Minggu, 22 April 2018

Saat Teduh 23 April 2018 : Makhluk Pekerja


Kejadian 2:8-25

Makhluk Pekerja

2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, c  di sebelah timur 1 ; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon d  dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan 2  e  di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. f  2:10 Ada suatu sungai g  mengalir dari Eden h  untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. 2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, i  tempat emas ada. 2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar j  bedolah dan batu krisopras. 2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 2:14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, k  yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. l  2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden 3  m  untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia 4 : "Semua pohon dalam taman n  ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat o  itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. p " 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, q  yang sepadan dengan dia 5 ." 2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan r  dan segala burung di udara. s  Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan t  manusia itu kepada tiap-tiap makhluk u  yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong v  yang sepadan dengan dia. 2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur w  nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 2:22 Dan dari rusuk x  yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku y . Ia akan dinamai z  perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki. a " 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya 6  dan bersatu b  dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. c  2:25 Mereka keduanya telanjang, d  manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
===========================

Dalam bacaan ini, kita menemukan cerita penciptaan yang berbeda dari Kejadian 1. Di sini, manusia diciptakan pertama kali (Kej 2:7). Setelah itu, Tuhan menciptakan taman di Eden (8). Gambaran yang diberikan tentang Eden adalah taman yang indah dan subur (10-14). Di taman itulah manusia bekerja (15). Pekerjaan manusia adalah merawat taman dan memberi nama pada binatang. Melihat keberadaan manusia, Tuhan menciptakan perempuan sebagai mitra kerja dalam berkarya (20).
Ada banyak orang yang menyebut Tuhan adalah Pekerja Agung (bdk. Yoh 5:17). 

Karena Tuhan adalah Pekerja, maka Ia juga mengajak manusia untuk bekerja. Di Taman Eden, manusia pertama diberi kesempatan untuk bekerja mengusahakan dan memelihara taman itu (15). Apa yang dilakukan ini adalah pekerjaan terkait dengan pertanian. Selain itu, manusia juga bekerja di bidang peternakan, yang ditandai dengan pemberian nama kepada ciptaan Tuhan lainnya (19). Di tengah kesibukan kerja yang dilakukan, Tuhan menyadari bahwa manusia tidak bisa melakukan segala hal seorang diri. Karena itu, Ia memberikan seorang penolong yang sepadan (20). Penolong berarti mitra, bukan pembantu! Mitra menunjukkan pada status kesejajaran. Bahkan dalam Alkitab, kata "penolong" disematkan untuk Tuhan (lih. Mzm 46:1). Hal itu berarti laki-laki dan perempuan adalah makhluk yang setara dan saling melengkapi. Dengan kehadiran seorang penolong, kerja dan potensi manusia diharapkan menjadi optimal dalam mengusahakan, mengembangkan, dan memelihara ciptaan Tuhan.

Dalam iman Kristen, bekerja bukanlah akibat dosa dan sekadar pemenuhan kebutuhan hidup. Bekerja merupakan tindakan memuliakan Tuhan. Karena itu, seorang yang beriman dan hidup takut akan Allah akan bekerja dengan tekun, baik, jujur, dan bertanggung jawab. Semangat kerja semacam ini akan menghasilkan orang-orang yang mampu mendayagunakan potensinya secara optimal dan menghindari korupsi. Inilah etos kerja yang diharapkan Tuhan. [ASP]

