Selasa, 08 Mei 2018

Saat Teduh 8 Mei 2018 : Hubungan Antara Yesus dan Daud


Markus 12:35-37

Hubungan Antara Yesus dan Daud

12:35 Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, s  Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? t  12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus u  berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. v  12:37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak w  yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.
=================================================

Para ahli Taurat percaya bahwa Mesias adalah keturunan Daud. Dalam tulisan-tulisan para rabi, Mesias selalu disebut dengan gelar "anak Daud". Yesus pun dipanggil dengan gelar tersebut (lih. Mrk. 10:46-52). Itu bukan hal yang salah, tetapi dalam bacaan hari ini, Yesus tampaknya hendak mengoreksi gelar "anak Daud" yang disematkan kepada diri-Nya.

Gelar "anak Daud" bersifat sangat politis. Raja Daud memang sukses sebagai penguasa. Dia berhasil menyatukan seluruh Israel. Sejak masa pemerintahannya, Israel mulai diperhitungkan bangsa-bangsa di sekitarnya. Tidak mengherankan ketika kejayaan Israel merosot, bangsa Yahudi sangat mengharapkan kehadiran keturunan Daud yang akan mengembalikan kejayaan Israel. Sehingga zaman keemasan akan kembali dan bangsa Israel akan diperhitungkan lagi di tengah percaturan politik bangsa-bangsa. Anak Daud yang diidam-idamkan tentu saja merupakan seorang politisi ulung, panglima yang tak terkalahkan, dan raja di atas segala raja. Gelar "anak Daud" menjadi sangat bernuansa duniawi, militer, dan politis.

Dengan mempertanyakan perihal gelar "anak Daud", Yesus tentu tidak menyepelekan gelar itu. Kenyataannya, secara hukum Dia memang keturunan Daud karena Yusuf memang keturunan Daud. Namun, gelar itu tidak begitu memadai lagi dan memang tidak tepat!

Dengan mengajukan pertanyaan mengenai gelar "anak Daud", Yesus berusaha menyadarkan bangsa-Nya agar mereka meninggalkan pandangan tentang Mesias yang akan membebaskan Israel dari penjajahan Romawi. Ia ingin mereka melihat-Nya sebagai Tuhan dalam hati dan kehidupan manusia.
Menurut Stefan Leks, melalui ajakan kasih itu, Yesus sesungguhnya menegur: "Demikian picikkah pemahaman kalian mengenal Allah? Tuan dari Daud mau kalian jadikan sekadar panglima perang saja? O, betapa menyedihkan!" Dengan ajaran ini, Yesus juga mengingatkan kita untuk membebaskan diri dari pandangan sempit mengenai Allah. [YM]

Rabu, 02 Mei 2018

Kabar Baik 3 Mei 2018

Shalom
Bulan madu kedua bukan hanya untuk kebahagiaan suami istri, melainkan juga seluruh keluarga. »IHT«
Amsal 5:18  Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu.
Jangan salah tafsir, pengertian istri muda dengan istri masa muda sangat berbeda jauh, sebab istri muda berarti istri yang didapat setelah istri pertama, sedang istri masa muda ialah istri pertama yang dinikahi dimasa masih muda.
Keluarga berbahagia dan diberkati Tuhan adalah keluarga yang senantiasa penuh dengan damai sejahtera dan sukacita sebab keluarga ini hidupnya takut akan Tuhan, senantiasa berjalan dalam kebenaran Kristus.
Yoel 2:24  Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.
Bulan madu kedua menjelaskan tentang rumah tangga yang bisa mempertahankan keharmonisan keluarganya, tetap bisa menikmati suasana rumah tangga yang indah dan harmonis, penuh cinta kasih yang terpelihara sempurna sejak awal dari pernikahannya.
Kidung Agung 4:10  Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.
Suami istri yang penuh minyak dan anggur, membuahkan keluarga yang sehat, penuh kasih sayang dan cinta kasih, anak, cucu bahkan seluruh keluarga besar menjadi berbahagia.
Tuhan Yesus memberkati.

