Jumat, 13 April 2018

Kabar Baik 10 April 2018

 
Shalom.

Tuhan lebih suka dengan orang yang bergumul dalam kemarahan dari pada orang yang berjalan menjauh dariNya dengan sikap acuh tak acuh. »IHT«

Ratapan 2:19a  Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan,

Respon yang tepat ketika menghadapi sebuah tragedi yang tidak bisa kita pahami bukanlah dengan tersenyum kecut dan memendamnya sendiri, hal ini malahan akan menekan hati dan pikiran kita sedemikian rupa sehingga kita bisa menjadi kehilangan emosi, kehendak dan perasaan.

Contoh yang paling ekstrim dalam alkitab adalah Ayub, ketika segalanya hancur, maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah (Ayub 1:20)

Ditengah tengah pergumulan hidup yang begitu berat Ayub tidak menyembunyikan dan menekan perasaannya, tetapi dia mengumbar kemarahannya tetapi tetap sujud menyembah Tuhan.

Penulis pernah mengunjungi kerabat dirumah sakit saraf (orang yang terganggu pikirannya) & bertanya kepada dokter saraf yang ada di rumah sakit tersebut : "Dokter pasien mana yang lebih cepat sembuh?". Lalu dokter tersebut berkata : "yang cepat sembuh itu adalah pasien yang mulutnya mengoceh terus ketimbang pasien yang hanya diam saja".

Belajar dari kasus tersebut plus kebenaran firman Tuhan maka penulis semakin jelas dan mengerti, bila kita memiliki masalah dan pergumulan utarakan saja pada Tuhan, jangan memendamnya karena akan menekan hati dan perasaan kita, bila hal itu dilakukan terus menerus hati kita akan menjadi dingin dan cuek kepada Tuhan.

Tuhan ingin kita tetap bergairah denganNya, utarakan saja emosi, kemarahan dan rasa frustasi kita kepadaNya, ungkapkan saja kepadaNya dengan sejujur- jujurnya tanpa tedeng aling-aling, "Tuhan saya marah, kesal dan sakit hati, saya frustasi, kecewa, ragu dan mulai putus asa".

Percayalah! Kasih Tuhan lebih besar dari emosi kita, Dia adalah Tuhan yang sangat mengerti perasaan kita, jangan menjauh dari padaNya, seberat apapun tekanan yang kita hadapi Allah sanggup memulihkannya.

Tuhan Yesus memberkati.

---
LG. Hutagalung

Senin, 02 April 2018

Renungan Pagi “Potret Kasih Allah” 03 April 2018


Daud Menjadi Raja Dari Kerajaan Yang Bersatu

“Lalu makin lama besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN semesta alam menyertainya” (1 Tawarikh 11:9).

Daud adalah seorang buronan, memimpin gerombolan 400 hingga 600 pemberontak yang menjadi pelarian karena memiliki utang yang tak sanggup mereka bayar atau orang-orang yang marah dan kecewa karena satu dan lain hal. Dalam selama waktu itu ia dan gerombolannya yang selalu membuat onar itu trus diburu seperti binatang oleh tentara kerajaan Saul.

Setelah meninggalnya Raja Saul, Daud yang jauh hari sebelumnya telah diurapi secara diam-diam oleh Samuel, menyatakan dirinya sebagai raja di Hebron. Selama tujuh tahun ia memerintah Yehuda dari kota itu, sementara Isyboset (“orang yang memalukan”) yang berusia 40 tahun, satu-satunya anak Saul yang masih hidup, menjadi lawannya dan memerintah Israel. Pada suatu saat setelah kematian Isyboset di tangan Rekhab dan Baana, para pejabat dari pemerintahan Saul yang telah tak berfungsi mengunjungi Daud di Hebron. Meskipun sedikit sekali rincian yang tersedia tentang ini, pertemuan itu menghasilkan sebuah perjanjian antara Daud dengan mereka. Dan sebagai puncaknya, mereka mengurapi Daud (pengurapan Daud yang ketiga kalinya) sebagai penguasa Yehuda dan Israel – sebuah kerajaan yang bersatu.

Dalam sebuah langkah diplomatik yang jenius  Daud memutuskan untuk memindahkan ibukota  ke Yerusalem, sebuah kota yang dihuni oleh orang-orang Yebusi dan merupakan daerah netral bagi Israel maupun Yehuda, meskipun hal ini bukan merupakan berkat bagi penduduk di sana! Setelah menaklukkan Zion dan daerah sekitarnya, kejayaan Daud semakin bertambah kuat karena  “TUHAN semesta alam menyertainya.”

Agak mengagetkan saat membaca bahwa Daud “makin lama makin besar.” Pertama, ia lahir di keluarga Isai dan tidak diperhitungkan. Kedua, ia adalah seorang pembelot dan orang paling dicari oleh penguasa sebelumnya. Ketiga ia hanya memimpin 600  orang pria dan belakangan hanya segelintir  orang Israel. Keempat, ia telah menaklukkan diri kepada penguasa lain, seperti Akhis, raja Filistin di Gat.

