Minggu, 03 Maret 2019

Saat Teduh 6 Maret 2019

22:30 Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi t  kepada Paulus. Karena itu pada keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara u  dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama v  berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka. 23:1 Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agama, w  Paulus berkata: "Hai saudara-saudaraku, x sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani y  yang murni 1  di hadapan Allah." 23:2 Tetapi Imam Besar Ananias z  menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus menampar mulut a  Paulus. 23:3 Membalas itu Paulus berkata kepadanya: "Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! b Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar c  aku." 23:4 Dan orang-orang yang hadir di situ berkata: "Engkau mengejek Imam Besar Allah?" 23:5 Jawab Paulus: "Hai saudara-saudara, aku tidak tahu, bahwa ia adalah Imam Besar. Memang ada tertulis: Janganlah engkau berkata jahat tentang seorang pemimpin bangsamu! d 23:6 Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki e  dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: "Hai saudara-saudaraku, f  aku adalah orang Farisi, g  keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati. h 23:7 Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu. 23:8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan i  dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya. 23:9 Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi j  tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: "Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! k  Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya. l 23:10 Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas. m  23:11 Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya 2  dan berkata kepadanya: "Kuatkanlah hatimu, n  sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma. o "
==========================================
Siapa yang tidak mengenal Martin Luther, Sang Bapak Reformasi Gereja? Pada abad ke-16, Paus Leo X pernah mendiskreditkan ajaran Luther. Akibatnya, Luther harus menghadiri sidang di Worms pada tahun 1521. Sidang itu memaksa Luther agar menarik seluruh ajarannya. Namun, Luther teguh bagai batu karang, "Di sini aku berdiri. Kiranya Tuhan menolongku. Amin."

Keberanian seperti itu pernah juga dilakoni Paulus. Setelah kepala pasukan urung menyesahnya (22:29), ia diserahkan kepada Mahkamah Agama (22:30). Sidang terpaksa digelar untuk meneliti tuduhan orang-orang Yahudi kepadanya.

Lukas menuliskan keberanian Paulus dalam mempertahankan imannya di hadapan Mahkamah Agama (1). Bahkan ketika Imam Besar Ananias menyuruh orang untuk menamparnya, ia tidak gentar (2-3). Walau tertekan (4), Paulus malah dengan cerdik memecah suara para pembencinya (6). Ia memanfaatkan perbedaan doktrin antara orang Farisi dan Saduki.

Orang Saduki tidak percaya pada kebangkitan dan keberadaan malaikat atau roh. Sedangkan, orang Farisi percaya pada keduanya. Hal itu menimbulkan keributan besar di antara mereka. Orang Farisi kemudian membela Paulus setelah mengetahui bahwa ia juga seorang Farisi. Keributan besar itu membuat kepala pasukan membawa Paulus kembali ke markas (7-10).

Tindakan Paulus itu membutuhkan keberanian yang besar. Tentu saja kekuatannya datang dari Tuhan. Hanya mereka yang ada di sisi Allah yang mampu bertindak seperti itu (11). Hati yang berani bagi kebenaran adalah anugerah Allah semata.

Sebagai orang Kristen, kita mungkin pernah mengalami diskriminasi dan ketidakadilan. Masyarakat mengucilkan, menolak, bahkan menganiaya kita. Dari pengalaman Paulus, kita belajar agar tidak berkecil hati. Sama seperti Paulus, Tuhan pun akan mendampingi kita. Ia tidak berubah. Ia akan memberi kita kekuatan hati agar tetap tegar melewati itu semua.