Saat Teduh 3 Mei 2018 : Bahaya Keseragaman


========================================================

Selasa, 01 Mei 2018

Saat Teduh 2 Mei 2018 : Harapan di Tengah Penderitaan

Mazmur 12



Kabar Baik 2 Mei 2018


Shalom.
 
Rancangan Tuhan dalam hidup anda bukan hanya untuk bekerja & melayani, akan tetapi juga untuk menikmati hidup ini.»IHT«

Matius 11:19  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

Bila anda begitu tegang dan merasa hidup itu terlalu susah, mungkin anda kurang mengerti, bahwa dalam segala kesusahanpun bila mau masih bisa di nikmati.

Yesus dengan pelayanan yang paling intensifpun dalam menjalani kehidupanNya Dia tetap bisa menikmati hidupNya.

Ketahuilah!, kitapun butuh relaksasi yang bisa membangun energi dan semangat yang baru, jika kita terlalu serius dalam bekerja untuk memperoleh hasil, maka kita akan cepat lelah dan cepat tua, kata orang boros, usia dan penampilan kita tidak sesuai.

Amsal 17:22  Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Kita butuh hiburan yang segar, agar bisa tertawa untuk mengendurkan otot otot yang tegang, jadi selagi bisa tertawalah sebebas bebasnya sekarang juga.

Riset membuktikan ketika kita tertawa jumlah T Sel dan imunitas tubuh kita akan meningkat, tentunya daya tahan tubuh kita menjadi lebih mampu untuk menangkal segala macam virus dan penyakit.

Jika kita mau mengalami kebaikan, ikutlah teladan Yesus, hidupNya begitu sempurna, sehingga kitapun pasti akan disempurnakan seperti Dia.

Tuhan Yesus memberkati.
---
I LG Hutagalung,

Kabar Baik 1 Mei 2018


Shalom.

Untuk bersukacita atau berbahagia anda tidak perlu persetujuan orang lain, anda bisa melakukannya seperti yang anda mau, sekalipun anda belum memperoleh pengakuan dari orang lain. »IHT«

Filipi 1:18  Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,

Ada orang yang sulit menikmati kebahagiaan dan sukacita dalam hidupnya sebab menunggu opini dari orang lain, sedangkan dalam pergaulan kita sering mendapati kejujuran dan ketulusan sangat bias dan sulit di prediksi.

Amsal 14:13  Di dalam tertawa pun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan.

Manusia jaman now memang ironis, keegoisan meningkat tajam, mereka tidak peduli satu sama lain, bahkan antara adik dan kakak, antara anak dan orang tuapun, antara sesama keluarga dan temanpun bisa saling "makan", kejujuran dan ketulusan hati sudah menjadi barang langka.

2 Timotius 3:1-4  Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 

tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.


Namun demikian apakah kita tidak bisa berbahagia? Jangan menunggu penilaian orang lain, ketahuilah Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, kasih sayangNya begitu berlimpah, selalu baru setiap pagi.

Ratapan 3:22-23  Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Tuhan Yesus memberkati.
---
I LG. Hutagalung,

Saat Teduh 1 Mei 2018 : Hati-hatilah Terhadap Ahli Taurat


Markus 12:38-40

12:38 Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, 12:39 yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, x  12:40 yang menelan rumah janda-janda 2 , sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

=====================================================
Kata-kata Yesus mengenai para ahli Taurat memang keras. Tetapi, bukan tanpa dasar. Kecaman Yesus itu bertolak pada kenyataan bahwa para ahli Taurat sibuk mengajarkan Taurat, tetapi tidak melakukannya. Mereka jago ngomong, tetapi kopong.