Tapi bahkan lebih mengagetkan lagi membaca bahwa “TUHAN… menyertai” Daud, raja baru Yehuda dan Israel. Allah tidak pernah menghendaki umat-Nya hidup dalam sebuah kerajaan. Bahkan Allah menganggap permintaan mereka akan seorang raja sebagai tamparan di wajah-Nya. Meskipun Allah kecewa terhadap perkembangan situasi  ini, ia dengan murah hati menyesuaikan diri-Nya pada kondisi yang disebabkan oleh kehausan umat-Nya untuk menjadi sama dengan dunia, dan “menyertai” Daud – meskipun seorang raja Israel adalah sesuatu yang dalam istilah kita “di luar kehendak Allah.”

Saat Teduh 3 April 2018 : Tuhan Tidak Kompromi Terhadap Kejahatan

Mazmur 5




Kabar Baik 3 April 2018


Shalom.
 
Sedari kecil manusia selalu ingin diterima oleh orang lain, itu sebabnya manusia menjadi salah kaprah, agar bisa diterima mereka mengejar kesuksesan, kekayaan dan jabatan.»IHT«

Mazmur 27:10  Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

Ciri ciri orang yang tertolak selalu menonjol, baik dalam keberhasilan maupun kegagalan, mereka menjadi gigih dan berusaha sungguh sungguh atau sebaliknya menjadi cuek dan tidak peduli.

Itu sebabnya mereka memiliki tempramen yang tinggi, mudah marah dan tersinggung, sangat perasa dan tidak peduli dengan orang lain, hatinya sulit untuk percaya kepada orang lain apalagi kepada Tuhan.

Jika anda orangnya! Dimanapun anda, apapun kondisi dan status anda saat ini, ketahuilah Yesus mengasihi anda apa adanya, Dia tidak pernah meninggalkan Anda, bahkan sejak dari dalam kandungan ibu anda.

Mazmur 139:13, 16  Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Tuhan sudah dan selalu menerima anda apa adanya, Dia adalah Allah yang tidak pernah menolak dan menghakimi anda, & Dia selalu mengasihi Anda.
Yesaya 55:6  Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Tuhan Yesus memberkati.
---
I LG Hutagalung,

Renungan Pagi “Potret Kasih Allah” 2 April 2018




Nubuatan Yang Tergenapi Sebagian

“Lalu mereka menguburkan raja Samaria…. Ketika kereta itu dicuci di tepi telaga Samaria, maka darah raja dijilat anjing” (1 Raja-raja 22:37, 38).

Ahab, raja Israel, bersekutu dengan Yosafat, raja Yehuda untuk berseteru dengan suku Ramot-Gilead. Namun serangan tidak dilakukan begitu saja. Ahab berkonsultasi terlebih dahulu dengan 400 nabinya, yang segera meyakinkannya – meskipun dalam kalimat  yang mendua arti – bahwa mereka akan memenangkan pertempuran. Yosafat menginginkan pendapat kedua, maka Nabi Mikha pun diminta pendapat. Meskipun awalnya Mikha membeo apa yang dikatakan 400 orang nabi itu, akhirnya ia mengemukakan bahwa ia melihat “seluruh Israel bercerai –berai di gunung-gunung seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala, sebab TUHAN berfirman: Mereka ini tidak punya tuan” (1 Raj. 22:17).

Ahab dan Yosafat tetap maju ke medan perang. Ahab berperang dengan menyamar, sementara ia menyuruh Yosafat memakai pakaian kebesarannya ke medan perang. (Para ahli berbeda pendapat apakah Ahab dengan tindakannya itu melindungi Yosafat atau dirinya sendiri).

Akhirnya muslihat Ahab itu malah menyelamatkan hidup Yosafat. Sebaliknya, seorang pemanah berhasil menyarangkan anak panahnya di titik lemah baju zirah Ahab. Raja Israel ini pun mati karena kehabisan darah di kereta perangnya. Jasadnya lalu dibawa ke Samaria, dan darahnya, setelah dicuci dari kereta dijilati oleh anjing-anjing. Dan “perempuan-perempuan sundal mandi” (ay.38) di dalam air yang bercampur darahnya.

Kitab raja-raja bercerita betapa Ahab menemui nasib yang telah dinubuatkan. Satu nubuat tercatat (anjing menjilati darahnya), sedangkan nubuat lainnya tidak tercatat (para pelacur mandi, entah untuk apa, dikubangan darahnya).

Elia telah menubuatkan, “Di tempat anjing telah menjilati darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu” (1 Raj. 21:19). Elia benar… sebagian. Darah Ahab memang dijilati anjing seperti darah Nabot, tapi peristiwa ini  tidak terjadi di tempat yang sama seperti disebut dalam perkataan Elia. Jasad Nabot di Yizreel, sedangkan jasad Ahab di Samaria.