Saat Teduh 22 April 2018 : Tergoda


Kejadian 3:1-24

Tergoda

3:1 Adapun ular 1  e  ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman f  ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" 3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman g  ini boleh kami makan, 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati. h " 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan i  itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati 2 , 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah 3 , j  tahu tentang yang baik dan yang jahat." 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati k  karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil 4  dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya l  yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya 5 . m  3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang 6 ; n  lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. o  3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan p  dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah q  manusia 7  dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau? r " 3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, s  karena aku telanjang; t  sebab itu aku bersembunyi." 3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? u  Apakah engkau makan v  dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" 3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, w  dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku 8 , x  maka kumakan." 3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah y  engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah z  akan kaumakan seumur hidupmu. 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu a  dan keturunannya; b  keturunannya akan meremukkan kepalamu, c  dan engkau akan meremukkan tumitnya 9 ." 3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak 10 ; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; d  namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu. e " 3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, f  maka terkutuklah g  tanah h  karena engkau; dengan bersusah payah i  engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: j  3:18 semak duri dan rumput duri k  yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang l  akan menjadi makananmu; 3:19 dengan berpeluh m  engkau akan mencari makananmu, n  sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali o  menjadi debu." 3:20 Manusia itu memberi nama Hawa p  kepada isterinya 11 , sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. 3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya q  kepada mereka. 3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, r  tahu tentang yang baik dan yang jahat 12 ; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan s  itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." 3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden t  supaya ia mengusahakan tanah u  dari mana ia diambil. 3:24 Ia menghalau manusia itu 13  dan di sebelah timur taman Eden v  ditempatkan-Nyalah beberapa kerub w  dengan pedang x  yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. y
=======================================================

Keberadaan manusia di Taman Eden tidak berlangsung abadi (24). Manusia tergoda oleh bujuk rayu ular, yang merupakan binatang melata yang paling cerdik (1). Percakapan ular dengan perempuan membuat Hawa dan Adam tergoda untuk makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat (6). Akibat memakan buah itu mereka menjadi malu karena telanjang (7) dan takut berjumpa dengan Tuhan (8). Hukuman pun diberikan karena ketidaksetiaan manusia.

Godaan selalu datang dalam kehidupan. Namun, godaan terbesar berasal dari diri sendiri. Kita bisa menduga buah pohon itu kerap dilirik manusia. Alkitab menyebutkan bahwa buah pohon mengundang daya tarik untuk dimakan (6). Keberadaan pohon itu agaknya semenjak awal menarik perhatian manusia. Boleh dikatakan ular hanya memberikan peneguhan bahwa buah itu memang enak dipandang dan sedap. Tambahan dari ular adalah buah itu memberikan hikmat kebijaksanaan bagi mereka yang memakannya. Manusia tidak tahan menghadapi godaan itu. Mereka makan buah terlarang. Jatuhlah manusia dalam ketidaksetiaan. Dampak pertama yang dirasakan adalah mereka merasa malu karena telanjang. Mereka juga menjadi takut berjumpa dengan Tuhan. Akibat makan buah itu mereka saling menyalahkan. Laki-laki menyalahkan perempuan dan perempuan menyalahkan ular. Tidak ada yang mau bertanggung jawab.

Untuk semua ketidaksetiaan itu, Tuhan memberikan hukuman kepada laki-laki, perempuan, dan juga ular. Hukuman terberat adalah manusia diusir dari Taman Eden dan jauh terpisah dari Tuhan. Kehidupan yang keras dan menyakitkan menjadi konsekuensinya. Terpisah dari Tuhan adalah penderitaan teramat besar. Semua berasal dari ketidakmampuan manusia menahan godaan.
Beragam godaan hadir dalam berbagai bentuk dan cara. Kemampuan bersyukur menjadi kunci melawan godaan. Tuhan mengajak kita bersyukur dalam segala keadaan. Karena itu, kita perlu belajar mencukupkan diri dalam segala berkat yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita. [ASP]

KESAKSIAN : RICHARD COLE (72 TAHUN) - MENINGGAL DI MEJA OPERASI BERTEMU TUHAN YESUS DAN BERTANYA, 'APA ARTI KEHIDUPAN ?'


RICHARD COLE (72 TAHUN) - MENINGGAL DI MEJA OPERASI BERTEMU TUHAN YESUS DAN BERTANYA, 'APA ARTI KEHIDUPAN ?'

Pada tanggal 16 Agustus 2005, Richard bertemu Tuhan Yesus dalam pengalaman menjelang kematian. Pertemuan itu mengubah hidup Ric
hard selamanya..

Nama saya Richard Cole dan saya berumur 72 tahun.. Saya tidak pernah serius dengan apa yang saya sebut keagamaan. Saya percaya bahwa ada Tuhan dan percaya bahwa ada Yesus akan tetapi saya punya keraguan. Saya mempunyai keraguan sebelumnya, tapi aku mencintaimu. Dan hal ini terjadi pada saya di tahun 2005.

