Kamis, 04 Januari 2018

Renungan Kristen : Tolonglah Aku, Ya Allahku

Mazmur 3

3:1 Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, a  anaknya. (3-2) Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku 1 ! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; 3:2 (3-3) banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan b  dari pada Allah." Sela 2  3:3 (3-4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai c  yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku 3  dan yang mengangkat kepalaku. d  3:4 (3-5) Dengan nyaring e  aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya f  yang kudus. Sela 3:5 (3-6) Aku membaringkan diri, lalu tidur 4 ; g  aku bangun, h  sebab TUHAN menopang aku! 3:6 (3-7) Aku tidak takut i  kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku. j  3:7 (3-8) Bangkitlah, k  TUHAN, tolonglah aku, l  ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul m  rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi n  orang-orang fasik. 3:8 (3-9) Dari TUHAN datang pertolongan. o  Berkat-Mu p  atas umat-Mu! Sela
==========================================================

Mazmur ini memperlihatkan segala perasaan Daud sewaktu melarikan diri dari istana akibat pemberontakan anaknya Absalom. Perasaannya sungguh campur aduk karena ada kaitan emosional antara ayah dan anak. Di satu sisi ada ketakutan karena jiwanya terancam. Di sisi lain ada kesedihan karena anaknyalah yang menjadi sumber ketakutannya.

Mazmur ini berisi ratapan di hadapan Allah, seruan di tengah kesulitan, penderitaan, ketidakadilan yang dialami oleh orang percaya kepada Allah. Daud memohon pertolongan dan belas kasihan Allah semata, yang diharapkan dapat melepaskannya dari segala penderitaan yang sedang dialaminya. Bahkan karena banyaknya lawan menyerang, seakan-akan Daud merasa: "Apakah mungkin Allah tidak akan menolong, seperti yang dikatakan oleh orang-orang (3)." Apakah mungkin Allah meninggalkannya? Akan tetapi, Daud percaya bahwa Allah akan menolongnya dan tidak akan membiarkannya.

Benarlah bahwa Allah menolongnya. Pengalaman kehidupan Daud sendiri pada masa lalu meyakinkan dirinya akan kesetiaan Tuhan.

Ada dua hal penting dalam mazmur Daud ini. 

Pertama, ketika menghadapi musuh, Daud tidak panik. Dia berkata, "Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku. Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku (6-7)." Begitu dia mengingat Allah yang penuh belas kasihan dalam pengalaman pribadi hidupnya, dia semakin merasakan ketenangan. Dia meyakinkan diri bahwa selepas ia beristirahat akan ada ketenangan baru yang diberikan Allah.

Kedua, Daud menjadi lebih dekat dengan Allah. Ini merupakan hal yang penting. Allah menjadi pembelanya. Dengan pemahaman demikian, Daud memiliki semangat baru dan kembali percaya diri bahwa Allah berada di pihak dirinya.


Sesungguhnya seruan "TUHAN tolonglah aku" muncul karena kepercayaan diri Daud bahwa Allah akan menolongnya. Kalau tidak yakin akan adanya pertolongan mustahil Daud berseru minta pertolongan. Seruan minta tolong sebenarnya merupakan tindakan iman.. [KFT]

Kabar Baik 5 Januari 2018

 
Damai sejahtera Allah, Tuhan kita Yesus Kristus memerintah dalam hati dan pikiran mu.
Amen.
----
Bila anda tidak belajar untuk mematuhi perintah Allah, maka anda akan kehilangan begitu banyak berkat dalam hidup yang Dia punya untuk anda. »IHT«

Ibrani 11:7  Karena iman, maka Nuh, dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan, dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Kepatuhan harus dibangun dari sejak dini, tanpa itu hidup kita pasti akan menjadi semrawut, orang yang tidak patuh pasti tidak disiplin, dan bukan hanya Tuhan, kitapun kuatir dan was was jika ingin mempercayai sesuatu kepada orang yang demikian.

Mari kita koreksi dan intropeksi hidup kita ditahun tahun yang lalu, seberapa besar tingkat kepatuhan kita kepada Tuhan?

Yakobus 2:26  Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Jangan pernah mengaku sebagai orang percaya, apalagi berkata punya iman, sebab tanpa perbuatan didalam kepatuhan terhadap Firman Tuhan, pada hakekatnya kita seperti robot belaka yang bertindak tanpa hati dan perasaan kasih kepada Allah.

Yakobus 2:18  Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

Pembuktian dari iman akan terlihat dari hasil, apapun juga perkataan kita semuanya hanya omdo (omong doang) tanpa bukti nyata yang terlihat dalam buah buah kehidupan kita.

Yakobus 2:20  Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?

