Minggu, 19 Juni 2016

Kabar Baik 19 Juni 2016

Shalom.

Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat anda berikan, bukan pada apa yang dapat anda peroleh. »Mohandas K. Gandhi«

Lukas 6:38 "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."


Hukum Tuhan selalu terbalik dari hukum dunia, sebab dunia mengajarkan pada kita bila mau dapat banyak! kita harus mengambil banyak, tapi hukum Tuhan mengajarkan hal yang sebaliknya.

Orang kikir mungkin saja menjadi kaya, tapi hampir semua orang kikir wajahnya tidak memiliki sukacita, mereka kehilangan sesuatu yang sangat penting dan berharga yaitu kebahagiaan.

Hari ini beribadahlah pada Tuhan dengan segenap hati, tubuh, jiwa dan roh, berikan semuanya kepadaNya, jangan mencari mujizat, jangan minta sesuatu, tapi berikan pujian, rasa hormat, rasa syukur sebab kasihNya begitu melimpah limpah mengalir dalam hidup kita.


Kiranya kasih karunia Tuhan yang begitu berlimpah limpah menyertai kita semua sepanjang hari ini, selamat hari minggu dan selamat beribadah.

Tuhan Yesus memberkati.

Pdm. LG.Hutagalung

Penolong dan Pelindung yang Setia

Mazmur 71:17-24

Penolong dan Pelindung yang Setia

71:17 Ya Allah, Engkau telah mengajar y  aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu z  yang ajaib; 71:18 juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, a  ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu b  kepada angkatan ini 1 , keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang. c  71:19 Keadilan-Mu, ya Allah, sampai ke langit. d  Engkau yang telah melakukan hal-hal yang besar, e  ya Allah, siapakah seperti Engkau? f  71:20 Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan g  dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan h  aku kembali, dan dari samudera raya bumi i  Engkau akan menaikkan aku kembali. 71:21 Engkau akan menambah kebesaranku j  dan akan berpaling menghibur k  aku. 71:22 Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus l  atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, m  ya Yang Kudus Israel. n  71:23 Bibirku bersorak-sorai o  sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan. p  71:24 Lidahku juga menyebut-nyebut keadilan-Mu sepanjang hari, q  sebab akan mendapat malu dan tersipu-sipu r  orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku s .
===================================================================
Bagi banyak orang, masa tua diharapkan menjadi masa istirahat dan menikmati hasil kerja keras selama ini, masa di mana hidup dengan santai dan tanpa banyak pergumulan. Namun tidak demikian bagi Daud.

Pada masa tuanya, Daud masih mengalami pergumulan yang berat, di mana ada orang-orang yang masih menginginkan kecelakaannya (24). Meski hal itu menyusahkan hati Daud, namun ia tetap yakin Allah tidak melupakannya. Mengapa? Karena ada begitu banyak bukti dari pengalaman Daud bersama dengan Tuhan yang membuktikan bahwa Allah menolong dan melindunginya melewati berbagai kesusahan dan malapetaka (17, 19-21). Jejak-jejak pengalaman Daud ditolong dan dilindungi Allah itu membuat Daud meyakini bahwa Allah yang ia sembah adalah Allah yang setia (22).

Dalam pandangan Daud, Allah itu penolong dan pelindung yang setia. Oleh karena itu, kepada Allah yang demikianlah Daud memohon perlindungan di masa tuanya. Sebagaimana Allah telah memelihara hidupnya dari sejak kecil (17), Daud percaya sampai masa tuanya pun Allah tidak meninggalkannya (18). Karena itu, Daud punya alasan untuk tetap bersorak-sorai dan memuji kesetiaan Allah dalam hidupnya, meski di tengah pergumulan sekalipun (23).
Bagaimana pengenalan kita terhadap Allah? Pengenalan itu mempengaruhi cara pandang dan cara kita menyikapi segala persoalan yang terjadi di dalam hidup kita. Daud mengenal Allah sebagai penolong dan pelindung yang setia melalui perjalanan hidupnya bersama Allah. Karena itu, meski di tengah pergumulan, keyakinannya kepada Allah tidak goyah. Daud bahkan dapat selalu memuji Allah dan kebesaran-Nya di tengah-tengah pergumulannya.