Dan bagaimana hal itu terjadi adalah saat saya sedang dalam perjalanan ke Monterey. Saya pergi ke sana setiap tahun untuk balapan mobil bersejarah. Saya berhenti di lampu pemberhentian. Saya merasakan sakit yang dimulai di rahang saya tepat di daerah mandibula terus turun ke tulang rahang saya, lalu turun ke arteri karotis, kemudian ke dada saya. Saya berpikir, 'Ini aneh.' Teman saya dan istrinya bertanya, 'Apa yang salah dengan kamu ? Kamu tidak terlihat sangat baik dan terlihat dari gejala-nya.' Saya mengatakan, 'Tangan saya terasa sedikit berkeringat dan basah dingin.' Saya katakan, 'Saya tidak tahu apa yang terjadi.' Kemudian dia berkata, 'Saya akan membawa kamu ke rumah sakit.' Jawabku, 'Oh tidak, aku akan baik-baik saja. Saya akan pulang ke rumah dan minum aspirin. Dan akan teratasi.' Kemudian dia berkata, 'Tidak, kita akan ke rumah sakit sekarang juga.'

Jadi kami masuk ke rumah sakit dan mereka menempatkan saya di kereta dorong karena tidak ada ruang gawat darurat. Tekanan darah saya sangat tinggi dan mereka memberi saya beberapa suntikan segera untuk menstabilkan tekanan darah. Dan kemudian saya masuk ke dalam kamar sinar x (x-ray). Mereka memberi saya beberapa penyinaran sinar-x dan datang kembali beberapa saat kemudian. Steve yang adalah seorang dokter dan teman saya mengatakan, 'Kamu memiliki masalah serius.' Kemudian saya jawab, 'Benarkah ?' Dia jawab, 'Ya. ya kamu memiliki aneurisma tapi apa yang lebih buruk adalah itu memisah dan saya pikir giliran kamu berikutnya nanti jam 5 esok pagi. Saya berada di pre-op pondok Rumah Sakit..'

Ahli anestesi datang mengatakan, 'Aku akan memberi kamu suntikan segera dan dan kamu akan tertidur.' Kemudian saya jawab, 'Oke.' Saya katakan, 'Apakah dokter sudah di sini ?', 'ya dia di sini', kemudian saya jawab, 'sangat bagus'. Kemudian saya bilang, 'oke apa yang akan Anda lakukan kepada saya.' Dan ia mengatakan, 'baik ... apa yang kita lakukan adalah menenangkan kamu. Untuk menurunkan suhu tubuhmu dan ketika kita melakukan itu akan menjadi seperti membuat lubang di Danau Michigan di es di tengah angin dan semuanya akan berhenti. Otak Anda akan berhenti dan hati Anda akan berhenti.' Saya bilang, 'baik saya belum pernah mendengar itu sebelumnya dan saya paham.' Dan ia mengatakan, 'Baik kita biasanya tidak memberitahu pasien kami apa yang akan kita lakukan untuk dia atau dia akan lari menyusuri lorong dan kemudian mengemudi SUV.' Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya memiliki kesempatan 50-50 untuk melakukan itu.'

Saya kemudian tahu bahwa dengan jenis operasi seperti itu mereka mengambil hati Anda dan Anda memiliki peluang 10 persen kesempatan hidup. Kemudian ahli anestesi melakukan tugasnya dan aku segera tidur. mereka mulai membawa saya menyusuri lorong ke ruang operasi dan kemudian saya menyadari bahwa saya masih sadar kemudian saya terbangun dan saya melihat dia membawa saya ke ruang operasi.

Saya ingin memberitahu para dokter bahwa, 'Hei Anda harus memberikan suntikan obat bius tambahan karena saya tidak terbius keseluruhan. Tapi aku tidak bisa berbicara saya tidak memiliki rasa sakit atau sesuatu seperti itu. Saya hanya bisa tidak membuka mulut dan berkata meskipun saya berusaha sangat keras untuk memberitahu mereka bahwa saya masih sadar.

