Selasa, 28 November 2017

Kabar Baik 29 Nop 2017



Shalom.

Ketika dunia terasa runtuh, rasa sakit datang mendera, ditambah masalah, tekanan dan penderitaan, apakah pantas kita marah dengan Tuhan?»IHT«

Mazmur 23:4  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 

Dalam situasi demikian hanya ada dua pilihan, fokus pada penderitaan atau fokus pada kasih sayang Tuhan? Jika memilih fokus pada penderitaan akan membuat kita kecewa lalu marah yang menghancurkan harapan dan masa depan kita.

Jika ingin mengubah jalan hidup, fokuslah pada kasih sayangNya, pola pikir dan pandangan hidup kita harus berubah, yakinlah kepada Tuhan bahwa Dia tidak pernah sekalipun meninggalkan kita, sebab kasih sayangnya terbukti sangat luar biasa.

2 Korintus 5:17  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Apapun yang kita alami adalah proses untuk mengenal kasih karuniaNya yang hebat dan dahsyat, semakin dalam kita diproses oleh Dia akan membuat kita mengakar semakin kuat, sampai kita bisa berkata seperti apa yang Ayub katakan.

Ayub 42:5  Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 6  Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Tuhan Yesus memberkati.

Minggu, 26 November 2017

Rrenungan Kristen : Setia kepada Allah



Daniel 4:8-18

Setia kepada Allah

4:8 Pada akhirnya Daniel datang menghadap aku, yakni Daniel yang dinamai Beltsazar t  menurut nama dewaku, dan yang penuh dengan roh para dewa u  yang kudus. Lalu kuceritakan kepadanya mimpi itu: 4:9 Hai Beltsazar, kepala v  orang-orang berilmu 1 ! Aku tahu, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa w  yang kudus, dan bahwa tidak ada rahasia yang sukar bagimu! Sebab itu inilah riwayat penglihatan mimpi yang kudapat, maka ceritakanlah kepadaku maknanya. 4:10 Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku x  itu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon 2  yang sangat tinggi; y  4:11 pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi. z  4:12 Daun-daunnya indah, buahnya berlimpah-limpah, padanya ada makanan bagi semua yang hidup; di bawahnya binatang-binatang di padang mencari tempat bernaung dan di dahan-dahannya a  bersarang burung-burung di udara, dan segala makhluk mendapat makanan dari padanya. 4:13 Kemudian dalam penglihatan yang kudapat di tempat tidurku b  itu tampak seorang penjaga, seorang kudus, c  turun dari langit; 4:14 ia berseru dengan nyaring, demikian katanya: Tebanglah pohon d  itu dan potonglah dahan-dahannya, gugurkanlah daun-daunnya dan hamburkanlah buah-buahnya! Biarlah binatang-binatang lari dari bawahnya dan burung-burung dari dahan-dahannya! e  4:15 Tetapi biarkanlah tunggulnya tinggal di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang; biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan bersama-sama dengan binatang-binatang mendapat bagiannya dari rumput di bumi! 4:16 Biarlah hati manusianya berubah dan diberikan kepadanya hati binatang. Demikianlah berlaku atasnya sampai tujuh masa berlalu 3 . f  4:17 Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi g  berkuasa 4  h  atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil i  sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu. 4:18 Itulah mimpi yang telah kudapat, aku, raja Nebukadnezar; sekarang engkau, Beltsazar, katakanlah kepadaku maknanya, sebab semua orang bijaksana dari kerajaanku tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku; j  tetapi engkaulah yang sanggup, k  karena engkau l  penuh dengan roh para dewa m  yang kudus!"
=====================================================

Kesetiaan Daniel sebagai penasihat raja tidak perlu diragukan lagi. Ia bukan hanya setia pada tugas dan tanggung jawabnya, tetapi juga mencintai Allahnya dengan sepenuh hati, sejak masih hidup di Yehuda hingga dibuang ke negeri Babel. Selain itu, ia penuh dedikasi melaksanakan tugasnya sebagai pelayan raja. Karena itu, ketika Nebukadnezar mengalami masalah, Daniel datang menghadap raja dan menjadi penasihat yang bijaksana (8).

