Selasa, 21 Juni 2016

Memperlakukan Saudara Seiman

1 Timotius 5:1-16

Memperlakukan Saudara Seiman

5:1 Janganlah engkau keras g  terhadap orang yang tua, h  melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda i  sebagai saudaramu, 5:2 perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.
Mengenai janda

5:3 Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda. j  5:4 Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek k  mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah. l  5:5 Sedangkan seorang janda yang benar-benar janda, m  yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya kepada Allah n  dan bertekun dalam permohonan dan doa o  siang malam 1 . 5:6 Tetapi seorang janda yang hidup mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup. p  5:7 Peringatkanlah hal-hal ini q  juga kepada janda-janda itu agar mereka hidup dengan tidak bercela. 5:8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad r  dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman. 5:9 Yang didaftarkan 2  sebagai janda, hanyalah mereka yang tidak kurang dari enam puluh tahun, yang hanya satu kali bersuami 5:10 dan yang terbukti telah melakukan pekerjaan s  yang baik, seperti mengasuh anak, memberi tumpangan, t  membasuh kaki u  saudara-saudara seiman, menolong orang yang hidup dalam kesesakan v --pendeknya mereka yang telah menggunakan segala kesempatan untuk berbuat baik. 5:11 Tolaklah pendaftaran janda-janda yang lebih muda. Karena apabila mereka sekali digairahkan oleh keberahian yang menceraikan mereka dari Kristus, mereka itu ingin kawin 5:12 dan dengan memungkiri kesetiaan mereka yang semula kepada-Nya, mereka mendatangkan hukuman atas dirinya. 5:13 Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter w  dan mencampuri soal orang lain x  dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas. 5:14 Karena itu aku mau supaya janda-janda yang muda kawin y  lagi, beroleh anak, memimpin rumah tangganya dan jangan memberi alasan kepada lawan untuk memburuk-burukkan z  nama kita. 5:15 Karena beberapa janda telah tersesat mengikut Iblis. a  5:16 Jika seorang laki-laki atau perempuan yang percaya mempunyai anggota keluarga yang janda, hendaklah ia membantu mereka sehingga mereka jangan menjadi beban bagi jemaat. Dengan demikian jemaat dapat membantu mereka yang benar-benar janda. b
=========================================

Paulus memberikan nasihat praktis kepada Timotius tentang bagaimana memperlakukan saudara seiman. Secara khusus, Paulus menyoroti tentang etika menegur (1-2) dan menghormati serta memelihara (3-16). Paulus menasihati Timotius agar menegor orang tua sebagai bapa, orang muda sebagai saudara, wanita tua sebagai ibu, dan perempuan muda sebagai adik (1-2). Timotius diharapkan menegur mereka dengan kasih yang murni sebagaimana ia memperlakukan anggota keluarganya.

Paulus menasihati Timotius agar menghormati dan mengurus para janda, khususnya mereka yang sudah tua dan tidak mempunyai sanak keluarga (3-5, 9-10). Sedangkan bagi janda-janda yang sudah tua tetapi masih punya anak atau kerabat untuk mengurus, hendaknya diurus oleh anak atau kerabatnya itu (4, 16). Kemudian bagi janda-janda yang masih muda disarankan untuk menikah lagi agar terhindar dari prasangka dan perbuatan yang buruk di kemudian hari (6-7, 11-15).
Timotius sebagai seorang pemimpin memiliki otoritas untuk mengajar dan menegur jemaat, terlebih yang melakukan kesalahan. Tetapi Allah ingin agar teguran yang diberikan kepada masing-masing kelompok usia dalam jemaat, dilakukan sebagaimana hubungan dalam keluarga. Meskipun mereka membutuhkan koreksi, teguran harus dilakukan di dalam kasih yang penuh kemurnian. Pemeliharaan terhadap janda-janda merupakan perintah TUHAN yang tidak dapat diabaikan oleh umat TUHAN (Ul. 10:17-18; Kel. 22:22). Tetapi gereja dan umat harus peka dan mengenali janda yang mana yang sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan, menegaskan tanggungjawab keluarga terhadap para janda, dan menetapkan tindakan gereja terhadap janda yang tidak perlu ditolong secara finansial atau masih muda.


Gereja dan umat TUHAN harus belajar untuk menjalin hubungan termasuk menegur sesama dalam persekutuan dengan kasih dan dalam kemurnian. Pelihara atau berikan teguran kepada janda-janda seturut dengan perintah TUHAN. [MFS]

Kabar Baik 22 Juni 2016

Shalom.

Sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu, musuhnya yang paling besar adalah prasangka dan pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati.

»Caleb Charles«

Pengkhotbah 3:1 "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya."

Bila mengerti kebenaran maka kita tidak akan pernah ngoyok atau memaksakan kehendak sebab segala hal yang terjadi pasti ada waktunya.
 
