Senin, 08 Januari 2018

Renungan Kristen : Panggilan Pertobatan

Markus 1:14-15

1:14 Sesudah Yohanes r  ditangkap datanglah Yesus ke Galilea s  memberitakan Injil Allah 1 , t  1:15 kata-Nya: "Waktunya telah genap; u  Kerajaan Allah 2  sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah v  kepada Injil! w "
================================================================


Ketika seorang pencuri berpikir untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya, seorang pembohong jera dan bertekad untuk berlaku dan berkata jujur, seorang pembunuh berpikir bahwa yang dilakukannya tidak baik, dan seorang yang acuh tak acuh menyadari bahwa apa yang yang dilakukannya tidak semestinya, jelaslah bahwa semua orang ini memikirkan sebuah perubahan.

Perubahan dari dalam diri sendiri, yang dimulai dari pikiran, yaitu tekad untuk berbalik arah, lalu hal tersebut mendorongnya untuk tidak lagi melakukan kebiasaan yang selama in mendarah daging dalam dirinya. Inilah yang dinamakan pertobatan. Pertobatan adalah keadaan di mana seorang berdosa menyesal karena perbuatannya oleh Roh Kudus dalam dirinya. Kemudian ia mengubah pikirannya, berbalik dari kesalahannya dan menujukkan pikirannya kepada Allah.

Seruan Yesus di Galilea adalah "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil" (1:15). Kata waktunya telah genap berarti bahwa kehadiran Yesus Orang Nazaret di bumi ini telah menggenapi nubuat para nabi tentang kedatangan-Nya ke dalam dunia ini. Kerajaan Allah sudah dekat, bahwasannya Kerajaan Allah tersebut bersifat hic et nunc 'kini dan di sini', di bumi yang kita pijak dan sekarang ini, bukan di surga nanti. Untuk itu kita dipanggil untuk bertobat dan berubah dari kehidupan sebelumnya dan percaya kepada Yesus. Sebab kata Yunani yang diterjemahkan dengan Injil di sini berarti Kabar Baik. Inilah identitas Yesus yang sejati. Yesus adalah kabar baik bagi dunia ini!


Seruan pertobatan tidak hanya ditujukan kepada para penjahat kelas kakap, tetapi juga untuk semua orang. Sebab memang tidak ada manusia sempurna. Semuanya perlu diperbarui. Semua orang perlu bertobat! Bertobat bukan hanya karena telah melakukan kejahatan saja. Namun, bertobat karena manusia-ini yang paling banyak-sering tidak mau melakukan kebaikan. Di sini soalnya: bukan tidak mampu berbuat baik, tetapi tidak mau. Karena itu, bertobatlah! [KFT]

Renungan Kristen : Niscaya vs Mustahil

Yohanes 1:43-51

1:43 Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, e  dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku! f " 1:44 Filipus itu berasal dari Betsaida, g  kota Andreas dan Petrus. 1:45 Filipus bertemu dengan Natanael h  dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat i  dan oleh para nabi, j  yaitu Yesus, anak Yusuf k  dari Nazaret. l " 1:46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret? m " 1:47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel n  sejati, tidak ada kepalsuan o  di dalamnya!" 1:48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." 1:49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, p  Engkau Anak Allah, q  Engkau Raja orang Israel! r " 1:50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." 1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka 1  s  dan malaikat-malaikat Allah turun naik t  kepada Anak Manusia. u "
=================================================================

Injil Yohanes menjelaskan bahwa Yesus memilih dan memanggil murid-murid-Nya dengan cara yang berbeda-beda. Contohnya, Yohanes mengajak Andreas, Petrus diajak oleh saudaranya, dan Filipus yang dipanggil secara langsung oleh Yesus, ketika Ia datang ke Galilea (43).

Apakah mungkin Yesus telah membuat perencanaan terlebih dahulu sebelum ia memilih para pengikut-Nya dan memanggil Filipus untuk mengikuti-Nya? Filipus agaknya sudah mengetahui identitas kemesiasan Yesus sehingga ketika bertemu Natanael, Filipus dengan yakin mengatakan bahwa ia telah menemukan Juru Selamat (44-45)? Kenyataannya, bukan Filipus yang berinisiatif untuk bertemu Yesus, sebaliknya Yesuslah yang berinisiatif untuk ditemukan oleh Filipus.

