Kamis, 24 Januari 2019

Saat Teduh 30 Jan 2019


Yosua 4

Warisan Terbaik

4:1 Setelah seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan, l  berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian: 4:2 "Pilihlah dari bangsa itu dua belas orang, m  seorang dari tiap-tiap suku, 4:3 dan perintahkanlah kepada mereka, demikian: Angkatlah dua belas batu n  dari sini, dari tengah-tengah sungai Yordan o  ini, dari tempat berjejak kaki para imam itu, bawalah semuanya itu ke seberang dan letakkanlah di tempat kamu akan bermalam nanti malam. p " 4:4 Lalu Yosua memanggil kedua belas orang q  yang ditetapkannya dari orang Israel itu, seorang dari tiap-tiap suku, 4:5 dan Yosua berkata kepada mereka: "Menyeberanglah di depan tabut TUHAN, Allahmu, ke tengah-tengah sungai Yordan, r  dan angkatlah masing-masing sebuah batu ke atas bahumu, menurut bilangan suku orang Israel, 4:6 supaya ini menjadi tanda s  di tengah-tengah kamu. Jika anak-anakmu 1  t  bertanya di kemudian hari: Apakah artinya u  batu-batu ini bagi kamu? 4:7 maka haruslah kamu katakan kepada mereka: Bahwa air sungai Yordan terputus v  di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan w  bagi orang Israel untuk selama-lamanya." 4:8 Maka orang Israel itu melakukan seperti yang diperintahkan Yosua. Mereka mengangkat dua belas batu x  dari tengah-tengah sungai Yordan, y  seperti yang difirmankan TUHAN kepada Yosua, z  menurut jumlah suku Israel. Semuanya itu dibawa merekalah ke seberang, ke tempat bermalam, dan diletakkan di situ. 4:9 Pula Yosua menegakkan dua belas batu a  di tengah-tengah sungai Yordan itu, di tempat bekas berjejak kaki para imam pengangkat tabut perjanjian itu. Batu-batu itu masih ada di sana sampai sekarang. b  4:10 Para imam pengangkat tabut itu tinggal berdiri di tengah-tengah sungai Yordan, sampai selesai dilakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepada Yosua untuk disampaikan kepada bangsa itu, sesuai dengan segala yang diperintahkan Musa kepada Yosua. Maka menyeberanglah bangsa itu dengan cepat-cepat. 4:11 Ketika seluruh bangsa itu selesai menyeberang, maka menyeberanglah tabut TUHAN itu serta para imam di depan mata bangsa itu. 4:12 Juga bani Ruben, c  bani Gad d  dan suku Manasye e  yang setengah itu menyeberang, dengan bersenjata, di depan orang Israel f  itu, seperti yang dikatakan Musa kepada mereka. g  4:13 Kira-kira empat puluh ribu orang yang siap untuk berperang h  menyeberang i  di hadapan TUHAN ke dataran Yerikho untuk berperang. 4:14 Pada waktu itulah TUHAN membesarkan j  nama Yosua di mata seluruh orang Israel, sehingga mereka takut kepadanya, seperti mereka takut kepada Musa seumur hidupnya. 4:15 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian: 4:16 "Perintahkanlah para imam pengangkat tabut hukum k  Allah itu supaya naik dari sungai Yordan." 4:17 Maka Yosua memerintahkan kepada para imam itu, demikian: "Keluarlah dari sungai Yordan." 4:18 Ketika para imam, pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, keluar dari tengah-tengah sungai Yordan, dan baru saja kaki para imam itu dijejakkan di tanah yang kering, maka berbaliklah air sungai Yordan itu ke tempatnya l  dan mengalir seperti dahulu dengan meluap m  sepanjang tepinya. 4:19 Bangsa itu telah keluar dari sungai Yordan pada tanggal sepuluh bulan pertama dan mereka berkemah di Gilgal, n  di batas timur Yerikho. 4:20 Kedua belas batu o  yang diambil dari sungai Yordan itu ditegakkan oleh Yosua di Gilgal. 4:21 Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian: "Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti p  batu-batu ini 2 ? 4:22 maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah q  yang kering! -- 4:23 sebab TUHAN, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyeberang seperti yang telah dilakukan TUHAN, Allahmu, dengan Laut Teberau, yang telah dikeringkan-Nya di depan kita, sampai kita dapat menyeberang, r  4:24 supaya semua bangsa di bumi tahu, s  bahwa kuat t  tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu. u "
=============================================