Dalam istana Nebukadnezar, Daniel dikenal dengan nama Beltsazar, yang artinya Bel melindunginya. Meskipun namanya sudah diganti, Daniel masih setia menyembah Allah Israel. Nebukadnezar menyebut Daniel sebagai pribadi yang diurapi oleh roh dewa yang kudus. Sebutan itu membuktikan bahwa Nebukadnezar menganggap Allah Daniel merupakan dewa tertinggi di seluruh Babel (8-9). Dalam konteks inilah, Nebukadnezar menyampaikan mimpi dan penglihatan yang menggelisahkan hatinya kepada Daniel.
Dalam mimpinya, raja melihat sebatang pohon tinggi di tengah bumi dengan daun dan buah yang berlimpah (12). Tampak pula padanya seorang penjaga yang kudus turun dari langit dan memerintahkan agar pohon itu ditebang, namun tunggulnya dibiarkan tetap tinggal di tanah (13-14). Selain itu, penjaga kudus tersebut juga menyatakan bahwa hati manusia akan berubah menjadi hati binatang. Peristiwa itu akan berlangsung selama tujuh tahun lamanya (16).

Jika dicermati dengan baik, mimpi dan penglihatan itu bersifat simbolik yang memiliki kaitan dengan kehidupan Nebukadnezar. Di sini, Tuhan hendak mengingatkan Nebukadnezar bahwa sehebat apa pun kekuasaannya, ia hanya manusia fana yang memiliki keterbatasan. Sedangkan Allah Israel adalah Pribadi yang sempurna dan abadi.

Apakah kita selalu mencari wajah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari? Jika tidak, maka akuilah segala kesalahan kita di hadapan-Nya agar kehidupan kita penuh semangat dan sukacita. Jika iya, tetaplah setia karena segala jerih lelah kita tidak pernah sia-sia. [WSP]

Renungan Pagi 28 Nop 2017



Satu –Satunya

“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit” (1 Tesalonika 4:16).

Setiap unsur dari pemaparan yang menarik hati ini adalah: Tuhan akan datang – bukan seorang utusan, tetapi Tuhan sendiri. Dan Tuhan akan berseru! Dia, tentu saja, telah berseru sebelumnya. Ia berseru di kayu salib ketika Dia telah menyelesaikan perjalanan pengorbanan menyakitkan di tengah-tengah kita, dan Dia berseru di kubur ketika Dia keluar dari kegelapan kematian. Itu adalah seruan pembebasan, yang kedua adalah seruan sukacita, dan ketika Dia kembali, itu akan menjadi seruan pemulihan terakhir sebagaimana Dia secara fisk mengambil kembali umat tebusan.

Ayat kita menyatakan bahwa Dia akan berbicara dengan suara seorang malaikat tertinggi. Satu-satunya sebutan lain dalan Alkitab mengenai malaikat tertinggi itu adalah dalam Yudas 9, yaitu Mikhael (Yesus), malaikat yang tertinggi, menegur Lusifer dengan otoritas yang tinggi pada saat memperebutkan tubuh Musa. Hal ini sama dengan suara penuh kuasa saat kedatangan-Nya yang kedua kali, Dia akan memanggil untuk membangkitkan orang benar yang telah mati dan mengubahkan semua orang setia yang masih hidup.

Sementara ayat ini dilanjutkan, sangkakala Allah berbunyi. Sangkakala dalam Alkitab adalah untuk mengumumkan kedatangan tokoh penting – untuk merayakan awal pesta. Sangkakala itu juga mengumumkan kedatangan figur penting – Raja alam semesta. Hal ini juga adalah tanda dimulainya pesta – pesta besar dan mulia dari kekekalan. Dan itu juga menyatakan kemenangan; kemenangan sempurna dan akhir ketika Anak domba mengalahkan naga – kesempurnaan dari pertentangan besar.