Ucapan Filipus ditanggapi secara sinis dan dingin oleh Natanael (46). Nada ucapan Natanael menunjukkan adanya keraguan dan tanda keberatannya terhadap pernyataan Filipus bahwa Yesus adalah Mesias. Namun, Filipus sangat yakin dengan apa yang dilihatnya sehingga ia menantang balik Natanael untuk membuktikan siapakah yang benar (47a).

Ternyata Filipus yang benar. Yesus sendiri mempertegas perkataan Filipus, meskipun dengan cara yang berbeda. Kalau Natanael meragukan daerah Nazaret akan menghasilkan orang-orang yang berpotensi, Yesus menyatakan pujian untuk mengungkapkan isi hati Natanael sebagai Israel yang sejati (47b). Dengan nada heran dan kaget, Natanael menanyakan bagaimana Yesus bisa mengetahui isi hatinya (48a). Alhasil, jawaban Yesus yang membawa Natanael sujud menyembah dan mengakui-Nya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan Raja Israel (49).


Mungkinkah ini adalah tanda bahwa orang yang selalu bergumul dengan Allah akan melihat banyak keajaiban yang tidak pernah dibayangkannya, dan tidak pernah terbesit sedikit pun dalam pikirannya? Apakah mungkin kita juga dapat melihat banyak hal ajaib seperti perkataan Yesus dalam ayat 50-51? Mungkin mustahil bagi manusia, tetapi bagi Allah hal itu adalah suatu kepastian. [YT]

Renungan Kristen : Tahan Digoda?

Markus 1:12-13

1:12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. 1:13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari p  lamanya, dicobai oleh Iblis 1 . q  Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.

=================================
Apa saja godaan yang menerpa manusia? Umum yang kita dengar adalah harta, takhta, dan wanita. Dari dahulu hingga kini, bahkan untuk seterusnya, mungkin ketiga hal itu akan terus menjadi godaan. Harta menjadi godaan bukan hanya bagi orang yang kekurangan saja, tetapi juga bagi orang kaya karena ketidakpuasan dalam hidupnya. Takhta mengingatkan kita kepada ego dan harga diri seseorang. Kehormatan dan penghargaan seakan-akan menjadi kebutuhan orang yang mempunyai jabatan penting. Lantas wanita? Mengapa jadi godaan ya? Mungkin karena wanita itu indah.

Yesus-Allah yang menjadi manusia-juga mengalami godaan di awal tugasnya menjalankan misi Allah dalam dunia ini. Godaan itu berasa dari Si Iblis. Ada tiga godaan: mengubah batu menjadi roti, menjatuhkan diri ke bawah dari bubungan Bait Allah, dan memberikan seisi dunia kepada Yesus. Kondisi jasmani Yesus saat itu sedang lemah karena dalam keadaan berpuasa. Ia merasakan lapar dan haus. Roti dapat memuaskan rasa lapar, menjatuhkan diri dapat dianggap sebagai pembuktian ada kuasa dalam diri Yesus, dan seluruh dunia menjadi tantangan bahwa seakan-akan Iblis menjadi pemilik dunia ini. Akan tetapi, Yesus menghardik Si Iblis dengan berkata: "Enyahlah iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu dan hanya kepada Dialah engkau berbakti" (Mat. 4: 10).

Perlu kita renungkan bagaimana caranya agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan? Satu kalimat dalam Doa Bapa Kami: "...dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan...." Ya! Cara yang utama adalah berdoa. Dengan berdoa maka kekuatan Tuhan yang kita pakai untuk menolak semua godaan yang datang menghampiri kita. Sebab terbatas kemampuan dan kekuatan kita untuk menghadapi godaan tersebut.