Kata "suka" yang dipakai Yesus menyiratkan bahwa kegiatan agama itu dilakukan bukan untuk menyenangkan Allah, tetapi menyenangkan diri sendiri, bahkan menjadi kegemaran rutin. Ibadah telah menjadi hobi pemuas emosi. Yang penting hati senang.

Ibadah macam begini membuat orang jauh dari realitas. Bahkan, sikap hidup hariannya bisa sangat berbeda. Tengoklah catatan Markus selanjutnya: "Mereka menelan rumah janda-janda..." (40). Menurut Stefan Leks, hidup para ahli Taurat pada masa itu disubsidi sehingga mereka dilarang memungut biaya dari murid-murid mereka. Kadang beberapa di antara mereka terpaksa hidup miskin dan mengemis untuk mempertahankan hidup. Karena itu, dianjurkan agar mereka diterima dengan ramah oleh keluarga-keluarga kaya. Banyak orang kaya menyerahkan administrasi kekayaannya kepada ahli Taurat sehingga mudah terjadi penyalahgunaan wewenang. Kecaman Yesus ini berkaitan dengan penyalahgunaan keramahtamahan yang ditujukan kepada para ahli Taurat.

Lebih gawat lagi, mereka menjadikan ibadah sebagai topeng untuk menutupi kejahatan mereka (40). Yesus tidak ingin para murid-Nya mengikuti jejak mereka. Ia menekankan pentingnya keselarasan kata dan karya. Yesus mewajibkan para murid-Nya mewujudkan ucapan mereka dalam tindakan.
Tak mudah menyelaraskan tindakan dan omongan. Namun, inilah panggilan pengikut Kristus: membicarakan apa yang dilakukan dan melakukan apa yang dibicarakan sebagaimana Kristus. Yesus begitu berwibawa di mata orang-orang sezamannya karena perbuatan-Nya merupakan perwujudan dari ucapan-Nya. Tidak lebih, tidak kurang. Ia ingin setiap orang yang percaya kepada-Nya mengikuti jejak-Nya. [YM]

Baca Gali Alkitab 1
Markus 12
Pertanyaan mengenai kuasa Yesus yang diajukan oleh para pemimpin Yahudi sebelumnya membuat Yesus mengisahkan perumpamaan tentang penggarap kebun anggur. Namun mereka belum sadar juga. Masih banyak pertanyaan yang mereka ajukan pada Yesus.
Apa saja yang Anda baca?
1. Anggur menggambarkan hubungan Allah dengan umat-Nya?
2. Apa yang Yesus maksud ketika berkata, "Berikanlah kepada Kaisar...dan kepada Allah....!" (16-17)?
3. Mengapa Yesus menyebut orang Saduki sesat (24-25)? Apa yang harus mereka ketahui tentang Allah?
4. Apa yang Yesus ajarkan tentang kehidupan surga (bdk. 1Kor. 15:49)?
5. Bagaimana relasi hukum pertama dan hukum kedua (30-31)?
6. Apa artinya menyebut Yesus sebagai Anak Daud (35)?
7. Apa yang Yesus ajarkan kepada para murid tentang si janda miskin (43-44)?
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana respons pemilik kebun anggur (6) mengajarkan tentang kasih Allah dan makna kedatangan Kristus?
2. Bagaimana penolakan penggarap kebun anggur terhadap anak si pemilik (7-8) mengajar kita tentang hukuman menolak misi Allah?
3. Jenis persembahan macam apa yang Tuhan inginkan?
Apa respons Anda?
1. Bagaimana kita menerapkan perkataan Yesus (16-17) dalam kehidupan praktis?
2. Mengapa kita harus mengasihi orang yang menurut kita tidak layak dikasihi?
3. Bagaimana prinsip kita dalam memberi persembahan selama ini? Bagaimana kisah janda miskin mengubah Anda?
Pokok Doa:
Kiranya Tuhan menolong mereka yang ragu akan ketuhanan dan kuasa Yesus agar mereka beroleh pencerahan dari Allah.

---
I Salam,

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...