Jadi saya diletakkan di atas meja dan ada tiga dokter berdiri di atas saya dan dua perawat dan mereka lengkap dengan semua pakaian mereka dan siap untuk melakukan operasi. Kemudian saya tahu dokter itu mulai membedah saya dari sini ke sini. Kemudian mereka menggunakan gergaji listrik dan mulai memotong tulang dada saya sampai terbuka dan kemudian aku melihat dia turun dan mulai mengambil hati saya keluar dan kemudian semuanya jadi gelap.

Saya masih sadar tapi saya tidak bisa melihat dan itu seperti kabut hitam tebal dan saya hanya berdiri di sana melihat sekeliling. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan berikutnya atau apa yang akan terjadi. Saat itu dua berkas cahaya datang ke bahu kananku. Jadi saya mulai berbalik dan melihat melewati bahu saya untuk melihat di mana itu datang dari mana dan kemudian aku mendengar suara dan suara itu sangat berwibawa, tidak keras, tapi Dia bilang, 'Jangan berbalik'. Dan aku berpikir dengan baik, 'mengapa tidak ?'. KataNya, 'Jangan berbalik karena jika kamu melihat wajahKu kamu harus tinggal di sini.' Dan Dia mengatakan, 'Tidak apa-apa jika kamu tinggal disini, tapi Aku punya pekerjaan untuk kamu dan jika kamu tidak mematuhi maka Aku tidak akan senang.' Dan Dia mengatakan, 'Kamu tidak ingin melihat Aku tidak senang.' Kemudian aku berkata, 'ya baik'. Karena aku lebih baik memperhatikan melakukan apa yang dikatakanNya maka saya bilang 'Aku tahu siapa Kamu.' Kemudian Dia berkata 'Ya ?' Kemudian aku mejawab, 'Ya.' Selama percakapan ini saya punya perasaan dimana Dia berada. Dia berjalan bolak-balik di belakang dan Dia duduk di sebuah takhta putih, hanya sebuah kursi polos, tanpa perhiasan atau apapun tapi hanya putih polos.

Aku hanya bisa merasakan dan saya tidak tahu mengapa. Hal berikutnya yang terjadi adalah Dia berkata, 'Apakah kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut sebelum kamu pergi ?' Saya bilang, 'saya harus berpikir tentang hal ini.' Dan saya berpikir dan berpikir ... Saya berpikir benar-benar keras. Apa yang harus saya tanyakan kepada Tuhan ? Saya tidak tahu harus berpikir apa ? Saya berpikir saya ingin benar-benar cerdas untuk menanyakan beberapa hal yang sangat sempurna. 

Saya berkata, 'Saya akan harus kembali ke pepatah tua mengenai apa arti kehidupan ?' 

Dan Dia mulai tertawa. Saya berkata, 'Apa yang lucu?' 

Dia berkata, 'Banyak orang bertanya kepadaKu pertanyaan itu dan itu benar-benar sederhana tapi Aku memberitahu kamu apa itu. Ketika kamu kembali (ke dunia), itu akan diatur bagi mereka. Kamu dapat bertanya kepadaKu semua pertanyaan yang kamu pernah pikirkan dan Aku akan menjawabnya.'

Kemudian saya berkata, 'Ya.' Dan Dia berkata, 'Jadi dengarkan baik-baik.' KataNya, 'Oke saatnya bagi kamu untuk kembali.' Dan kemudian saya berbalik...

... menangis ...

'Dia meletakkan tangganNya di pundakku ... Dia meletakkan tanganNya di pundakku ... Itu adalah perasaan yang tidak bisa diungkapkan. Itu adalah Kasih tanpa syarat. Saya tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata.'

'Dan aku minta maaf karena aku selalu bersikap seperti ini selama hidup saya. Hal itu mengubah hidup saya.' Dan hal berikutnya yang saya dengar adalah seorang perawat mengatakan, 'Saya pikir akhir yang tragis. Suhu-nya 90 derajat.' (*** Perawat itu berpikir kemungkinan besar dia [Richard] akan meninggal di meja operasi ***)

Sembilan hari kemudian saya keluar dari hal rumah sakit. Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah pergi keluar dan memberitahu semua orang tentang apa yang terjadi padaku. Tapi aku harus memberitahu Anda bahwa hidup saya telah berubah sepenuhnya. Saya tidak lagi takut mati, semua masalah yang saya pikir itu masalah telah hilang, saya tidak punya masalah. Saya tidak punya apa-apa yang membuat saya tertekan.