Bagaimana dengan kita? Mari memperdalam pengenalan kita akan Allah. Semakin dalam kita mengenal Allah, semakin dalam pula kita mengenal diri kita. Semakin dalam kita mengenal Allah kita, semakin kuat pula iman kita; sebab kita tahu benar bahwa hidup kita dipelihara dan dilindungi oleh Allah yang setia. [MFS]

Menghadapi Pengajar Sesat

1 Timotius 4:1-16

Menghadapi Pengajar Sesat

4:1 Tetapi Roh b  dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, c  ada orang yang akan murtad 1  lalu mengikuti roh-roh penyesat d  dan ajaran setan-setan 4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap e  mereka. 4:3 Mereka itu melarang orang kawin, f  melarang orang makan makanan g  yang diciptakan h  Allah supaya dengan pengucapan syukur i  dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. 4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik j  dan suatupun tidak ada yang haram, k  jika diterima dengan ucapan syukur, 4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah l  dan oleh doa. 4:6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman m  kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti n  selama ini. 4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng o  nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. p  4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, q  karena mengandung janji, baik untuk hidup ini r  maupun untuk hidup yang akan datang. s  4:9 Perkataan t  ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah u  yang hidup, Juruselamat semua manusia, v  terutama mereka yang percaya. 4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. w  4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah x  karena engkau muda. Jadilah teladan 2  y  bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu z  dan dalam kesucianmu. 4:13 Sementara itu, sampai aku datang a  bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, b  dalam membangun dan dalam mengajar. 4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat c  dan dengan penumpangan tangan d  sidang penatua. e  4:15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan f  dirimu dan semua orang yang mendengar engkau 3 .
========================================================================
Sejak gereja mula-mula terbentuk, umat Allah diperhadapkan dengan pengajar-pengajar sesat, sebagaimana dihadapi oleh Timotius dalam pelayanannya di jemaat Efesus. Paulus memperingatkan Timotius agar berhati-hati dalam mengambil sikap terhadap hal tersebut (6).

Paulus memberitahukan kepada Timotius mengenai ciri-ciri dari para pengajar sesat dan ajarannya (1-3). Pengaruh ajaran askese pada masa itu membuat orang-orang menjauhkan diri dari makanan tertentu, kewajiban selibat, mendengarkan cerita-cerita yang tidak berasal dari Allah (Rm. 14:1-4). Lalu Paulus menegaskan apa yang benar menurut firman Tuhan (4-5, 9) dan menasihati Timotius agar memagari dirinya dan jemaat Efesus dengan ajaran yang benar (6), rajin beribadah dan melayani sesuai karunia (7-9, 14), tetap berjuang dalam kebenaran Allah (10), bertekun dalam firman dan pengajaran (11, 13, 15-16), dan menjadi teladan (12).

Paulus mengingatkan bahwa semua itu perlu dilakukan untuk menangkal pengajaran sesat dan adanya pengharapan yang kita miliki di dalam Allah yang hidup (10b). Tradisi pada masa itu mengajarkan bahwa seseorang yang berusia kurang dari 40 tahun belum layak untuk suatu posisi pimpinan (band. 1Sam. 17:33). Tetapi Paulus meminta Timotius untuk melakukan peran seorang pemimpin yang dewasa, dan bertindak sebagai teladan dalam komunitas. Ketika Timotius dapat melakukan peran itu melalui karunia yang ia miliki, maka dia tidak akan dipandang rendah oleh siapapun; pemberitaannya akan didengarkan sehingga menyelamatkan semua orang yang mendengarkannya (16, band. 2Tim. 3:15).


Umat dan hamba TUHAN harus mempersiapkan diri menghadapi pengajar atau ajaran sesat yang menyusup ke dalam kehidupan persekutuan umat Allah. Bertekunlah dalam pengajaran firman Allah yang benar, beribadah, dan layanilah Allah dengan sungguh, berjuanglah dalam kebenaran dan kekudusan. Jadilah teladan bagi orang-orang di sekitar kita. [MFS]

Selasa, 10 Mei 2016

Pengakuan Kekuasaan Allah

Mazmur 68:19-35

Pengakuan Kekuasaan Allah


Kuasa Allah sangat nyata di dunia, tetapi tidak semua orang mau mengakuinya.
Pemazmur menyampaikan alasan-alasan yang sangat mendasar dan penting untuk membuat kita bukan hanya layak, bahkan wajib mengakui kekuasaan Allah. Pengalaman hidup pemazmur bersama dengan umat telah mengajarkannya bahwa keselamatan secara fisik, rohani, dan keluputannya dari maut merupakan tindakan Allah semata (21, 23). Allah juga meremukkan musuh-musuh-Nya hingga darahnya dijilat oleh anjing-anjing (22, 24).

