Rabu, 24 April 2019

Saat Teduh 25 April 2019 : Pemberian Terbaik


Yohanes 19:38-42

19:38 Sesudah itu Yusuf dari Arimatea--ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi c --meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu. 19:39 Juga Nikodemus d  datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. 19:40 Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan e  dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat f  orang Yahudi bila menguburkan mayat. 19:41 Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru 1  yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. 19:42 Karena hari itu hari persiapan g  orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, h  maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.
=============================================

Pernahkah Anda menghadiri pemakaman seorang pembesar atau orang terpandang? Apa yang Anda lihat di sana? Rumah duka nan megah mungkin dikelilingi karangan bunga indah. Orang-orang penting datang berduyun-duyun guna menyampaikan rasa bela sungkawa. Persediaan makanan dan minuman melimpah. Tentu saja kita masih bisa menambah panjang daftar ini. Mungkin, satu kata bisa mewakili semua: luks alias kemewahan.

Yohanes merekam kejadian menarik dalam peristiwa kematian Yesus. Ada dua orang yang memberikan pemberian terbaik pada saat hari terakhir-Nya. Keduanya adalah pemimpin agama Yahudi. Mereka adalah orang penting. Pertama, Yusuf dari Arimatea, seorang pemimpin dan telah menjadi murid-Nya (38). Kedua, Nikodemus, seorang pemuka agama, yang pernah datang waktu malam kepada Yesus (39). Bentuk pemberian Yusuf adalah meminta kepada Pilatus untuk menurunkan mayat Yesus. Ia ingin mengebumikan Yesus secara layak sebagai bentuk penghormatan pribadi kepada-Nya. Sementara Nikodemus menyatakan pemberian terbaik dengan cara lain. Ia membawa campuran minyak mur dan minyak gaharu kira-kira lima puluh kati beratnya (39). Mereka mengafani mayat Yesus dengan kain linen dan membubuhi-Nya dengan rempah-rempah. Dalam tradisi Yahudi, itu harus dilakukan dalam upacara penguburan (40).

Yesus pun dimakamkan pada sebuah taman. Kuburan itu masih baru karena belum pernah ada orang dimakamkan di situ (41).

Pada akhir hidupnya, Yesus mendapat penghormatan dari para pemimpin Yahudi dan mendapat pemberian terbaik. Mengapa? Pasalnya, Ia telah terlebih dahulu memberikan yang terbaik selama hidup-Nya. Sejak semula, Allah selalu menyediakan yang terbaik bagi kita. Kematian Yesus, Anak Tunggal Allah, adalah salah satu bukti. Bahkan sampai kedatangan-Nya kembali, Allah memberikan tempat terbaik bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Respons terbaik kita sekarang, ”Apa pemberian terbaik kita kepada Allah?”

Doa: Ya Allah, berilah kami kemampuan untuk memberi yang terbaik kepada-Mu. [SA]

Kabar Baik 25 April 2019


Shalom.
 
Penjara jasmani dalam hidup ini bukanlah yang terkejam, melainkan penjara mental dalam pikiran anda.

Roma 14:22  Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

Banyak orang hidupnya menderita sengsara dan sama sekali tidak bisa menikmati hidupnya karena terpenjara mental pikirannya, mereka terkurung oleh relasi dengan orang lain (merasa hutang budi seumur hidupnya), dalam kebiasaan buruk, adat istiadat, dalam kenangan masa lalu yang tidak bisa dilupakan dan masih banyak lagi penyebab lainnya.

Amsal 24:14  Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang. 

Hidup itu pilihan, jika kita salah memilih maka kita akan terbelenggu seumur hidup kita dan anehnya selalu ada orang yang demikian, ....kasihan bukan? setiap hari yang dialaminya hanya ketakutan dan kekuatiran, sama sekali tidak ada kebahagiaan dan kenikmatan dalam hidupnya.

Yohanes 10:9  Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Hari ini Tuhan Yesus menawarkan kepada anda pintu keluar, jadi saran saya keluarlah anda dari penjara mental pikiran yang mendera anda selama ini, temukan padang rumput kehidupan agar kesegaran hidup yang penuh dengan anugerah itu menjadi milik anda.

Yohanes 10:10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Jangan ijinkan Iblis mencurinya lagi, pilihlah Yesus maka kita semua akan dimerdekakan dan memasuki hidup yang berkelimpahan, Dia akan akan menunjukkan pintu keluar kealam merdeka, sehingga kita bebas menata hidup ini sesuai dengan rencana Allah yang begitu luar biasa....haleluya!!!