Doa: Tuhan, berikan kami kekuatan hati untuk menjadi saksi-Mu di tengah dunia demi kemuliaan-Mu. [SL]

Kabar Baik 6 Maret 2019

Shalom.
Penyebab stres terbesar dalam hidup anda karena anda kurang fokus pada kebaikan Tuhan.»IHT«
Amsal 14:12  Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
Jika mata kita tidak tertuju pada Kasih dan Pemeliharaan Tuhan yang begitu ajaib, kita pasti akan keliru dalam langkah kehidupan kita, ego kita akan menuntun dan membawa kita pada hal hal yang salah, yang berakibat cukup fatal.
Yohanes 10:10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Ayat ini memperjelas tujuan hidup kita, apakah anda memilih Yesus atau Iblis sang pencuri, jika Yesus yang anda pilih, anda pasti akan menerima janji janji Allah, jika pencuri maka anda pasti binasa.
Lukas 19:10  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Puji Tuhan kita semua sudah diketemukan oleh Yesus menjadi anak anak Tuhan, kita bukan lagi anak yang hilang dan yang tersesat, melainkan menjadi anak anak terang yang memberkati sekitar kita.
--
God bless you

Saat Teduh 5 Maret 2019

Kisah Para Rasul 23:23-35
Perlindungan Tuhan dalam Cara Biasa

23:23 Kemudian kepala pasukan memanggil dua perwira dan berkata: "Siapkan dua ratus orang prajurit untuk berangkat ke Kaisarea z  beserta tujuh puluh orang berkuda dan dua ratus orang bersenjata lembing, kira-kira pada jam sembilan malam ini. a  23:24 Sediakan juga beberapa keledai tunggang untuk Paulus dan bawalah dia dengan selamat kepada wali negeri Feliks. b 23:25 Dan ia menulis surat, yang isinya sebagai berikut: 23:26 "Salam c  dari Klaudius Lisias kepada wali negeri Feliks yang mulia. d  23:27 Orang ini ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan ketika mereka hendak membunuhnya, e  aku datang dengan pasukan mencegahnya dan melepaskannya, f  karena aku dengar, bahwa ia adalah warganegara Roma. g  23:28 Untuk mengetahui apa alasannya mereka mendakwa dia, aku menghadapkannya ke Mahkamah Agama h  mereka. 23:29 Ternyatalah bagiku, bahwa ia didakwa karena soal-soal hukum Taurat i  mereka, tetapi tidak ada tuduhan, j atas mana ia patut dihukum mati atau dipenjarakan. 23:30 Kepadaku telah diberitahukan, k  bahwa ada komplotan l  merencanakan membunuh dia. Karena itu aku segera menyuruh membawa dia kepadamu, sedang kepada para pendakwa m  telah kuberitahukan, bahwa mereka harus mengajukan perkara itu kepadamu." 23:31Lalu prajurit-prajurit itu mengambil Paulus sesuai dengan yang diperintahkan kepada mereka dan membawanya pada waktu malam ke Antipatris. 23:32 Pada keesokan harinya mereka membiarkan orang-orang berkuda n  dan Paulus meneruskan perjalanan, dan mereka sendiri pulang ke markas. o  23:33 Setibanya di Kaisarea p  orang-orang berkuda itu q  menyampaikan surat itu kepada wali negeri r  serta menyerahkan Paulus kepadanya. 23:34 Dan setelah membaca surat itu, wali negeri itu menanyakan Paulus dari propinsi manakah asalnya. Dan ketika ia mendengar, bahwa Paulus dari Kilikia, s  23:35 ia berkata: "Aku akan memeriksa perkaramu, bila para pendakwamu t  juga telah tiba di sini." Lalu ia menyuruh menahan u  Paulus di istana Herodes.
==================================================
"Siapa bilang saya tidak di bawah perlindungan khusus Tuhan?" Anda tentu tidak akan percaya kalau kalimat ini dikatakan oleh Adolf Hitler. Banyak orang meragukan hal ini. Mereka bertanya, "Bagaimana mungkin seorang diktator, pembantai enam juta orang Yahudi, bisa berkata demikian?" Namun, dengan semua polemik itu, setidaknya ada satu pesan tersirat. Sekuat apa pun manusia, entah disadari ataupun tidak, dia membutuhkan perlindungan Tuhan.

Paulus menyaksikan sendiri bagaimana tangan Tuhan melindunginya dari sebuah ancaman pembunuhan. Tuhan memakai kepala pasukan dan jajarannya untuk menjaga Paulus. Surat pengantar juga diberikan kepada wali negeri, Feliks, untuk menjamin keamanannya (23-25). Surat itu berisi kronologis kasus Paulus (26-28). Lewat surat itu, Paulus dinyatakan tidak layak dipenjara atau dihukum mati (29). Paulus sepenuhnya berada dalam payung perlindungan wali negeri (30). Para prajurit melaksanakan semua perintah dalam surat itu (31-33). Setelah membaca surat itu, wali negeri juga menjalankannya (34). Paulus diamankan dari rencana pembunuhan terhadapnya.