Pengalaman memiliki warisan, bagi banyak orang, pasti menyenangkan. Ada yang senang karena bentuk warisannya, misalnya, uang, harta, dan sebagainya. Ada juga yang bangga karena warisan itu meninggalkan kenangan, bahkan pelajaran berharga.

Allah memerintahkan agar Yosua memilih dua belas orang sebagai perwakilan dari suku Israel. Mereka ditugasi untuk mengangkat dua belas batu dari sungai Yordan (1-3).Batu-batu itu adalah tanda peringatan perbuatan besar Tuhan tatkala Dia membelah sungai Yordan. Perbuatan ajaib itu membuat bangsa Israel dapat menyeberang (7). Tampaknya, pembaca pertama Kitab Yosua masih dapat melihat batu-batu itu (9). Sepanjang pasal ini, ada sebuah penegasan agar tetap mengingat sejarah. Jika anak-anak Israel bertanya apa arti batu itu, orang Israel harus menjawabnya. Mereka harus menuturkan tentang keajaiban perbuatan Tuhan itu (6, 21).

Pengalaman bersama Allah akan menjadi warisan dan kesaksian bagi keturunan atau generasi selanjutnya. Akan tetapi, sering kali kita mudah melupakannya. Kita kerap melalaikan pekerjaan tangan Tuhan. Bahkan, bisa jadi banyak orang tua tidak lagi mewariskan "harta karun" ini kepada anak-anaknya. Para orang tua mungkin lupa mewariskan kesaksian betapa besar Tuhan lewat karya-Nya. Padahal, inilah warisan terbesar dalam kehidupan ini. Warisan yang menguatkan iman karena Tuhan selalu bekerja dalam sepanjang sejarah.

Tuhan sudah memberikan kepada kita sebuah harta yang tak ternilai harganya. Dia telah mengaruniakan Anak Tunggal-Nya sebagai tebusan dosa dunia. Salib menjadi tanda terbesar perbuatan Allah. Dia nyata dan bertindak dalam sejarah. Dia menganugerahkan keselamatan di dalam Kristus.

Apakah kita sudah menerima harta terbesar itu? Jika sudah, tugas kita selanjutnya adalah mewariskannya kepada generasi berikutnya. Mereka harus mengalami warisan ini. Ini adalah warisan yang harus dimiliki semua umat manusia sepanjang masa.

Doa: Tuhan, saya bersyukur untuk salib-Mu sebagai warisan terbesar dalam hidupku. [RD]