Allah memimpin Israel keluar dari Mesir, dengan perarakan yang sangat besar. Israel melalui perjalanan itu dengan perarakan, nyanyian, permainan musik, dan rombongan-rombongan dari tiap suku. Israel yang menyadari kekuatan Allah yang telah bertindak bagi mereka menaikkan pujian kepada-Nya (25-29). Allah mengusir binatang-binatang liar, juga orang-orang raksasa yang membahayakan Israel, bahkan membuat orang-orang Mesir memberikan harta kekayaan kepada umat Israel (31-32). Ternyata, kebesaran Allah ini disadari oleh raja-raja dari negeri lain dengan membawa persembahan (30). Kemegahan dan kekuasaan Allah yang nyata atas Israel selayaknya dinyanyikan dan dipujikan oleh seluruh kerajaan-kerajaan di bumi. Allah kita dahsyat bukan hanya dalam tindakan-Nya terhadap Israel, bahkan dalam alam semesta dan di tempat kudus-Nya (33-36).


Perjalanan hidup setiap orang, terlebih umat TUHAN tidak lepas dari campur tangan dan pelbagai perbuatan-Nya yang ajaib dan dahsyat. Apabila seseorang merasa bahwa kehidupannya biasa-biasa saja, maka keadaan di alam semesta pun tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk memungkiri kemahakuasaan TUHAN. Ketika seseorang berada dalam hadirat TUHAN, beribadah di tempat kudus-Nya, kuasa dan kebesaran Allah akan sangat nyata baginya. Semua hal ini lebih dari cukup untuk menjadi landasan bagi setiap orang untuk mengakui kekuasaan Allah, memuji dan membesarkan Dia. Akui dan beritakanlah kekuasaan Allah kepada segala bangsa! [TNT]

Penghapusan Utang = Ingat Masa Lalu

Ulangan 15:1-23

Penghapusan Utang = Ingat Masa Lalu

Israel memperoleh berkat dari TUHAN secara melimpah. Namun masih ada sebagian orang Israel yang kekurangan. Mereka ini dapat meminjam uang atau apapun kepada orang Israel lain yang lebih mapan. Apabila pada tahun ketujuh belum dapat dilunasi, maka bagi orang Israel berlaku penghapusan hutang (1-2). Mereka hanya boleh menagih hutang dari bangsa lain (3). Inilah cara TUHAN untuk meniadakan orang-orang miskin di antara mereka. Bangsa Israel tidak boleh menahan diri untuk memberi pinjaman terhadap saudaranya yang miskin, termasuk ketika mendekati tahun ketujuh (7-8). Demikian juga dalam perbudakan. Seorang budak Ibrani harus diberi kebebasan pada tahun ketujuh, bahkan dibekali dengan limpahnya (12-14). Bila budak itu memilih tinggal menjadi budak, maka dia diberi tanda menjadi budak selama-lamanya (16-17). Orang Israel tidak dirugikan ketika harus melepas budaknya, karena selama 6 tahun sebelumnya budak itu bekerja tanpa dibayar (18).

Israel juga dituntut untuk mempersembahkan anak sulung lembu sapi dan kambing dombanya yang tanpa cacat atau keburukan kepada TUHAN. Persembahan ini harus mereka makan di tempat yang TUHAN tetapkan (19-20). Sementara daging binatang yang kurang layak dipersembahkan dapat dimakan di tempatnya sendiri, tetapi tidak boleh memakan darahnya (21-23). Ketika Israel melakukan hal ini, nyata kesadaran mereka akan berkat TUHAN. Ini menjadi bukti ketaatan mereka mendengar dan melakukan perintah-Nya (4-5). Mereka harus ingat keadaan mereka yang dahulu sebagai budak dan penebusan yang TUHAN berikan kepada mereka (15). Ketaatan mereka disertai janji berkat TUHAN yang membuat Israel secara keseluruhan dapat memberi pinjaman bahkan menguasai banyak bangsa (6).


TUHAN menuntut orang percaya menaati setiap perintah-Nya. Setiap kita menurut berkat yang TUHAN berikan tidak boleh mengeraskan hati untuk menolong sesama yang membutuhkan. Ingat, tanpa pertolongan TUHAN, maka kita bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa! [TNT]

