi Kristus menyatakan diri-Nya, "Sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku" (Yohanes 14: 30). Iblis tidak menemukan sesuatu pada Anak Allah yang menyanggupkannya memperoleh kemenangan. Ia telah memelihara perintah-perintah Bapa-Nya, dan tidak ada dosa di dalam Dia yang dapat digunakan Iblis menjadi keuntungannya. Inilah seharusnya keadaan mereka yang akan berdiri teguh pada waktu kesesakan..

Dalam kehidupan inilah kita harus memisahkan dosa dari kita, melalui iman kepada darah pendamaian Kristus. Juruselamat kita yang mulia mengundang kita untuk menghubungkan diri kita kepada-Nya, menyatukan kelemahan kita dengan kekuatan-Nya, kebodohan kita kepada hikmat-Nya, ketidaklayakan kita kepada jasa-jasa-Nya. Pimpinan dan pemeliharaan Allah adalah sekolah di mana kita mempelajari kelemahlembutan dan kerendahan hati Yesus. Tuhan selalu menempatkan di hadapan kita tujuan-tujuan hidup yang benar, bukan jalan yang akan kita pilih yang tampaknya lebih mudah dan lebih enak kepada kita. Tinggal kepada kita untuk bekerja sama dengan agen-agen yang digunakan-Nya dalam menyesuaikan tabiat kita dengan teladan Ilahi. Tak seorang pun yang melalaikan atau menunda pekerjaan ini yang dapat terhindar dari bahaya yang paling mengerikan kepada jiwa-jiwa mereka.....

Murka Iblis bertambah-tambah sementara waktunya sudah singkat, dan pekerjaan penipuannya dan kebinasaannya akan mencapai puncaknya pada waktu kesesakan.

GBU

Kabar Baik 16 Maret 2020 : MEMBENARKAN DIRI SENDIRI

MEMBENARKAN DIRI SENDIRI

Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.---Roma 3: 10.

Dan pengakuan seseorang bahwa ia tanpa dosa, adalah suatu bukti bahwa ia yang membuat pengakuan itu sebenarnya jauh dari kudus. Hal itu disebabkan karena ia tidak mempunyai konsepsi yang benar mengenai kemurnian dan kesucian Allah, atau mengenai bagaimana caranya menjadi selaras dengan tabiat-Nya. Karena ia tidak mempunyai konsep yang benar mengenai kemurnian dan kekudusan Yesus yang ditinggikan dan permusuhan dan kejahatan dosa, sehingga orang menganggap dirinya suci. Semakin besar jarak antara dia dengan Kristus, dan semakin tidak memadai konsepsinya mengenai tabiat Ilahi dan tuntutan-Nya, semakin benar ia tampak oleh matanya sendiri.

Pengudusan yang diberikan di dalam Alkitab mencakup manusia seutuhnya--roh, jiwa dan badan. Rasul Paulus berdoa bagi orang-orang di Tesalonika, agar "semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita" (1 Tesalonika 5: 23). Sekali lagi ia menulis kepada orang-orang percaya, "Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah" (Roma 12: 1).

Pada zaman Israel kuno, setiap persembahan yang dibawa sebagai korban kepada Allah, harus diperiksa dengan teliti. Jika ditemukan cacat pada hewan yang diserahkan, persembahan itu akan ditolak, oleh karena Allah telah memerintahkan bahwa persembahan itu haruslah "tanpa cela" Jadi orang Kristen dihimbau untuk mempersembahkan tubuhnya menjadi "persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah." Agar dapat melaksanakan ini, seluruh kuasa harus disimpan dalam keadaan yang paling baik. Setiap perbuatan yang melemahkan kekuatan fisik atau mental membuat seseorang tidak layak bagi pelayanan kepada Khalik-Nya. Dan apakah Allah akan senang dengan sesuatu yang kurang dari yang paling baik yang kita persembahkan kepada-Nya? Kristus berkata, "Hendaklah kamu mengasihi Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu." Mereka yang mengasihi Allah dengan segenap hati ingin memberikan kepada-Nya pelayanan terbaik dari kehidupan mereka, dan mereka akan terus berusaha membawa seluruh kuasa tubuhnya tetap selaras dengan hukum yang mengembangkan kemampuan mereka untuk melakukan kehendak-Nya. Mereka tidak akan melemahkan atau mengotori persembahan yang mereka serahkan kepada Bapa surgawi oleh pemanjaan selera atau hawa nafsu...