Seminggu kemudian seorang pria yang saya kenal datang dan dia bilang kepadaku bahwa dia telah mendengar tentang pengalaman itu dan saya berkata, 'ya, itu terjadi.' Katanya, 'Saya mendengar bahwa kamu pengalaman mendekati kematian,' Dia membantu saya selama 1 jam. - Saya berkata, 'ya itu benar bahwa hal yang terjadi kepada saya.'

Dan saya menanyakan kepadaNya, 'apa arti hidup ?' Dan Dia mengatakan, 'Itu semua adalah tentang Kasih'. Dan itu adalah jawaban sempurna. Sehingga saya langsung mengerti apa artinya.

Sekarang saya mempelajari Alkitab. Hal itu memakan waktu yang lama. Saya sudah melakukannya selama enam tahun sampai dengan kitab Matius. Yang mana diterjemahkan setiap kata dari naskah asli ke dalam bahasa Inggris.


* * * * *

KESAKSIAN : JENIFER JEBA SEELAN - PENGLIHATAN SETELAH PENGANGKATAN (RAPTURE)

JENIFER JEBA SEELAN - PENGLIHATAN SETELAH PENGANGKATAN (RAPTURE)


Jenifer Jeba Seelan adalah mahasiswi sekolah kedokteran. Jenifer Jeba Seelan – Penglihatan setelah pengangkatan. Shallom, begini kisahnya :

Segala kemuliaan hanya kepada Tuhan Yesus Kristus. Nama Saya adalah Jenifer Jeba Seelan. Saya dilahirkan di keluarga Kristen. Akan tetapi aku terlalu keras kepala. Saya tidak ingin dibabtis. Saya selalu berkata bahwa saya telah dibaptis dengan percikan air pada saat saya berusia 1 tahun. Saya pikir itu sudah cukup.

Saya berargumentasi dengan ibu saya bahwa aku tidak ingin dibaptis lagi. Kemudian Tuhan mengatakan kepadaku melalui suatu penglihatan sehingga saya tahu kesalahan yang aku lakukan.

Oleh karena itu saudara/saudariku semuanya, saya akan menceritakan penglihatan kepadamu. Saat itu malam hari dan saya bangun dari tidurku. Kemudian saya menyadari bahwa ayahku telah menghilang. Saya kemudian tahu bahwa ayahku telah diangkat oleh Tuhan Yesus Kristus dalam pengangkatan rahasia ke Sorga. Saya merasa sangat sedih ketika saya tahu bahwa ayahku telah diangkat oleh Tuhan dalam pengangkatan rahasia.

Saat itu saya sedang berjalan di sebuah trotoar disebelah rel kereta api. Saat itu malam tidak seperti malam hari akan tetapi terang seperti siang hari. Dimana-mana ada bom. Dimana-mana terjadi kekacauan dan saya bisa melihat orang-orang berlarian sambil berteriak-teriak. Tidak ada satupun pertanda yang bisa saya lihat bagi umat manusia untuk bisa bertahan. Ketika saya sedang berjalan saya menjumpai seorang teman yang sedang akan naik kereta. 

Dia memeberitahukan kepadaku akan manfaat didalam dunia pendidikan dan bidang-bidang lain jika saya menggunakan RFID (Radio Frequency Identification Device) atau RF Bio Chip. Kemudian dia mengatakan kepadaku sesuatu yang sangat mengejutkan diriku bahwa semua institusi berada dibawah kendali antikristus dan kemudian saya tahu bahwa saya tidak bisa lagi melanjutkan proses belajar saya. Sang antikristus terbiasa berbicara dengan setiap manusia sehingga orang-orang merasa akrab dan dekat dengan sang antikristus. Mereka dekat atau akrab dengan penguasa dunia – sang antikristus.