Bagaimana cara Allah melindungi Paulus? Kita melihat bahwa Tuhan menggunakan birokrasi pemerintahan sebagai alat perlindungan bagi Paulus. Tidak ada peristiwa supernatural yang terjadi. Tuhan menjaga Paulus bukan dengan sebuah kisah bombastis seperti menurunkan bala tentara dari langit. Artinya, pemeliharaan-Nya bisa saja terjadi dari peristiwa biasa dan sederhana.

Dalam beberapa tahun terakhir, kekristenan kita tampaknya haus dengan pengalaman "wow". Kita suka dengan kisah-kisah menghebohkan. Akibatnya, kita menjadi orang Kristen yang suka dengan hal-hal muluk. Hal-hal biasa, yang datang menyapa dalam hidup keseharian, kerap lewat begitu saja. Padahal, tanpa disadari, bisa saja tangan-Nya sedang menjaga kita lewat sebuah kejadian sederhana. Dan akhirnya, kesempatan yang besar terhilang.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk memercayai pemeliharaan-Mu di dalam kehidupan kami. [PUR]

Kabar Baik 5 Maret 2019

Shalom.
Kasih Tuhan kepada anda tidak berdasarkan perbuatan baik, anda baik atau jahat Tuhan tetap mengasihi anda.»IHT«
Roma 5:8  Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Hanya orang pilihan yang bisa mengerti, mengenal dan bisa merasakan kasih Tuhan, jadi bersyukurlah sebab anda telah terpilih menjadi umat kesayangan Tuhan.
Ratapan 3:22-23  Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
Jika hati dan pikiran anda sedang sumpek dan galau, anda merasa sedih, rasanya nelangsa hidup sendirian tanpa ada seorangpun yang bisa mengerti dan mau menolong anda saat ini, ketahuilah kasih Tuhan selalu baru setiap pagi, sebab Dia tidak pernah meninggalkan kita semua.
Habakuk 3:17-18  Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
Apapun keadaan kita saat ini, tetaplah berayukur kepada Tuhan, dunia dan segala isinya boleh mengecewakan kita, bisnis dan pekerjaan kita boleh gagal, tetapi Kasih Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Mazmur 34:9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
Kegagalan apapun tidak akan pernah menjauhkan kita dari Kasih sayang Tuhan, jadi tidak ada alasan sedikitpun bagi kita untuk bersungut sungut, jadi mari kita nikmati hidup yang penuh dengan anugerah Tuhan.
1 Petrus 2:3-4  jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
Berbuahlah dan menjadi berkatlah bagi orang banyak, sebab apapun yang sudah kita alami tidak pernah bisa membunuh iman percaya kita kepada Tuhan, sebab Tuhan itu baik!!!!.
--
God bless you