Hanya orang bebal yang sering bersungut sungut dan komplain kepada Tuhan, sebab segala hal yang tidak baik yang kita alami adalah buah dari perbuatan kita sendiri.

Yakobus 1:13-15  Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.


Ampuni kami ya Tuhan, kalau kami sering tidak puas, protes dalam segala tindakan dan perbuatan yang tidak dan kurang patuh terhadap FirmanMu, terbukti kami sering kelayapan pindah pindah tenpat ibadah sebab kami mencari sesuatu yang bisa memuaskan kedagingan hati dan bukan membangun kepatuhan ketika kami ditegor oleh sipembawa Firman yang Engkau percayakan, ditahun 2018 ini kami mau patuh dengan membangun dan bertumbuh disatu tempat ibadah, patuh belajar dengan tekun, taat dan setia, agar pohon kehidupan kami bertumbuh dan berbuah lebat.

Tuhan Yesus memberkati.

Rabu, 03 Januari 2018

Renungan Kristen : Apa yang harus Kulakukan?

Mazmur 1

1:1 Berbahagialah orang 1  a  yang tidak berjalan b  menurut nasihat orang fasik 2 , c  yang tidak berdiri di jalan d  orang berdosa, e  dan yang tidak duduk f  dalam kumpulan pencemooh, g  1:2 tetapi yang kesukaannya h  ialah Taurat TUHAN 3 , i  dan yang merenungkan j  Taurat itu siang dan malam 4 . 1:3 Ia seperti pohon, k  yang ditanam di tepi aliran l  air 5 , m  yang menghasilkan buahnya n  pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; o  apa saja yang diperbuatnya berhasil. p  1:4 Bukan demikian orang fasik 6 : mereka seperti sekam q  yang ditiupkan angin. 1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan r  dalam penghakiman, s  begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan t  orang benar; 1:6 sebab TUHAN mengenal u  jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. v
=============================================================

Kata pertama yang kita baca dalam mazmur hari ini adalah "berbahagialah". Bagaimanakah konsep pemikiran kita tentang kebahagiaan? Mungkin seperti ini: hidup yang sangat nyaman, banyak harta, segala yang kita cita-citakan tercapai, semua yang kita inginkan diterima, atau berkeliling Indonesia, bahkan dunia. Atau mungkin kata "berbahagia" itu identik dengan hidup tanpa masalah. Tetapi, apakah ada manusia hidup tanpa memiliki masalah? Tentu tidak! Bahkan orang yang kita anggap bahagia itu bisa saja menganggap hidup kita lebih berbahagia darinya.

Pemazmur menyatakan bahwa orang yang berbahagia mereka yang dapat merasakan sukacita yang diberikan Tuhan di tengah-tengah tantangan hidup. Bagi pemazmur, orang disebut bahagia ketika orang tersebut mengikuti tidak nasihat orang jahat, tidak mencontoh orang berdosa, dan tidak bergaul dengan orang yang menghina Allah (1). Manusia memang saling memengaruhi satu sama lain.

Jika seseorang berada dalam kumpulan orang yang tidak mengenal Tuhan, kemungkinan besar ia cenderung berperilaku seperti orang yang tidak mengenal Tuhan.

Pemazmur membedakannya dengan orang benar, yang merenungkan firman Allah setiap saat (2). Sabda Tuhan menjadi kegemarannya. Ia digambarkan sebagai pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan tidak layu daunnya. Pohon yang berada di tepi aliran air memang tak terlalu sulit dalam mendapatkan air-kebutuhan vital tanaman. Bahkan, dalam keadaan kemarau sekalipun kebutuhan akan air selalu tetap terpenuhi.

Kebahagiaan mungkin saja dirasakan oleh orang yang tidak menaati kehendak Tuhan. Akan tetapi, sifatnya semu, sementara saja, dan tidak kekal. Sebab muara dari jalan hidupnya hanyalah kebinasaan semata. Sedangkan jalan orang benar akan bermuara pada kehidupan kekal karena Tuhan akan senantiasa menjaga dan melindunginya.


Marilah kita melakukan apa yang baik di mata Tuhan dalam segala situasi dan kondisi! Sebab Dia adalah pribadi yang setia dan siap melindungi. [KFT]

Immanuel.

Kabar Baik 4 Januari 2018

Shalom.

Jangan memaksa Tuhan untuk memberi apa yang menurutmu baik, mintalah pada Tuhan apa yang menurut Tuhan baik bagimu. »IHT«

Lukas 15:12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.

Ada banyak orang percaya sering memaksa Tuhan untuk memenuhi kehendaknya, padahal siapa kita? Hanya manusia biasa yang diciptakan Tuhan dari debu tanah.