Kemudian aku bertemu dengan ibuku. Kami berbincang mengenai kejadian yang terjadi di sekitar kita. Kemudian kami memutuskan untuk hidup kudus berdasarkan Alkitab. Kami tidak memakai RFID di tangan kami dan kemudian ada 3 tentara mengetahuinya. Kemudian ketiga tentara ini mulai berbicara kepada kami mengenai manfaat dan kegunaan menggunakan RFID di tangan kami. Akan tetapi kami tidak setuju dengan mereka. Kemudian mereka mulai mengejar kami. Kami berlari sekitar 30 menit dan kemudian kami begitu lelah dan kemudian kami menemukan sebuah gedung tua. Gedung tua itu terkunci, sehinga kemudian kami memutuskan untuk masuk melalui cerobong asap. Akan tetapi kami tidak bisa bersembunyi untuk waktu yang lama. 

Mereka menemukan kami. Tentara-tentara itu memecahkan jendela dan masuk kedalam gedung tua itu. Mereka memaksa untuk memasang RFID berulang kali akan tetapi kami tetap menolak. Kemudian aku merebut senjata mereka dan menembakkan ke kepalaku sendiri. Akan tetapi aku masih hidup dan tidak mati. Tidak ada tanda-tanda kematian. Saya berdarah banyak sekali dan merasa kesakitan, akan tetapi saya masih hidup. Kemudian suatu ayat Alkitab masuk kedalam pikiran aku, yaitu Kitab Wahyu 9:6, Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.

Kemudian tentara itu memberikan kepada kami kesempatan terakhir untuk memasang RFID. Dan mereka mengatakan bahwa mereka akan kembali dalam 3 hari. Mereka mengancam bahwa mereka akan membunuh kami jika kami tidak memasang RFID.

Setelah mereka pergi, maka kami memutuskan untuk tidak memasang RFID. Setelah itu saya sangat takut dan bangun dari tidur saya. Kemudian saya duduk di ranjang saya dan mulai berpikir kenapa Tuhan meninggalkan diriku selama pengangkatan rahasia. Kemudian suatu pikiran muncul kedalam pikiranku. Saya tidak dibabtis maka Tuhan meninggalkan diriku. Karena kemurahan Tuhan pada tanggal 2 Desember pada tahun yang sama, saya dibaptis.

---

Pada hari berikutnya Tuhan memberikan kepadaku mimpi lain. Saya sedang tidur dan saya bisa melihat Yesus datang dalam pengangkatan rahasia. Saya pikir saya akan ikut bersama Yesus karena aku diurapi oleh Roh Kudus, akan tetapi hal itu tidak terjadi. Dosa-dosa didalam hidupku menghalangi diriku untuk bisa ikut dalam pengangkatan rahasia itu. Saya bisa melihat Yesus datang kembali, akan tetapi aku tidak bisa ikut dengan dirinya. 

Kemudian aku mulai berteriak kepada Yesus, “Tuhan, ampunilah aku. Tolong angkat diriku bersamaMu.” 

Akan tetapi hal itu tidak berguna, kemudian aku mulai menangis. Saya tahu mengenai pengangkatan rahasia ini, akan tetapi hal itu tidak berguna. Saya tidak dapat pergi bersama Yesus. Saya memutuskan untuk tidak menangis, karena menangis tidak akan membawaku ke Sorga. Kemudian aku memutuskan untuk menjalani kehidupan kudus.

Kemudian aku berjumpa dengan kerabat dan saudaraku. Mereka juga memutuskan untuk menjalani hidup kudus beramaku. Kami memutuskan untuk bepergian untuk menghidup udara segar.. Setiap orang berbicara mengenai orang-orang yang hilang. Hanya sedikit manusia yang tidak memasang RFID. Saya menunggu bus di perhentian bus. Kemudian saya bisa melihat 2 orang laki-laki mencoba untuk memperkosa seorang perempuan. Perempuan itu berhasil lari dengan kekuatan penuh. 

Kemudian aku bertanya kepada ibuku, "Kenapa dunia telah berubah seperti ini ?" 

Ibuku mengatakan, "Hal ini dikarenakan tidak ada orang benar di dunia ini saat ini. Dan dunia tanpa orang-orang benar akan tampak seperti ini."

Umat Tuhan yang berharap untuk masuk ke Sorga akan mendapatkan siksaan seperti ini. Terjadi tindakan brutal di mana-mana, tidak ada kedamaian di dunia. Dunia berada didalam genggaman setan.