Belajar Takut TUHAN

Ulangan 14:22-29

Belajar Takut TUHAN

Orang Israel akan menetap dan bercocok tanam serta beternak di Tanah Perjanjian. Mereka diingatkan bahwa setiap tahun mereka yang telah memperoleh hasil tanahnya harus mempersembahkan persepuluhan kepada TUHAN secara benar (22). Persembahan ini hanya boleh mereka makan di tempat yang TUHAN tentukan. Tujuannya, belajar takut akan TUHAN (23).
TUHAN mengerti kondisi mereka. Ketika lokasi tempat tinggal mereka terlalu jauh dari tempat yang TUHAN pilih, maka mereka dapat menukarnya dengan uang dulu dan membeli serta memakan apapun yang mereka ingin nikmati di tempat yang TUHAN pilih (24-26). Dalam kesenangan bersama keluarga, mereka wajib berbagi dengan suku Lewi karena mereka tidak memiliki tanah dan pekerjaan lain (27). Pada akhir tahun ketiga, mereka menikmati persepuluhan itu bersama dengan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda di kota masing-masing (28). Ketaatan melakukan hal ini bukan syarat agar diberkati lebih melimpah, melainkan sebagai kesadaran akan berkat TUHAN melalui usaha yang dikerjakan tangan mereka (29).

TUHAN telah memberkati pekerjaan tangan mereka, baik di ladang maupun peternakannya. Saat TUHAN meminta mereka datang ke satu tempat, hal itu menolong mereka untuk menikmati kebersamaan dengan seluruh umat dan bersatu hati di hadapan-Nya. Persembahan yang TUHAN minta bukan untuk TUHAN nikmati, melainkan untuk kesenangan umat-Nya. TUHAN mengingatkan mereka untuk berbagi dengan orang Lewi dan orang-orang yang tidak mampu di antara mereka. Perintah ini bertujuan agar mereka takut akan TUHAN karena adanya kesadaran bahwa Dia sebagai sumber berkat.


Mungkin ada orang percaya masa kini beranggapan bahwa persepuluhan telah ditiadakan dalam gereja. Tetapi, bila kita hidup mengenal TUHAN dengan benar dan takut akan Dia, selayaknya kita tidak hitung-hitungan. Pengenalan dan rasa takut akan TUHAN seharusnya mendorong kita mempersembahkan yang terbaik di hadapan-Nya.

Rabu, 04 Mei 2016

Yang Perlu Diketahui (Edisi Kenaikan Tuhan Yesus)

Kisah Para Rasul 1:6-11

Yang Perlu Diketahui


Sering kali keingintahuan kita dilandasi oleh motivasi yang ada di dalam diri kita untuk sesuatu yang bersifat lahiriah. Hal itu membatasi kemampuan kita untuk memahami kuasa Allah dan gagal melaksanakan tugas panggilan kita.

Murid-murid berharap bahwa segala kesulitan yang pernah mereka alami akan segera berakhir. Hal ini mereka ungkapkan melalui pertanyaan mereka kepada Yesus tentang pemulihan kerajaan Israel (6). Tetapi Yesus menjawab bahwa hal itu ada dalam kuasa Bapa dan mereka tidak perlu mengetahui masa dan waktu-Nya (7). Hal yang perlu mereka ketahui adalah mereka akan menerima kuasa kuasa ilahi dalam pemberitaan Injil, bukan kuasa lahiriah. Dengan kuasa itu, mereka akan menyaksikan Kristus, mulai dari sekitar mereka di Yerusalem, ke tempat yang lebih jauh Yudea, hingga ke ujung bumi (8).

Setelah menyatakan hal itu, Yesus naik ke Sorga (9). Murid-murid sangat takjub dan menikmati peristiwa itu sehingga mereka ditegur oleh seorang berpakaian putih (10). Mereka ditegur karena mereka hanya terpana pada peristiwa-peristiwa spektakuler dan lupa akan tugas mereka sesungguhnya. Mereka disebut sebagai "orang-orang Galilea" untuk mengingatkan tugas yang harus mereka selesaikan, mulai dari daerah kampung halaman mereka.

Kedua orang itu menjelaskan bahwa Yesus akan datang dengan cara yang sama dengan cara-Nya naik ke sorga, yaitu penuh kemuliaan dan dapat dilihat secara konkret (10-11). Oleh karena itu, kita juga tidak perlu membuang waktu menikmati kemegahan peristiwa kenaikan Yesus. Sebab, kepastian akan kedatangan-Nya yang mulia tidak terelakkan. Tugas kita adalah segera beritakan Injil.

Orang percaya tidak perlu mengetahui segala hal yang belum disingkapkan melalui firman-Nya. Tetapi, kita harus mengetahui tentang kasih karunia yang menyelamatkan kita. TUHAN sudah memperlengkapi kita dengan kuasa-Nya dan Ia segera datang kembali. Karena itu, beritakan Injil mulai dari sekitar kita hingga ke tempat yang lebih jauh dan ke seluruh dunia! [TNT]

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...