Saat Teduh 29 Jan 2019


Yosua 4

Warisan Terbaik

4:1 Setelah seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan, l  berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian: 4:2 "Pilihlah dari bangsa itu dua belas orang, m  seorang dari tiap-tiap suku, 4:3 dan perintahkanlah kepada mereka, demikian: Angkatlah dua belas batu n  dari sini, dari tengah-tengah sungai Yordan o  ini, dari tempat berjejak kaki para imam itu, bawalah semuanya itu ke seberang dan letakkanlah di tempat kamu akan bermalam nanti malam. p " 4:4 Lalu Yosua memanggil kedua belas orang q  yang ditetapkannya dari orang Israel itu, seorang dari tiap-tiap suku, 4:5 dan Yosua berkata kepada mereka: "Menyeberanglah di depan tabut TUHAN, Allahmu, ke tengah-tengah sungai Yordan, r  dan angkatlah masing-masing sebuah batu ke atas bahumu, menurut bilangan suku orang Israel, 4:6 supaya ini menjadi tanda s  di tengah-tengah kamu. Jika anak-anakmu 1  t  bertanya di kemudian hari: Apakah artinya u  batu-batu ini bagi kamu? 4:7 maka haruslah kamu katakan kepada mereka: Bahwa air sungai Yordan terputus v  di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan w  bagi orang Israel untuk selama-lamanya." 4:8 Maka orang Israel itu melakukan seperti yang diperintahkan Yosua. Mereka mengangkat dua belas batu x  dari tengah-tengah sungai Yordan, y  seperti yang difirmankan TUHAN kepada Yosua, z  menurut jumlah suku Israel. Semuanya itu dibawa merekalah ke seberang, ke tempat bermalam, dan diletakkan di situ. 4:9 Pula Yosua menegakkan dua belas batu a  di tengah-tengah sungai Yordan itu, di tempat bekas berjejak kaki para imam pengangkat tabut perjanjian itu. Batu-batu itu masih ada di sana sampai sekarang. b  4:10 Para imam pengangkat tabut itu tinggal berdiri di tengah-tengah sungai Yordan, sampai selesai dilakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepada Yosua untuk disampaikan kepada bangsa itu, sesuai dengan segala yang diperintahkan Musa kepada Yosua. Maka menyeberanglah bangsa itu dengan cepat-cepat. 4:11 Ketika seluruh bangsa itu selesai menyeberang, maka menyeberanglah tabut TUHAN itu serta para imam di depan mata bangsa itu. 4:12 Juga bani Ruben, c  bani Gad d  dan suku Manasye e  yang setengah itu menyeberang, dengan bersenjata, di depan orang Israel f  itu, seperti yang dikatakan Musa kepada mereka. g  4:13 Kira-kira empat puluh ribu orang yang siap untuk berperang h  menyeberang i  di hadapan TUHAN ke dataran Yerikho untuk berperang. 4:14 Pada waktu itulah TUHAN membesarkan j  nama Yosua di mata seluruh orang Israel, sehingga mereka takut kepadanya, seperti mereka takut kepada Musa seumur hidupnya. 4:15 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian: 4:16 "Perintahkanlah para imam pengangkat tabut hukum k  Allah itu supaya naik dari sungai Yordan." 4:17 Maka Yosua memerintahkan kepada para imam itu, demikian: "Keluarlah dari sungai Yordan." 4:18 Ketika para imam, pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, keluar dari tengah-tengah sungai Yordan, dan baru saja kaki para imam itu dijejakkan di tanah yang kering, maka berbaliklah air sungai Yordan itu ke tempatnya l  dan mengalir seperti dahulu dengan meluap m  sepanjang tepinya. 4:19 Bangsa itu telah keluar dari sungai Yordan pada tanggal sepuluh bulan pertama dan mereka berkemah di Gilgal, n  di batas timur Yerikho. 4:20 Kedua belas batu o  yang diambil dari sungai Yordan itu ditegakkan oleh Yosua di Gilgal. 4:21 Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian: "Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti p  batu-batu ini 2 ? 4:22 maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah q  yang kering! -- 4:23 sebab TUHAN, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyeberang seperti yang telah dilakukan TUHAN, Allahmu, dengan Laut Teberau, yang telah dikeringkan-Nya di depan kita, sampai kita dapat menyeberang, r  4:24 supaya semua bangsa di bumi tahu, s  bahwa kuat t  tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu. u "
=============================================
Pengalaman memiliki warisan, bagi banyak orang, pasti menyenangkan. Ada yang senang karena bentuk warisannya, misalnya, uang, harta, dan sebagainya. Ada juga yang bangga karena warisan itu meninggalkan kenangan, bahkan pelajaran berharga.

Allah memerintahkan agar Yosua memilih dua belas orang sebagai perwakilan dari suku Israel. Mereka ditugasi untuk mengangkat dua belas batu dari sungai Yordan (1-3).Batu-batu itu adalah tanda peringatan perbuatan besar Tuhan tatkala Dia membelah sungai Yordan. Perbuatan ajaib itu membuat bangsa Israel dapat menyeberang (7). Tampaknya, pembaca pertama Kitab Yosua masih dapat melihat batu-batu itu (9). Sepanjang pasal ini, ada sebuah penegasan agar tetap mengingat sejarah. Jika anak-anak Israel bertanya apa arti batu itu, orang Israel harus menjawabnya. Mereka harus menuturkan tentang keajaiban perbuatan Tuhan itu (6, 21).