Menduga duga atau berprasangka buruk terhadap orang lain mengundang permusuhan yang akan merugikan hidup kita.

Kesabaran menantikan Kairos Tuhan akan membangun kerendahan hati dan kesetiaan untuk tetap percaya kepadaNya, bahwa segalanya berasal dari Dia, bagi Dia untuk selama lamanya.

Hidup adalah anugrah dan kasih karunia dari Tuhan, sebab itu bersyukurlah untuk apapun yang sudah Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati.

I Salam,
Pdt. Lisma Jonita Dip.Th
Yayasan Anggur Baru Ministry - Komunitas Kasih Anggur Baru
SK KEMHUNKAM No : AHU-0012926.AH.01.04.Tahun 2015
Equipping people to Know, Grow and Show God Love's.
Rek. Bank Pelayanan : (Mandiri) 108-001-1625564; (BCA) 808-5044-032

Jln. Batu Bintang #7 B. Batrem Kota Dumai |( : 0811-7501009 | Twitter : @YABMinistry

Minggu, 19 Juni 2016

Kabar Baik 20 Juni 2016

Shalom.        
Sebuah batu permata tidak bisa dipoles tanpa gesekan, seperti halnya seorang manusia disempurnakan dengan cobaan hidup. »Pepatah Cina«

Amsal 27:17 "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." 

Nasihat, kritik, celaan, pujian, bagian dari proses gesekan, bila kita tidak tahan atau tergiur kita tidak akan pernah punya masa depan.

Sering di kritik atau dihina, bisa membuat down mental kita atau bisa juga menjadi pemicu kita untuk maju dan berkembang.

Yang paling berbahaya adalah pujian, sebab bisa membuat kita jatuh terjerembab sampai nyungsep habis habisan, herannya manusia lebih suka dipuji ketimbang dikritik, itu sebabnya hanya sedikit orang yang sukses dan berhasil.

Jangan takut dihina, dikritik, dijatuhkan, bahkan dilecehkan, sebab sukses dan keberhasilan kita tidak ditentukan oleh orang lain, tapi diri kita sendiri.

Semua proses cobaan hidup, baik kecil maupun besar tidak akan pernah membuat kita mati! Melainkan membuat kita bangkit dan berhasil.

Bersyukurlah kepadaNya sewaktu kita di proses, sebab kita akan dimuliakan dan ditinggikan, sesungguhnya gesekan itu baik, membuat kita semakin bercahaya, penuh sinar kemuliaan Tuhan. Amen.

~Ps. LG. Hutagalung!

Pemimpin Rohani

1 Timotius 3:1-16

Pemimpin Rohani

3:1 Benarlah perkataan ini: w  "Orang yang menghendaki jabatan penilik x  jemaat 1  menginginkan pekerjaan yang indah." 3:2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat 2 , y  suami dari satu isteri, z  dapat menahan diri, a  bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, b  cakap mengajar c  orang, 3:3 bukan peminum 3 , d  bukan pemarah e  melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, f  3:4 seorang kepala keluarga yang baik 4 , disegani dan dihormati g  oleh anak-anaknya. 3:5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat h  Allah? 3:6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong i  dan kena hukuman j  Iblis. 3:7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik 5  di luar jemaat, k  agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis. l 
Syarat-syarat bagi diaken
3:8 Demikian juga diaken-diaken 6  m  haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur 7 , n  jangan serakah, 3:9 melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani o  yang suci. 3:10 Mereka juga harus diuji p  dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat. 3:11 Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, q  hendaklah dapat menahan diri r  dan dapat dipercayai dalam segala hal. 3:12 Diaken haruslah suami dari satu isteri s  dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. t  3:13 Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.
Jemaat Allah, dasar dan penopang kebenaran
3:14 Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. 3:15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat u  dari Allah v  yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran 8 . 3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia w  ibadah x  kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, y  dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa z  yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan. a "
=========================================================
Pada zaman ini terjadi krisis di berbagai bidang, termasuk krisis kepemimpinan rohani. Banyak pemimpin gereja yang mahir membuat program, organisatoris yang hebat, pengkhotbah hebat, tetapi hidup pribadi dan rumah tangganya, bahkan karakternya menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Paulus mengajarkan kepada Timotius agar tidak sembarangan dalam menentukan pemimpin-pemimpin rohani di tengah jemaat, baik itu penilik jemaat maupun diaken. Ada kualifikasi-kualifikasi yang perlu dipenuhi sebelum orang-orang tersebut ditetapkan sebagai pemimpin jemaat. Pertama, kualifikasi dalam kehidupan pribadi (2-3, 6, 8-10). Calon pemimpin itu perlu memiliki karakter dan kepribadian yang baik dan teruji, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Kedua, kualifikasi dalam kehidupan keluarga (2, 4-5, 11-12). Hal ini sangat penting, sebab jika calon pemimpin itu tidak dapat memimpin keluarganya dengan baik, bagaimana mungkin ia mampu memimpin jemaat Tuhan. Ketiga, kualifikasi dalam kehidupan sosial (7), yaitu si calon pemimpin haruslah merupakan orang yang punya nama baik di luar jemaat.