Baik Elia maupun Mikha tidak berbicara sepatah katapun tentang perempuan sundal yang “mandi darah” Ahab, sehingga barangkali kejadian aneh ini merupakan penggenapan sebuah nubuatan yang tidak diketahui.

Kejadian-kejadian aneh menyisakan misteri bagi kita. Bagaimanakah mungkin Elia, Mikha, dan seorang nabi tak dikenal lainnya bisa bernubuat dengan tepat tentang suatu kejadian, tetapi Elia bisa salah tentang tempat kejadian itu? Nubuatan dapat salah (Paulus dikemudian hari menyatakan hal yang serupa dalam 1 Kor. 13:8), terutama karena para nabi pun memiliki kehendak bebas. Di sinilah nampak betapa Allah menghargai kebebasan kita..

Saat Teduh 2 April 2018 : Batu yang Terguling


Markus 16:1-8

Batu yang Terguling

16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah p  untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 16:2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 16:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur? q " 16:4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. 16:5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih r  duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, 16:6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, s  yang disalibkan itu. Ia telah bangkit 1 . Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. 16:7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, t  seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu. u " 16:8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.
==================================================================

Kematian akan selalu menyisakan kesedihan yang dalam karena menimbulkan luka yang sangat kronis. Mungkin ada sekelompok orang yang beranggapan bahwa kematian adalah hal yang biasa. Hal itu benar jika bukan kita yang mengalaminya. Ketika seseorang menghadapi kematian, maka peristiwa itu akan menjadi hal yang luar biasa.

Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus serta Salome dalam kesedihan pagi-pagi benar pergi ke kubur Yesus. Mereka membawa rempah-rempah dan hendak meminyaki mayat Yesus. Dalam kesedihan pergumulan baru muncul "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur? (1-4). Seolah-olah lengkaplah penderitaan itu.

Tanpa disangka batu yang sangat besar itu sudah terguling.(5-6). Luar biasa satu tahap terselesaikan bukan oleh kekuatan para perempuan tersebut. Tuhan selalu buka jalan untuk sampai kepada tujuan yang diingini.

Benar jika dalam keadaan takut, ketika ada pergumulan, betapa sering kita kurang percaya akan kebenaran firman Allah. Seperti ketiga perempuan ini mereka lupa akan apa yang pernah dikatakan Yesus. Sebenarnya Yesus telah tiga kali mengatakan bahwa Ia akan menderita dan bangkit kembali (8:33, 9:30-32, 10:32-34).

Jalan tidak hanya terbuka. Sapaan "Jangan takut" seorang muda seharusnya memberikan penghiburan dan kekuatan bagi perempuan-perempuan tersebut. Tetapi justru mereka menjadi takut, gemetar, dan berlari keluar dari kuburan (6-8a).

Walaupun dalam ketakutan mereka tetap pergi menyampaikan pesan seorang muda itu kepada Petrus dan teman-temannya. Ketakutan mereka membawa mereka ke dalam persekutuan para murid. Dengan yakin dan pasti perempuan-perempuan itu mengatakan bahwa Yesus sudah bangkit. Setelah itu Yesus memberikan kuasa kepada murid-muridNya untuk memberitakan keselamatan yang kekal.(8b)

Minggu, 01 April 2018

Kabar Baik 2 April 2018

Shalom.
Jika anda murid Yesus, suka cita harus menjadi gaya hidup anda.»IHT«
Galatia 6:14-17  Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.
Salah satu alasan umum seseorang kehilangan sukacita karena rasa bersalah dan rasa malu, sebab kita semua pasti pernah melakukan kesalahan, memang kita punya alasan yang logis untuk menyesal dan merasa bersalah dengan menghukum diri yaitu hidup tanpa sukacita.
Mazmur 13:5 Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.
Yesus sudah mati dan bangkit, saat ini Dia sedang bekerja untuk memulihkan hati yang luka, jiwa yang patah dan remuk, Yesus sudah mengampuni dan menyelamatkan kita dari segala dosa dan perasaan bersalah, semua sudah ditanggungNya di kalvari.
Jangan lagi bersedih, menyesali diri, merasa malu, rendah diri dan menyesal, mari tatap masa depan dengan penuh pengharapan, bersuka citalah, sebab Tuhan Yesus tidak mengingat ingat lagi segala kesalahan kita.
Tuhan ingin melihat respon kita, mulai datang kepadaNya dengan meminta ampun dan bertobat, maka keselamatan sudah menjadi milik kita, itulah keselamatan yang kekal, tersenyumlah sekarang juga, sebab Dia baik, kasih karunia dan damai sejahteraNya senantiasa menyertai hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati
--
Pdm. LG. Hutagalung

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...