Saat Teduh 4 Maret 2019

Kisah Para Rasul 24:1-27
Kesempatan dalam Kesempitan

24:1 Lima hari kemudian datanglah Imam Besar Ananias v  bersama-sama dengan beberapa orang tua-tua dan seorang pengacara bernama Tertulus. Mereka menghadap wali negeri w  dan menyampaikan dakwaan x  mereka terhadap Paulus. 24:2 Paulus dipanggil menghadap dan Tertulus mulai mendakwa dia, katanya: "Feliks yang mulia, y  oleh usahamu kami terus-menerus menikmati kesejahteraan, dan oleh kebijaksanaanmu banyak sekali perbaikan yang telah terlaksana untuk bangsa kami. 24:3 Semuanya itu senantiasa dan di mana-mana kami sambut dengan sangat berterima kasih. 24:4 Akan tetapi supaya jangan terlalu banyak menghabiskan waktumu, aku minta, supaya engkau mendengarkan kami sebentar dengan kemurahan hatimu yang terkenal itu. 24:5 Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan z  di antara semua orang Yahudi a  di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte b  orang Nasrani. c  24:6 Malahan ia mencoba melanggar kekudusan Bait Allah. d  Oleh karena itu kami menangkap dia dan hendak menghakiminya menurut hukum Taurat kami. 24:7 Tetapi kepala pasukan Lisias datang mencegahnya dan merebut dia dengan kekerasan dari tangan kami, 24:8 lalu menyuruh para pendakwa datang menghadap engkau. Jika engkau sendiri memeriksa dia, dapatlah engkau mengetahui segala sesuatu yang kami tuduhkan kepadanya." 24:9 Dan juga orang-orang Yahudi menyokong dakwaan e  itu dengan mengatakan, bahwa perkara itu sungguh demikian. 24:10 Lalu wali negeri itu f memberi isyarat kepada Paulus, bahwa ia boleh berbicara. Maka berkatalah Paulus: "Aku tahu, bahwa sudah bertahun-tahun lamanya engkau menjadi hakim atas bangsa ini. Karena itu tanpa ragu-ragu aku membela perkaraku ini di hadapanmu: 24:11 Engkau dapat memastikan, bahwa tidak lebih dari dua belas hari g  yang lalu aku datang ke Yerusalem untuk beribadah. 24:12 Dan tidak pernah orang mendapati aku sedang bertengkar dengan seseorang atau mengadakan huru-hara, h  baik di dalam Bait Allah, i  maupun di dalam rumah ibadat, atau di tempat lain di kota. 24:13 Dan mereka tidak dapat membuktikan kepadamu apa yang sekarang dituduhkan mereka kepada diriku. j  24:14 Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang k  kami dengan menganut Jalan Tuhan 1 , yaitu Jalan l  yang mereka sebut sekte. m  Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis 2  dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi. n  24:15 Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan o  semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar 3 . p  24:16 Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni 4  q  di hadapan Allah dan manusia. 24:17 Dan setelah beberapa tahun lamanya aku datang kembali ke Yerusalem untuk membawa pemberian r  bagi bangsaku dan untuk mempersembahkan persembahan-persembahan. 24:18 Sementara aku melakukan semuanya itu, beberapa orang Yahudi dari Asia mendapati aku di dalam Bait Allah, sesudah aku selesai mentahirkan diriku, s  tanpa orang banyak dan tanpa keributan. t  24:19 Merekalah u  yang sebenarnya harus menghadap engkau di sini dan mengajukan dakwaan mereka, jika mereka mempunyai sesuatu terhadap aku. v  24:20 Namun biarlah orang-orang yang hadir di sini sekarang menyatakan kejahatan apakah yang mereka dapati, ketika aku dihadapkan di Mahkamah Agama. 24:21 Atau mungkinkah karena satu-satunya perkataan yang aku serukan, ketika aku berdiri di tengah-tengah mereka, yakni: Karena hal kebangkitan orang-orang mati, aku hari ini w  dihadapkan kepada kamu." 24:22 Tetapi Feliks yang tahu benar-benar akan Jalan Tuhan, x  menangguhkan perkara mereka, katanya: "Setibanya kepala pasukan Lisias di sini, aku akan mengambil keputusan dalam perkaramu." 24:23 Lalu ia menyuruh perwira itu tetap menahan y  Paulus, tetapi dengan tahanan ringan, z  dan tidak boleh mencegah sahabat-sahabatnya melayani dia. a  24:24 Dan setelah beberapa hari datanglah Feliks bersama-sama dengan isterinya Drusila, seorang Yahudi; ia menyuruh memanggil Paulus, lalu mendengar dari padanya tentang kepercayaan kepada Yesus Kristus. b  24:25 Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri c  dan penghakiman d  yang akan datang 5 , Feliks menjadi takut e  dan berkata: "Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau." 24:26 Sementara itu ia berharap, bahwa Paulus akan memberikan uang kepadanya. Karena itu ia sering memanggilnya untuk bercakap-cakap dengan dia. 24:27 Tetapi sesudah genap dua tahun, Feliks digantikan oleh Perkius Festus, f  dan untuk mengambil hati orang Yahudi, g  ia membiarkan Paulus tetap dalam penjara. h 
==============================================

Pada 1985 Warkop DKI pernah membuat film dengan judul "Kesempatan dalam Kesempitan". Tentu saja, tulisan ini tidak akan membahas tentang film itu. Tetapi, judul film itulah yang menarik. Kesempatan dalam kesempitan seolah menggambarkan sebuah optimisme kala berhadapan dengan kesulitan. Frasa itu mengajak daya kreativitas bekerja walau di tengah situasi sulit.