Mengapa Paulus perlu menekankan kualifikasi-kualifikasi tersebut? Pertama, karena jabatan sebagai pemimpin jemaat adalah pekerjaan yang indah (1) yang berasal dari Allah. Sebab itu, si pemangku jabatan tersebut haruslah orang-orang yang punya keteladanan hidup yang baik, yang menghormati Allah sebagai pemberi jabatan itu dan menghormati sesamanya, yang dilayaninya. Kedua, agar kehidupan dan kepemimpinan yang dijalankan oleh pemimpin rohani tersebut dapat menjadi kesaksian yang baik di tengah masyarakat yang belum mengenal Allah (7, 13).


Jabatan kepemimpin rohani bukan sekadar status di hadapan manusia, tetapi suatu keindahan di hadapan Allah. Kepemimpinan rohani bukan sekadar keahlian atau kehebatan secara manusiawi. Pilihlah orang yang memiliki hati yang takut akan TUHAN dalam segala hal dan dapat membimbing keluarganya di dalam kasih dan kekudusan Allah. [MFS]

Kabar Baik 19 Juni 2016

Shalom.

Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat anda berikan, bukan pada apa yang dapat anda peroleh. »Mohandas K. Gandhi«

Lukas 6:38 "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."


Hukum Tuhan selalu terbalik dari hukum dunia, sebab dunia mengajarkan pada kita bila mau dapat banyak! kita harus mengambil banyak, tapi hukum Tuhan mengajarkan hal yang sebaliknya.

Orang kikir mungkin saja menjadi kaya, tapi hampir semua orang kikir wajahnya tidak memiliki sukacita, mereka kehilangan sesuatu yang sangat penting dan berharga yaitu kebahagiaan.

Hari ini beribadahlah pada Tuhan dengan segenap hati, tubuh, jiwa dan roh, berikan semuanya kepadaNya, jangan mencari mujizat, jangan minta sesuatu, tapi berikan pujian, rasa hormat, rasa syukur sebab kasihNya begitu melimpah limpah mengalir dalam hidup kita.


Kiranya kasih karunia Tuhan yang begitu berlimpah limpah menyertai kita semua sepanjang hari ini, selamat hari minggu dan selamat beribadah.

Tuhan Yesus memberkati.

Pdm. LG.Hutagalung

Penolong dan Pelindung yang Setia

Mazmur 71:17-24

Penolong dan Pelindung yang Setia

71:17 Ya Allah, Engkau telah mengajar y  aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu z  yang ajaib; 71:18 juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, a  ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu b  kepada angkatan ini 1 , keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang. c  71:19 Keadilan-Mu, ya Allah, sampai ke langit. d  Engkau yang telah melakukan hal-hal yang besar, e  ya Allah, siapakah seperti Engkau? f  71:20 Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan g  dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan h  aku kembali, dan dari samudera raya bumi i  Engkau akan menaikkan aku kembali. 71:21 Engkau akan menambah kebesaranku j  dan akan berpaling menghibur k  aku. 71:22 Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus l  atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, m  ya Yang Kudus Israel. n  71:23 Bibirku bersorak-sorai o  sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan. p  71:24 Lidahku juga menyebut-nyebut keadilan-Mu sepanjang hari, q  sebab akan mendapat malu dan tersipu-sipu r  orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku s .
===================================================================
Bagi banyak orang, masa tua diharapkan menjadi masa istirahat dan menikmati hasil kerja keras selama ini, masa di mana hidup dengan santai dan tanpa banyak pergumulan. Namun tidak demikian bagi Daud.

Pada masa tuanya, Daud masih mengalami pergumulan yang berat, di mana ada orang-orang yang masih menginginkan kecelakaannya (24). Meski hal itu menyusahkan hati Daud, namun ia tetap yakin Allah tidak melupakannya. Mengapa? Karena ada begitu banyak bukti dari pengalaman Daud bersama dengan Tuhan yang membuktikan bahwa Allah menolong dan melindunginya melewati berbagai kesusahan dan malapetaka (17, 19-21). Jejak-jejak pengalaman Daud ditolong dan dilindungi Allah itu membuat Daud meyakini bahwa Allah yang ia sembah adalah Allah yang setia (22).