Setiap pemuasan hawa nafsu dosa cenderung melumpuhkan kemampua-kemampuan jasmani dan mematikan kemampuan pikiran dan rohani, sehingga Firman atau Roh Allah hanya memberikan kesan lemah kepada hati.

GBU

Kabar Baik 15 Maret 2020 : APA YANG TUHAN BISA LAKUKAN DENGANMU

APA YANG TUHAN BISA LAKUKAN DENGANMU

Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.---Kisah Para Rasul 2:47

Pada zaman rasul-rasul Tuhan, tidak ada sesuatu yang membawa kemuliaan kepada diri mereka itu. Nyatalah bahwa kemajuan pekerjaan mereka terserah pada Allah. Kehidupan orang-orang ini, tabiat yang mereka kembangkan, dan pekerjaan besar yang dilakukan Allah melalui mereka itu, adalah suatu kesaksian kepada apa yang diperbuat-Nya bagi segala orang yang dapat diajar dan menurut.

Ia yang lebih mengasihi Kristus, akan melakukan perbuatan baik yang terbesar.. Tidak ada batas pada kegunaan seorang yang mengesampingkan dirinya sendiri, menyediakan tempat bagi pekerjaan Roh Kudus di dalam hatinya, dan menghidupkan suatu kehidupan yang sepenuhnya berserah kepada Allah. Jika manusia menderita suatu disiplin yang perlu, tanpa sungutan, Allah akan mengajar mereka itu tiap jam, dan tiap hari. Ia rindu menyatakan rahmat-Nya. Jika umat-Nya hendak memindahkan segala rintangan, maka Ia akan menuangkan air keselamatan dengan limpahnya melalui saluran-saluran manusia. Jikalau manusia dalam kehidupan yang rendah itu dikuatkan untuk melakukan segala yang baik yang mereka dapat perbuat, jika tangan yang menekan tidak diletakkan atas mereka itu untuk menekan kembali kegiatan mereka, maka akan terdapat seratus pengerja bagi Kristus di mana kini hanya seorang.

Allah mengambil seseorang sebagaimana adanya, dan mendidik dia bagi pelayanan-Nya, jika ia hendak menyerahkan dirinya kepada-Nya. Roh Allah yang diterima di dalam jiwa akan mempertajam kesanggupan pikirannya. Di bawah pimpinan Roh Kudus, pikiran yang diserahkan sepenuhnya kepada Allah berkembang dengan seimbang dan dikuatkan untuk memahami dan menggenapi tuntutan-tuntutan Allah. Tabiat yang lemah dan ragu-ragu akan diubahkan pada suatu tabiat yang kuat dan teguh. Penyerahan yang terus-menerus membangunkan suatu hubungan yang begitu dekat antara Yesus dengan murid-muridNya sehingga orang-orang Kristen menjadi seperti Dia dalam pikiran dan tabiat. Melalui suatu hubungan dengan Kristus ia akan memiliki pandangan yang lebih jernih dan lebih luas. Penglihatannya akan lebih tajam, perkembangan tabiatnya akan lebih seimbang. Ia yang rindu bekerja bagi Kristus, pikirannya dipertajam oleh kuasa pemberi hidup yaitu Matahari Kebenaran sehingga ia sanggup menghasilkan banyak buah bagi kemuliaan Allah.

Orang yang berpendidikan tertinggi di dalam bidang kesenian dan ilmu pengetahuan telah mempelajari pelajaran yang indah dari orang Kristen di dalam kehidupan yang rendah yang dinyatakan oleh dunia sebagai orang yang tidak terpelajar. Tetapi murid-murid yang bodoh ini telah mendapat pendidikan mereka di dalam sekolah yang tertinggi. Mereka telah duduk di kaki Dia yang berbicara seperti "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" (Yoh. 7:46).---

Tuhan Yesus memberkati.

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...