Tuhan Yesus memberkati.

I Salam,
Lambok Geraldo
Yayasan Anggur Baru Ministry

Selasa, 23 April 2019

Kabar Baik 24 April 2019

Shalom.


 
Kasih adalah tindakan dan prilaku, itu sebabnya Allah bisa memerintahkannya agar kita melakukannya dalam tindakan dan perbuatan.

1 Yohanes 3:18  Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Mudah bilang "aku mengasihimu" namun sulit mempraktekkan Kasih dalam hidup ini, jadi kasih itu bukan teori tapi praktek, bukan hanya sekedar kata kiasan tapi kenyataan.

1 Korintus 13:1  Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

Jaman now kasih itu hanya tinggal teori, hanya formalitas dan dijadikan bahasa gaul, sebab dalam kenyataan hidup kasih itu sangat jauh tertinggal dibelakang segala kepentingan.

1 Korintus 13:2  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 

Kita harus setuju dengan ayat ini, bahwa apapun yang kita miliki baru bisa berguna ketika kita kombinasikan dengan kasih.

1 Korintus 13:3  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Pastikan hati kita dipenuhi oleh kasih, mulai pagi ini kita praktekin dengan tindakan dan perbuatan, maka hidup kita akan semakin indah dan berarti.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Saat Teduh 24 April 2019 : Ketika Allah Tak Menolong


Matius 27:45-66

27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan y  meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku 1 ? z  27:47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." 27:48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, a  lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. 27:49 Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia." 27:50 Yesus berseru pula 2  dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. b  27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci c  terbelah dua 3  dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, d  27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit 4 . 27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus e  dan menampakkan diri kepada banyak orang. 27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga f  Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah. g " 27:55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani h  Dia. 27:56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus. i 
Yesus dikuburkan
27:57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. 27:58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. 27:59 Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, 27:60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya j  yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. 27:61 Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.
Kubur Yesus dijaga
27:62 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, 27:63 dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. k  27:64 Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, l  lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." 27:65 Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga m  bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya." 27:66 Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai n  kubur o  itu dan menjaganya. p 
==================================================

Kesepian di tengah keramaian. Jiwa kehilangan daya. Orang menyalahartikan kata dan perbuatan. Allah seakan membisu atas semua pergumulan. Pernahkah Anda merasakan semua perasaan itu? Pasti saat itu beban hidup Anda terasa berat, bukan?

Mungkin, perasaan itu juga yang dialami Yesus saat disalib. Orang banyak mulai menyangsikan Dia (47-49). Perempuan-perempuan—yang selalu menemani pelayanan-Nya—kini berdiri jauh menatap Dia (55-56). Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi tetap bersikeras menyatakan Dia adalah penyesat (63). Menjelang kematian-Nya, Yesus berseru, ”Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (46). Penderitaan yang begitu menyakitkan membuat Yesus merasa ditinggalkan oleh Allah. Lengkap sudah penderitaan Yesus. Allah Bapa memalingkan wajah-Nya dari Dia.

Kendati demikian, dalam ketakutan, kepala pasukan dan prajurit-prajurit akhirnya mengakui Yesus adalah Anak Allah (54). Yusuf dari Arimatea pun berbaik hati mengambil mayat Yesus. Ia mengafani-Nya dengan kain linen yang putih bersih, kemudian membaringkan-Nya dalam kubur (59-60).

Mengapa Allah Bapa terkesan diam kala Yesus terpaku di kayu salib? Allah Bapa murka dengan dosa yang memisahkan manusia dari-Nya. Keterpisahan itu menyakitkan. Kematian Yesus adalah jembatan agar murka Allah dipadamkan oleh kasih-Nya. Dosa harus dibayar oleh kematian. Yesus telah menjadi penebus manusia. Jadi, tak ada lagi penghalang relasi kita dengan Allah.
Mungkin, kita pernah merasakan seakan Allah tak bersegera menolong. Pada momen itu, ingatlah seruan Yesus di kayu salib. Sesungguhnya, Allah tidak pernah ingin melihat anak-Nya menderita. Namun, ada kalanya nestapa dan kesesakan harus kita jalani demi penggenapan rencana Allah. Dalam diam, Allah sedang merancangkan sesuatu yang besar. Jadi, bertahan dan bersabarlah!

Doa: Ya Allah, berikan kami ketabahan dan pengertian agar memahami rencana-Mu pada saat Engkau terasa jauh. [SA]

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...