Dalam konteks nas saat ini, Paulus akan menghadapi persidangan. Komplotan Imam Besar Ananias sangat serius menghadapi kasus ini. Mereka bersama seorang pengacara bernama Tertulus menghadap wali negeri, Feliks (1). Tertulus mulai melancarkan dakwaan. Ia menyamakan Paulus dengan penyakit sampar karena menimbulkan kekacauan di antara orang Yahudi (5). Bahkan, tuduhan paling serius adalah Paulus dituding mencoba melanggar kekudusan Bait Allah (6).

Wali negeri memberi kesempatan kepada Paulus untuk menyanggah (10). Paulus membantah semua tuduhan Tertulus. Ia mengaku sebagai orang yang percaya pada hukum Taurat dan hidup seturut Jalan Tuhan (14-16). Dia malah menantang siapa saja yang bisa membuktikan kejahatannya (20-21).

Oleh karena tidak didapati kejahatan serius, Paulus hanya dikenai hukuman ringan (23). Ia tetap dipenjara, tetapi sahabat-sahabatnya boleh melayaninya.

Walau tidak bebas, Paulus menggunakan kesempatan itu dengan baik. Momen itu dipakainya untuk memberitakan Injil Yesus Kristus kepada Feliks dan istrinya (24-25).

Orang yang bisa memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan hanyalah mereka yang fokus pada tujuan. Paulus sadar betul akan panggilannya. Ia di sana untuk Kristus. Kreativitasnya terus bekerja untuk menggenapi tugas panggilannya dalam situasi sulit sekalipun. Jadi tidak mengherankan, dalam situasi terjepit, Paulus tetap menyebarkan Injil Yesus Kristus.

Doa: Tuhan, tolong kami tetap fokus pada visi-Mu.Berikan kami hikmat untuk memanfaatkan setiap kesempatan bagi kemuliaan nama-Mu. [PUR]

Kabar Baik 4 Maret 2019

Shalom.
Semakin kita mengerti kebaikan Tuhan, maka jiwa yang rusak, pikiran, kemauan dan emosi yang rusak akan cepat dipulihkan. »IHT«
Mazmur 109:21-22  Tetapi Engkau, ya ALLAH, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh sebab kasih setia-Mu yang baik! Sebab sengsara dan miskin aku, dan hatiku terluka dalam diriku;
Keraguan, kesombongan dan mementingkan diri sendiri menjauhkan kita dari Kasih Allah, peragu pasti sangsi dan kurang percaya kepada perlindungan Allah, orang yang sombong cendrung egois dan mau menang sendiri, tidak suka dinasehati apalagi ditegur, selalu ingin benar dan mau memang sendiri.
Mazmur 101:4-5  Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku, kejahatan aku tidak mau tahu. Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.
Tuhan tidak suka dengan orang yang sombong, apalagi hati yang bengkok, jangan main main bersembunyi dalam kepalsuan hidup, sebab mata Tuhan menembus sampai kedalaman hati kita, tidak ada hal apapun yang bisa kita sembunyikan dihadapan Tuhan.
Ratapan 3:22-23  Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
Setiap pagi Dia selalu memperbaharui hati kita, sehingga kita bisa tetap konsisten menikmati kebaikan dan kasihNya.
Mazmur 34:9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
Hanya orang yang sudah dipulihkan hatinya baru bisa menikmati kebaikan Tuhan, hari ini pastikan anda dan saya telah menikmati kebaikan Tuhan, mulut bibir kita pasti akan penuh dengan puji pujian dan ucapan syukur kepada Allah, sebab Dialah Allah yang penuh kasih, yang tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun.
--
God bless you

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...