Saudara/i ku yang terkasih didalam Yesus Kristus, Urapan Roh Kudus dan Baptis itu penting agar kita bisa masuk Sorga. Akan tetapi kita juga harus menjalani hidup ini dengan kekudusan. Dengan demikian kita bisa masuk ke Sorga.

---

(10) Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. (11) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.” – Wahyu 2:10-11

dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. – Efesus 5:16


* * * * *

Kabar Baik 23 April 2018



Shalom.
 
Apakah kerinduan kita sama seperti kerinduan raja Daud? Itu sebabnya kenapa sampai hari ini wibawa dan pengaruh raja Daud masih sangat berpengaruh dalam kehidupan umat manusia.

Mazmur 84:10  Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Apakah anda sedang enggan? Lalu berpikir ke gereja tidak terlalu penting, sebab saat ini banyak siaran ibadah secara online yang bisa ditemukan, lalu anda bisa menontonnya sambil makan pisang goreng tanpa harus bersusah payah pergi kegereja.

Bila kita mulai malas kegereja, inilah jebakan batman yang sangat akurat dari Iblis,  sebab cepat atau lambat roh kita akan padam karena kita kehilangan suasana ibadah dalam kebersamaan, tanpa disadari kita juga kehilangan kenikmatan yang penuh gairah ketika kita memasuki hadiratNya yang membuat roh kita tetap menyala nyala.

Ibrani 10:25  Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Ibadah adalah suatu kesempatan untuk menikmati anugerah dan kasih karuniaNya, gereja bagai api unggun yang bisa membakar semangat yang patah, harapan yang hilang, bahkan melepaskan kemarahan dan dendam, membuat hati kita damai, nyaman dan tenteram, ada begitu banyak mujizat yang tersedia dalam ibadah bersama sama.

Matius 18:20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."


Sahabat, rekan, maupun keluarga? Ini hari minggu ! Hari dimana kita pergi kerumah Tuhan, bersegeralah...untuk pergi ketempat ibadah, buat persiapan yang penuh gairah karena kita akan berkumpul bersama dengan keluarga Allah untuk memuji dan menyembah Tuhan, sambil menikmati hadirat Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.
---
I Lisma Jonita,

Jumat, 20 April 2018

Kabar Baik 22 April 2018


Shalom.

Dosa merusak hati, jiwa dan raga, merusak kesehatan, merusak ekonomi, merusak hubungan keluarga dan persahabatan, serta yang lebih gawat merusak hubungan dengan Tuhan. »IHT«

Mazmur 32:3-5  Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela

Dosa menekan hati nurani, mengaburkan kebenaran, tujuan hidup menjadi kabur, hati dan pikiran terombang ambing, beban hidup meningkat berlipat ganda, itu sebabnya sakit penyakit mudah menyergap hidup kita.

Menyembunyikan dosa sambil berlagak saleh memang terlihat baik dan normal, namun beban hidup yang dibawa jauh lebih berat ketimbang hidup tanpa dosa.

Mazmur 139:23-24  Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Metode yang paling mudah untuk mengalami kesembuhan total adalah datang kepada Tuhan dengan meminta ampun, sebaiknya jangan berlama lama, sebab kerusakan akibat dosa tetap menutup begitu banyak kesempatan, sebab kita tidak pernah bisa mengembalikan waktu yang lewat.

Dalam pertobatan, dosa kita pasti diampuni, akan tetapi kita tetap kehilangan waktu dan kesempatan, itu sebabnya semakin muda usia pertobatan kita akan semakin banyak kesempatan kita dalam berkarya, kapasitas hidup kita akan semakin maksimal.

Orang yang bertobat diusia 70 tahun dengan orang yang bertobat diusia 20 tahun kesempatannya pasti berbeda, selagi masih banyak peluang jangan pernah sia sia kan waktu kita untuk bertobat, datanglah sekarang juga kepada Tuhan, supaya peluang kita lebih banyak untuk berkarya bagi keluarga dan Tuhan.

Galatia 6:5, 7  Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Tuhan Yesus memberkati.

Saat Teduh 21 April 2018 : Memahami Keagungan Kristus

Markus 15:33-41

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...