Minggu, 25 Maret 2018

Kabar Baik 25 Maret 2018

Shalom.
Berhentilah berpikir bahwa anda tidak punya teman, sesungguhnya dunia ini penuh dengan orang yang menunggu untuk dicintai.»IHT«
Yohanes 15:17  Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
Tidak bisa dipungkiri!, orang yang sulit mempunyai teman biasanya orang yang egois & mau menang sendiri, selalu ingin menerima tanpa sedikitpun keinginan untuk memberi.
1 Petrus 4:8  Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.
Jika kita memiliki kasih Kristus, maka kita pasti berubah, sebab kasih itu memberi, kasih itu tidak sombong, kasih itu mengalah, kasih itu melupakan pelanggaran sehingga kita selalu mau berdamai dengan semua orang.
Ini hari yang tepat untuk mulai bergaul dan membangun pertemanan, datanglah beribadah ke gereja, lalu mulailah membangun hubungan dengan teman teman dalam ibadah, ternyata mencari teman semudah membalik telapak tangan.
Bangun dan rawat persahabatan ini, niscaya lama kelamaan kita akan menemukan teman sejati, yang akan selalu bisa berbagi dalam suka dan duka.
Selamat hari minggu, selamat beribadah dan melayani Tuhan, alami jamahan kasih sayang Tuhan, sehingga hati kita semakin dipulihkan, penuh dengan kasih kepada Tuhan dan sesama.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Jumat, 23 Maret 2018

Renovasi Rumah Janda Miskin


Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.


Beberapa waktu lalu kami melakukan kunjungan ke rumah Ibu Manik boru Simbolon (75thn) di daerah Jalan Batu Bintang, Dumai, Riau. Setelah sebelumnya secara tidak diduga kami bisa bertemu dan saya yakin tidak ada yang kebetulan semua sudah Tuhan atur. Singkat cerita Ibu yang sudah tua dan renta ini adalah janda yang ditinggal mati oleh suaminya yang punya tanggung jawab menghidupi 3 orang cucu dimana cucunya ini juga ditinggal lari oleh Ibunya karena faktor kemiskinan dan kesusahan. Pekerjaan sehari-hari Ibu atau Oppung ini adalah menanam beberapa tanaman untuk bisa dijual menyekolahkan ketiga cucunya dan menyambung hidup.



Ibu atau Oppung ini punya rumah yang sangat memprihatinkan, beralaskan tanah, kotor dan jorok, jika hujan akan banjir dan seluruh dinding rumah sudah busuk dan berlobang-lobang. Tidak ada dukungan dari pemerintah atau orang-orang disekitar rumah Oppung ini.

Oleh karena itu, jika Tuhan berkenan dan berkehendak maka kita akan melakukan bedah rumah Oppung ini agar dapat dihuni dengan layak dan manusiawi. Kami sudah berkoordinasi dengan Tukang, untuk dana yang dibutuhkan untuk membedah rumah Ibu kita ini sekitar Rp. 40.000.000,-

Saya mengajak Bapak dan Ibu yang terkasih dalam Tuhan untuk membantu meringankan beban Oppung (Ibu) kita ini dengan melakukan program bedah rumah beliau, tentunya bukan karena paksaan namun ketulusan dan kerelaan hati untuk menolong sesama umat Tuhan.

Donasi dan uluran tangan Bapak dan Ibu sangat kami butuhkan dan dapat disalurkan melalui :
1   

§  Bank                : BRI
§  Cabang           : Dumai
§  Nama              : Yayasan Anggur Baru Ministry
§  No Rek            : 0159-01-00103-55-66
§  Berita              : Untuk Renovasi Rumah

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bapak Pendeta LG Hutagalung di 0811-7501777 (WA). Seberapapun uluran tangan, bantuan dan donasi Bapak dan Ibu sekalian tentunya sangat membantu dalam pelayanan ini.

IA membela hak anak yatim dan janda (Ul 10:18a). TUHAN adalah Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda (Mzm 68:6). Ia akan mengutuk orang yang menindas para janda (Ul 27:19). Alkitab mengajarkan bahwa ibadah yang murni dan tak bercacat di hadapan Allah adalah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka (Yak 1:27).

"Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat,  dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya!  - Ayub 26:2
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! ..jerih payahmu tidak sia-sia” - 1 Kor 15:58

Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati Bapak dan Ibu sekalian.

Renungan Pagi “Potret Kasih Allah” : 24 Maret 2018

Keangkuhan Rehabeam

“Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi Raja” (1 Raja-raja 12:1).

Awalnya kelihatan nubuatan Nabi Ahia tidak akan terlaksana. “Seluruh Israel” datang untuk menobatkan Rehabeam. Kesepuluh suku yang telah dihubungi oleh Ahia mengirimkan Yerobeam ke Sikhem sebagai juru bicara mereka. Selama ini Salomo yang pilih kasih terhadap suku dari mana ia berasal, membebankan pajak dan kerja paksa kepada 10 suku ini. Sekarang mereka mengharap mendapat keringanan.

Yerobeam berkata kepada Rehabeam, “Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu” (1 Raj. 12:4). Perhatikan di sini bahwa 10 suku itu tidak menuntut perlakuan yang sama dengan dua suku lainnya. Mereka hanya menginginkan keringanan. Sebuah tuntutan yang masuk akal sebenarnya.

Rehabeam, sebagaimana layaknya orang yang penuh pertimbangan, meminta waktu. Setelah tiga hari ia akan memberi keputusannya.

Pertama-tama Rehabeam meminta pendapat para penasihat ayahnya. “Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?” (ay.6). para politisi musiman itu pun memberikan pendapat yang kelihatannya seperti nasihat yang baik. “Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka akan menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.” (ay.7). para ahli membaca makna yang tersirat di sini, bahwa jika Rehabeam mau bersikap sebagai hamba sekarang, maka nanti rakyatnya bisa ditekan sebagai hamba pula, seperti pada masa pemerintahan Salomo.

Lalu Rehabeam berpaling kepada para penasihat barunya, sekelompok anak muda kawan sepermainan. Kelompok yang masih hijau ini bukan hanya memberi jawaban yang berani tetapi juga dengan kata-kata kasar. Mereka berkata, “Ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi” (ay.11). cambuk berduri besi adalah alat penyiksa yang dapat merobek kulit dan meninggalkan luka yang dalam.


Rehabeam lalu menjawab Yerobeam dengan kata-kata dari penasihat barunya yang tak berpengalaman itu. Maka 10 suku itu bereaksi dengan menobatkan Yerobeam sebagai raja. Sudah terlambat saat Rehabeam menyadari bahwa sikap yang kasar bukanlah milik seorang pemimpin.

Kabar Baik 23 Maret 2018


Shalom.

Selalu ada Tuhan untuk anda, saat nampaknya anda berjuang sendiri, sadarilah bahwa Tuhan selalu berjalan didepan, untuk menuntun dan menopang anda, sebab Dialah Allah yang tidak pernah meninggalkan Anda.»IHT«


1 Raja-raja 19:10  Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." 

Ironis sekali seorang pahlawan iman seperti nabi Elia tiba tiba menjadi begitu ketakutan ketika Izebel ingin membunuhnya, ternyata sebab musababnya adalah karena Elia merasa hanya tinggal dia sendirian, padahal Tuhan masih menjaga dan memelihara 100 nabi Tuhan melalui Obaja.

1 Raja-raja 18:4  Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka.

Bahaya sekali jika merasa bahwa semua yang dikerjakan adalah karena hasil jerih payah kita pribadi, sebab masih ada Tuhan, pasangan, keluarga dan sahabat yang menopangnya.

1 Petrus 3:8  Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,

Amen, Tuhan Yesus memberkati.

Saat Teduh 23 Maret 2018 : Tiada Persekutuan Kristen Tanpa Kristus

Markus 14:26-31

Rabu, 21 Maret 2018

Saat Teduh 22 Maret 2018 : Buta Jasmani, Tak Berarti Buta Rohani

Markus 10:46-52



Saat Teduh 21 Maret 2018 : Menjadi Pembesar

Markus 10:35-45

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...