Yesaya 29:16  Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"?

Jangan mengatur dan memaksa Tuhan untuk menuruti kehendak kita, proses apapun yang Tuhan mau kerjakan dalam hidup kita, terimalah dengan tulus hati dan ucapan syukur.

Yesaya 45:9  Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya:"Apakah yang kaubuat?" atau yang telah dibuatnya: "Engkau tidak punya tangan!"

Jangan pernah berbantah dengan Allah, Dialah Allah Sang Pencipta, ijinkan Dia membentuk kita seturut dengan kehendakNya, maka perkenanan Tuhan turun atas kita semua.

Yesaya 64:8  Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.


Bila selama tahun 2017 kita terlalu memaksa Tuhan, biarlah kiranya ditahun 2018 kita menyerahkan Tubuh, Jiwa & Roh kita kepada kehendak dan rencana Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati

Kunci Mengalami dan Menikmati Janji Tuhan.

Shalom.

Kunci Mengalami dan Menikmati Janji Tuhan.

Yakobus 5:7-11

"Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi."   Yakobus 5:7b

Puji Tuhan!  Hari ini kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan menikmati cerahnya mentari pagi.  Ya...langkah kaki kita telah menapaki hari pertama di tahun yang baru, 2018.  Selamat tinggal tahun 2017, kita sambut tahun baru 2018.  Hingar-bingar pesta kembang api telah usai.  Lembaran tahun 2017 telah kita tutup dan hari ini kita mulai membuka lembaran baru tahun 2018.  Adalah percuma meratapi kegagalan-kegagalan kemarin.  Kini saatnya kita mengarahkan pandangan ke depan dan menata langkah baru seperti yang dilakukan Paulus.  "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah,"  (Filipi 3:13b, 14a).  Mari jadikan tahun 2018 sebagai tahun di mana kita akan mengalami dan menikmati janji Tuhan dalam kehidupan kita.

Ada hal-hal yang harus kita perhatikan untuk meraih janjinya itu:  

Pertama, kita harus punya kesabaran.  Dikatakan,  "Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!"  (Yakobus 5:8).  Sabar berarti tidak lagi mengomel atau bersungut-sungut, apa pun keadaannya.  Kita bisa belajar dari petani,  "...ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi."  Para petani harus sabar menunggu hingga musim panen tiba.  Dalam masa penantian itu bukan berarti petani diam dan berpangku tangan saja.  Sebaliknya mereka tetap bekerja, bahkan lebih keras lagi:  mengairi tanaman, memberi pupuk membersihkan gulma dan juga memberantas hama.  Panas terik, hujan lebat, petir atau halilintar tidak menyurutkan semangatnya!  Ini berbicara tentang keteguhan hati.  Teguh berarti setia, artinya tidak goyah dan tetap fokus pada janji Tuhan, karena pada saatnya kita akan menuai.

Kedua, kita harus bertekun seperti  "...mereka yang telah bertekun;"  (Yakobus 5:11).  Perhatikan hidup Ayub, meski mengalami ujian dan penderitaan yang hebat dan berat, hatinya tetap berpaut kepada Tuhan karena dia tahu bahwa ujian terhadap iman  "...menghasilkan ketekunan."  (Yakobus 1:3).  Karena ketekunannya hidup Ayub dipulihkan secara luar biasa (baca Ayub 42:10).

Mari kita jalani hari-hari di tahun 2018 ini dengan sabar dan tekun, yakinlah Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktuNya.

Tuhan Yesus memberkati.


---

Selasa, 02 Januari 2018

Renungan Kristen : Bijaksanalah di Hadapan Allah

Mazmur 2

2:1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa 1 , mengapa suku-suku bangsa mereka-reka w  perkara yang sia-sia? 2:2 Raja-raja x  dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang y  diurapi-Nya 2 : z  2:3 "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu a  mereka dan membuang tali-tali b  mereka dari pada kita!" 2:4 Dia, yang bersemayam c  di sorga, tertawa; d  Tuhan mengolok-olok mereka. 2:5 Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya e  dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: f  2:6 "Akulah yang telah melantik raja-Ku g  di Sion, h  gunung-Ku i  yang kudus!" 2:7 Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku j  engkau! Engkau telah Kuperanakkan k  pada hari ini 3 . 2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa l  akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu 4 , m  dan ujung bumi n  menjadi kepunyaanmu. 2:9 Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, o  memecahkan p  mereka seperti tembikar q  tukang periuk." 2:10 Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, r  terimalah pengajaran, hai para hakim s  dunia! 2:11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut t  u  dan ciumlah kaki-Nya v  dengan gemetar, w  2:12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya x  menyala. Berbahagialah y  semua orang yang berlindung z  pada-Nya!
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Pernahkah Anda tertawa menyaksikan tingkah laku orang lain? Mungkin karena Anda merasakannya sebagai sesuatu yang lucu atau aneh. Mungkin juga Anda menganggapnya sebagai kebodohan karena menurut Anda semestinya tidak begitu. Dan Anda langsung berhenti karena menyadari hal itu merupakan pelecehan karena telah menganggap rendah orang lain.