Mari kita andalkan Tuhan agar tidak terseret dalam arus pencobaan. Sekali kita mampu menolak godaan, berlipat ganda kekuatan dalam diri kita untuk menolak godaan-godaan selanjutnya. Dan itu hanya mungkin dengan pertolongan Tuhan. [KFT]

Kabar Baik 9 Januari 2018

Shalom.

Tidak akan pernah ada pencapaian besar dalam sejarah jika tanpa iman. 
»Wernher Von Braun«.

Ibrani 11:1  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman memvisualisasikan masa depan, tanpa iman kita tidak akan pernah melihat hasil, dibutuhkan iman dari seorang arsitek untuk mendesign secara visual apa yang ada dalam benaknya, butuh iman dari seorang atlet bahwa dia pasti bisa menjadi pemenang, butuh iman dari seorang ilmuwan untuk menemukan sesuatu.

Jadi tanpa iman kita tidak akan bisa menemukan atau melahirkan hal hal yang hebat dalam hidup kita, ini saatnya kita mencetuskan iman yang besar, agar kita bisa mengalami terobosan terobosan yang baru dan dahsyat.

Ibrani 11:6  Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.


Tuhan Yesus memberkati.

Minggu, 07 Januari 2018

Renungan Pagi 8 Januari 2018 : Perintah yang aneh dari Allah

Perintah yang Aneh dari Allah

“Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran” (Kejadian 22:2)

Dapatkah Anda menerima perintah dari Allah yang datang di tengah malaikat untuk mempersembahkan anakmu sebagai korban bakaran? Saya tidak.

Karena kita sudah seringkali mendengar kisah yang meruntuhkan nyali ini. Saya tidak akan mengulangi detail ceritanya. Namun kita sering melewatkan detail geografis dan konteks kisah ini.

Ketika Abraham menerima perintah ini, ia sedang berdiam di Bersyeba (Kej.21:33). Allah menyuruh dia pergi ke Moria. Jika Moria adalah bagian dari Yerusalem, maka Abraham dan Ishak harus menempuh jarak 50 mil (80 km). Alkitab menyebutkan bahwa mereka tiba di tujuan pada hari ketiga. Setelah peristiwa itu, Abraham kembali ke Bersyeba untuk tinggal di sana (Kej. 22:19).

Detil geografis lainnya terdapat dalam Kejadian 23:1-2, yang bercerita tentang Sara yang meninggal pada usia 127 tahun… di sebuah kota bernama Kiryat-Arba, yang belakangan dikenal sebagai Hebron.  “Lalu Abraham datang, meratapi dan menangisinya” (ay 2.).  Jaraknya sekitar 30 mil (48 km) dari Bersyeba tempat Abraham tinggal, ke Hebron.

Alkitab tidak menceritakan bahwa Ishak berada di sana saat penguburan ibunya. Dan kita mendapatkan lagi serpihan detail geografis di pasal 24, bahwa Ishak tinggal di Lahai-Roh (ay.62). Tempat itu dikenal juga sebagai Ain-Gedeirat (atau Ain Qedeis) atau Kedesh, yang letaknya 47 mil (kurang lebih 75 km) di sebelah selatan Bersyeba.

Apakah Anda sudah mendapat gambarannya ? Setelah peristiwa di Gunung  Moria, Abraham kembali ke Bersyeba; Sara meninggal di Hebron, 30 mil sebelah utara Bersyeba, sehingga Abraham harus “datang” atau “pergi” ke sana (kata Ibrani yang dipakai dapat berarti keduanya); dan Ishak tinggal di Lahai-Roi, 47 mil sebelah selatan Bersyeba.

Terlihat jelas bahwa peristiwa itu, keluarga Abraham terpecah-belah. Ia tinggal di Bersyeba, Sara pergi 30 mil ke utara, dan Ishak menjauh hampir 50 mil ke Selatan. Mungkinkah ketaatan Abraham kepada Allah melebihi apa yang dapat ditanggung oleh keluarganya?


Komitmen religious sering berakibat seperti itu, Yesus berkata, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk. 14:26). Seberapa kuat iman… dan kesetiaanmu?

Immanuel.