Tetapi sangkakala yang akan berbunyi pada saat kedatangan Kristus, memiliki satu karakteristik yang tidak dapat dilupakan dalam sejarah atau disamakan dengan itu. Sangkakala lainnya tergantung pada kemampuan pendengarnya. Sangkakala ini, bagaimanapun, suaranya (tidak dapat diperkirakan) memenuhi kapasitas; menghasilkan kemampuan suara yang luar biasa. Dan yang mati dalam Kristus akan pertama kali bangkit – tidak menggedor, rusak, terbakar, kembung, atau terikat sebagaimana mereka meninggal, tetapi sepenuhnya dipulihkan menurut gambar Allah.

Ini adalah janji yang layak dinantikan dan harapan yang layak untuk digumuli yang diberikan oleh Allah yang menjadikan kita layak hidup – hari ini, besok, dan sepanjang hidup kita. GBU

Kabar Baik 27 Nop 2017



Shalom.

Kita semua istimewa dimata Tuhan, oleh karena itu perlakukanlah orang lain seperti yang Tuhan inginkan. »IHT«

Matius 7:12  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Hak istimewa yang Tuhan berikan bukan berarti kita bisa melakukan apapun juga dengan sekehendak hati kita, sebab Tuhan mengajarkan, bila mau orang melakukannya bagi kita perlakukanlah terlebih dahulu seperti yang kita inginkan.

1 Timotius 4:12  Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Jadilah teladan dalam hidup ini agar setiap orang bisa melihat dan menikmati keistimewaan yang kita miliki sehingga orang yang melihat menjadi percaya kepada Tuhan, bukan sebaliknya.

Matius 5:14  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Immanuel.

Kamis, 23 November 2017

Renungan Pagi 24 Nop 2017



Oh, Hari Bahagia

“Lihatlah, ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan menatap Dia. Ya, amin” (Wahyu 1:7).

Selain rombongan besar orang benar dibangkitkan pada kedatangan Kristus, ada dua kategori khusus orang mati yang akan dibangkitkan untuk menyaksikan peristiwa mulia ini. Satu kelompok yaitu “semua yang telah mati dalam iman kepada pekabaran malaikat yang ketiga” (Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 672). Artinya, semua orang pada hari-hari terakhir  sejarah bumi menghargai Firman Allah baik yang tidak terpelajar maupun terpelajar. Inilah mereka yang tetap setia meskipun masyarakat menentang ajaran penciptaan, sepuluh perintah, ketidakstabilan jiwa, dan kesucian Sabat hari ketujuh.

Kemudian ada kelompok khusus lain yang akan dibangkitkan untuk menyaksikan kedatangan-Nya – mereka “Yang telah menikam Dia” (Wahyu 1:7). Kristus telah memperingatkan, “Mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk disebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit” (Mat. 26-64). Dengan kata lain, mereka yang bersaksi dusta pada pengadilan-Nya; yang tangannya mengayunkan cambuk mencabit punggung-Nya yang lembut; mulut yang memuntahkan air liur pada wajah-Nya yang berduka; tangannya yang memakaikan karangan bunga duri pada dahi-Nya; dan tangan mereka yang menancapkan paku melalui kaki dan tangan-Nya yang lembut dan kemudian memberikan salib yang berat melewati jalan yang berbatu- mereka akan dibangkitkan untuk menyaksikan kedatangan-Nya yang mulia.

Pilatus yang takut, Herodes bersama orang banyak yang mencomooh, dan  prajurit yang menusuk lambung-Nya akan berada di sana. Orang Saduki yang menganggap akhirat sebagai beban yang berat akan ada di sana. Mereka yang memimpin orang berteriak: “Salibkan Dia, salinkan Dia” sekarang akan bergabung dalam pernyataan malang, “Dia memang Anak Allah, Mesias!”

Apakah sambutan orang tebusan akan sama seperti orang jahat yang gemetar di hadapan keagungan Tuhan? Dengan gembira mereka akan berteriak, “Lihat, ini adalah Allah kita, kita telah lama menantikan-Nya, dan Dia akan menyelamatkan kita. “Oh, hari yang benar-benar bahagia!” Amen.

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...