Nah, dalam bacaan hari ini kita menyaksikan bagaimana Allah menertawakan manusia. Namun, tindakan ini bukan merupakan pelecehan karena Allah menertawakan kedegilan hati manusia yang berusaha melawan Allah dan orang pilihan-Nya (2). Aneh rasanya manusia mencoba melawan Sang Pencipta. Tetapi itulah yang terjadi. Menanggapi hal itu Allah menegaskan bahwa Ialah yang memilih dan menugaskan orang yang telah dipilih-Nya.

Mazmur ini merupakan mazmur mesianis, sejatinya pula merujuk kepada Mesias yang akan diutus dan diurapi-Nya. Mesias yang akan mengalami tantangan dari lahir hingga mati-Nya. Meskipun demikian, Allah Bapa akan memberikan segala kuasa kepada-Nya (8). Penulis Kitab Ibrani mengutip mazmur ini ketika hendak menjelaskan kemesiasan Yesus Orang Nazaret (Ibr. 1:5, 5:5).

Karena itulah, pemazmur mendorong para raja di bumi untuk bertindak bijaksana di hadapan Allah (10). Para hakim pun didorong tidak hanya mendengarkan kata-katanya sendiri dalam mengambil keputusan dalam sidang pengadilan, tetapi sungguh mau mendengarkan sabda Tuhan sendiri. Para pemimpin dinasihati untuk beribadah kepada Allah. Itu berarti mereka harus mau mengakui dengan tulus keberadaan Allah dan bersedia menyembah-Nya. itu berarti sebagai pemimpin mereka harus bertindak adil terhadap rakyatnya karena rakyat pada dasarnya adalah milik Allah sendiri. Jika pemerintah dunia berbuat semaunya, maka Allah sendiri yang akan menjadi lawan mereka.

Dan melawan Allah sejatinya merupakan kebodohan semata karena Allah sungguh Mahakuasa. Ialah yang menurunkan dan menaikkan para penguasa dunia. [KFT]

Kabar Baik 3 Januari 2018

Shalom.
 
Bila anda tidak belajar untuk mematuhi perintah Allah, maka anda akan kehilangan begitu banyak berkat dalam hidup yang Dia punya untuk anda.»IHT«

Ibrani 11:7  Karena iman, maka Nuh, dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan, dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Kepatuhan harus dibangun dari sejak dini, tanpa itu hidup kita pasti akan menjadi semrawut, orang yang tidak patuh pasti tidak disiplin, dan bukan hanya Tuhan, kitapun kuatir dan was was jika ingin mempercayai sesuatu kepada orang yang demikian.

Mari kita koreksi dan intropeksi hidup kita ditahun tahun yang lalu, seberapa besar tingkat kepatuhan kita kepada Tuhan?

Yakobus 2:26  Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Jangan pernah mengaku sebagai orang percaya, apalagi berkata punya iman, sebab tanpa perbuatan didalam kepatuhan terhadap Firman Tuhan, pada hakekatnya kita seperti robot belaka yang bertindak tanpa hati dan perasaan kasih kepada Allah.

Yakobus 2:18  Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

Pembuktian dari iman akan terlihat dari hasil, apapun juga perkataan kita semuanya hanya omdo (omong doang) tanpa bukti nyata yang terlihat dalam buah buah kehidupan kita.

Yakobus 2:20  Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?

Hanya orang bebal yang sering bersungut sungut dan komplain kepada Tuhan, sebab segala hal yang tidak baik yang kita alami adalah buah dari perbuatan kita sendiri.

Yakobus 1:13-15  Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Ampuni kami ya Tuhan, kalau kami sering tidak puas, protes dalam segala tindakan dan perbuatan yang tidak dan kurang patuh terhadap FirmanMu, terbukti kami sering kelayapan pindah pindah tenpat ibadah sebab kami mencari sesuatu yang bisa memuaskan kedagingan hati dan bukan membangun kepatuhan ketika kami ditegor oleh sipembawa Firman yang Engkau percayakan, ditahun 2018 ini kami mau patuh dengan membangun dan bertumbuh disatu tempat ibadah, patuh belajar dengan tekun, taat dan setia, agar pohon kehidupan kami bertumbuh dan berbuah lebat.


Tuhan Yesus memberkati.

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...