Renungan Kristen : Diperkenan Allah

Markus 1:9-11

1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret k  di tanah Galilea, dan Ia dibaptis 1  di sungai Yordan oleh Yohanes. l  1:10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati m  turun ke atas-Nya 2 . 1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku n  yang Kukasihi 3 , kepada-Mulah Aku berkenan. o "
==========================================================


Tampilnya Yesus di dunia ini dari awal hingga akhir memperlihatkan kesederhanaan. Tempat lahir yang tidak layak, kehidupan-Nya yang bersahaja, hingga kematian yang tidak sepantasnya. Kata kesederhanaan dalam hal ini dapat diartikan sebagai pengurbanan yang mulia. Selaku Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, hidup layaknya manusia, tahu dan mengalami kesusahan hidup juga seperti manusia.

Yang membedakan Yesus dengan manusia lainnya adalah ketika Yesus dibaptis, maka terkoyaklah langit dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya (10-11). Tentunya sepanjang sejarah Yohanes Pembaptis membaptis setiap orang yang datang kepadanya tidak pernah terjadi hal demikian. Dan hingga kini juga tidak pernah ada yang demikian.

Allah berkenan mengutus anak-Nya yang tunggal untuk melakukan misi penyelamatan dunia, yaitu orang yang percaya kepada-Nya. Allah berkenan terhadap kerendahan hati-Nya yang rela dibaptis oleh manusia yang penuh kelemahan dan ketidaklayakan. Yohanes Pembaptis pun mengakuinya di hadapan Yesus. "Jangan Engkau yang dibaptis, karena akulah yang seharusnya dibaptis oleh Engkau." Tetapi, Yesus menjawab: "Biarlah kita melakukannya untuk menggenapkan firman Allah."

Dengan demikian, Allah Bapa berkenan akan setiap hal yang akan dikerjakan Yesus di dunia ini. Perkenanan Bapa kepada anak-Nya menjadi contoh bagi kita yang mengaku bahwa Yesus adalah guru mulia dan Tuhan kita. Dalam kehidupan kita, dalam hal apakah Allah berkenan kepada kita? Salah satunya adalah kerendahan hati. Sebagaimana Yesus Orang Nazaret kita perlu memperlihatkan kerendahan hati dalam setiap pikiran, tutur kata, dan tindakan.


Merendahkan hati bukanlah perkara mudah. Begitu banyak tantangannya. Ego sering mendorong manusia untuk menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain. Marilah kita kembali belajar seperti Kristus untuk mencari dan mewujudkan kehendak Allah dalam setiap keadaan. Itulah yang diperkenan Allah dari umat pilihan-Nya! [KFT]

Kabar Baik 8 Januari 2018

Shalom.

Keengganan mengambil sebuah tanggung jawab sama dengan mengambil langkah mundur. 
»ps Ester Chim«

Yohanes 6:66  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Kata mundur dan maju menggambarkan situasi dan keadaan hati, kebanyakan orang mau maju jika suasana hatinya cocok bila sedikit saja konflik dengan batinnya mereka langsung undur diri.

Yohanes 6:60  Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

Menjadi hamba Tuhan di gereja harus penuh dedikasi dan pengorbanan, tanpa itu kita pasti gagal, sebab kita tidak dibayar dan memperoleh upah, itu sebabnya lakukan semuanya dengan sukarela dan tulus hati.

Yohanes 6:61  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

Bila kita mulai bersungut sungut karena tidak sesuai dengan keinginan hati kita, maka kita pasti ogah ogahan dalam melayani, padahal ketaatan justru perlu dibuktikan melalui hal hal yang tidak cocok dengan suasana hati kita, bila menunggu hal hal yang cocok baru kita lakukan itu namanya bukan ketaatan.

Ibrani 10:38  Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

Jagalah hati kita, agar tidak ada satupun yang mengundurkan diri dari Tuhan, sebab Dia tidak berkenan pada orang yang mundur, segala apapun tugas yang Tuhan percayakan lakukan dengan segenap hati kita.


Ibrani 10:39  Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Tuhan Yesus memberkati.

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...