Dalam pandangan Daud, Allah itu penolong dan pelindung yang setia. Oleh karena itu, kepada Allah yang demikianlah Daud memohon perlindungan di masa tuanya. Sebagaimana Allah telah memelihara hidupnya dari sejak kecil (17), Daud percaya sampai masa tuanya pun Allah tidak meninggalkannya (18). Karena itu, Daud punya alasan untuk tetap bersorak-sorai dan memuji kesetiaan Allah dalam hidupnya, meski di tengah pergumulan sekalipun (23).
Bagaimana pengenalan kita terhadap Allah? Pengenalan itu mempengaruhi cara pandang dan cara kita menyikapi segala persoalan yang terjadi di dalam hidup kita. Daud mengenal Allah sebagai penolong dan pelindung yang setia melalui perjalanan hidupnya bersama Allah. Karena itu, meski di tengah pergumulan, keyakinannya kepada Allah tidak goyah. Daud bahkan dapat selalu memuji Allah dan kebesaran-Nya di tengah-tengah pergumulannya.


Bagaimana dengan kita? Mari memperdalam pengenalan kita akan Allah. Semakin dalam kita mengenal Allah, semakin dalam pula kita mengenal diri kita. Semakin dalam kita mengenal Allah kita, semakin kuat pula iman kita; sebab kita tahu benar bahwa hidup kita dipelihara dan dilindungi oleh Allah yang setia. [MFS]

Menghadapi Pengajar Sesat

1 Timotius 4:1-16

Menghadapi Pengajar Sesat

4:1 Tetapi Roh b  dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, c  ada orang yang akan murtad 1  lalu mengikuti roh-roh penyesat d  dan ajaran setan-setan 4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap e  mereka. 4:3 Mereka itu melarang orang kawin, f  melarang orang makan makanan g  yang diciptakan h  Allah supaya dengan pengucapan syukur i  dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. 4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik j  dan suatupun tidak ada yang haram, k  jika diterima dengan ucapan syukur, 4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah l  dan oleh doa. 4:6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman m  kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti n  selama ini. 4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng o  nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. p  4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, q  karena mengandung janji, baik untuk hidup ini r  maupun untuk hidup yang akan datang. s  4:9 Perkataan t  ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah u  yang hidup, Juruselamat semua manusia, v  terutama mereka yang percaya. 4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. w  4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah x  karena engkau muda. Jadilah teladan 2  y  bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu z  dan dalam kesucianmu. 4:13 Sementara itu, sampai aku datang a  bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, b  dalam membangun dan dalam mengajar. 4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat c  dan dengan penumpangan tangan d  sidang penatua. e  4:15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan f  dirimu dan semua orang yang mendengar engkau 3 .
========================================================================
Sejak gereja mula-mula terbentuk, umat Allah diperhadapkan dengan pengajar-pengajar sesat, sebagaimana dihadapi oleh Timotius dalam pelayanannya di jemaat Efesus. Paulus memperingatkan Timotius agar berhati-hati dalam mengambil sikap terhadap hal tersebut (6).

Paulus memberitahukan kepada Timotius mengenai ciri-ciri dari para pengajar sesat dan ajarannya (1-3). Pengaruh ajaran askese pada masa itu membuat orang-orang menjauhkan diri dari makanan tertentu, kewajiban selibat, mendengarkan cerita-cerita yang tidak berasal dari Allah (Rm. 14:1-4). Lalu Paulus menegaskan apa yang benar menurut firman Tuhan (4-5, 9) dan menasihati Timotius agar memagari dirinya dan jemaat Efesus dengan ajaran yang benar (6), rajin beribadah dan melayani sesuai karunia (7-9, 14), tetap berjuang dalam kebenaran Allah (10), bertekun dalam firman dan pengajaran (11, 13, 15-16), dan menjadi teladan (12).

Paulus mengingatkan bahwa semua itu perlu dilakukan untuk menangkal pengajaran sesat dan adanya pengharapan yang kita miliki di dalam Allah yang hidup (10b). Tradisi pada masa itu mengajarkan bahwa seseorang yang berusia kurang dari 40 tahun belum layak untuk suatu posisi pimpinan (band. 1Sam. 17:33). Tetapi Paulus meminta Timotius untuk melakukan peran seorang pemimpin yang dewasa, dan bertindak sebagai teladan dalam komunitas. Ketika Timotius dapat melakukan peran itu melalui karunia yang ia miliki, maka dia tidak akan dipandang rendah oleh siapapun; pemberitaannya akan didengarkan sehingga menyelamatkan semua orang yang mendengarkannya (16, band. 2Tim. 3:15).


Umat dan hamba TUHAN harus mempersiapkan diri menghadapi pengajar atau ajaran sesat yang menyusup ke dalam kehidupan persekutuan umat Allah. Bertekunlah dalam pengajaran firman Allah yang benar, beribadah, dan layanilah Allah dengan sungguh, berjuanglah dalam kebenaran dan kekudusan. Jadilah teladan bagi orang-orang di sekitar kita. [MFS]

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...