Pengalaman bersama Allah akan menjadi warisan dan kesaksian bagi keturunan atau generasi selanjutnya. Akan tetapi, sering kali kita mudah melupakannya. Kita kerap melalaikan pekerjaan tangan Tuhan. Bahkan, bisa jadi banyak orang tua tidak lagi mewariskan "harta karun" ini kepada anak-anaknya. Para orang tua mungkin lupa mewariskan kesaksian betapa besar Tuhan lewat karya-Nya. Padahal, inilah warisan terbesar dalam kehidupan ini. Warisan yang menguatkan iman karena Tuhan selalu bekerja dalam sepanjang sejarah.

Tuhan sudah memberikan kepada kita sebuah harta yang tak ternilai harganya. Dia telah mengaruniakan Anak Tunggal-Nya sebagai tebusan dosa dunia. Salib menjadi tanda terbesar perbuatan Allah. Dia nyata dan bertindak dalam sejarah. Dia menganugerahkan keselamatan di dalam Kristus.

Apakah kita sudah menerima harta terbesar itu? Jika sudah, tugas kita selanjutnya adalah mewariskannya kepada generasi berikutnya. Mereka harus mengalami warisan ini. Ini adalah warisan yang harus dimiliki semua umat manusia sepanjang masa.

Doa: Tuhan, saya bersyukur untuk salib-Mu sebagai warisan terbesar dalam hidupku. [RD]

Saat Teduh 28 Jan 2019


Yosua 3:1-17

Dia Masih Allah Yang Sama

3:1 Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, v  dan sampailah mereka ke sungai Yordan, w  maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang. 3:2 Setelah lewat tiga hari, x  para pengatur pasukan y  menjalani seluruh perkemahan, z  3:3 dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian 1  a  TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, b  yang memang suku Lewi, c  maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya-- 3:4 hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta d  panjangnya, janganlah mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu." 3:5 Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu 2 , e  sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan f  yang ajaib di antara kamu." 3:6 Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: "Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu. 3:7 Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: "Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu g  di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, h  demikianlah Aku akan menyertai engkau. 3:8 Maka kauperintahkanlah kepada para imam i  pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu." 3:9 Lalu berkatalah Yosua kepada orang Israel: "Datanglah dekat dan dengarkanlah firman TUHAN, Allahmu." 3:10 Lagi kata Yosua: "Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah j  yang hidup ada di tengah-tengah kamu k  dan bahwa sungguh-sungguh akan dihalau-Nya orang Kanaan, orang Het, l  orang Hewi, orang Feris, m  orang Girgasi, orang Amori dan orang Yebus n  itu dari depan kamu: 3:11 sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi o  berjalan menyeberang di depan kamu, p  masuk ke sungai Yordan. 3:12 Maka sekarang, pilihlah dua belas orang q  dari suku-suku Israel, seorang dari tiap-tiap suku. 3:13 Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, r  berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; s  air yang turun dari hulu t  akan berhenti mengalir menjadi bendungan 3 . u " 3:14 Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian v  itu berjalan di depan w  bangsa itu. 3:15 Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan x , dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu--sungai Yordan itu sebak y  sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai z -- 3:16 maka berhentilah air itu mengalir. a  Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan b , jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, c  sedang air yang turun d  ke Laut Araba e  itu, yakni Laut Asin, f  terputus g  sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho. h  3:17 Tetapi para imam i  pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, j  sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah k  yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.
=============================================
Ketika mengalami penderitaan berkepanjangan, rasa frustrasi mungkin akan menimbulkan banyak pertanyaan dalam benak. Ribuan tanya, bernada protes kepada Tuhan, tiba-tiba meluap dari hati yang sedang merana. Apakah Allah sungguh-sungguh berkuasa?

Masihkah Dia berkuasa? Masih sanggupkah Allah melakukan perbuatan ajaib seperti ketika membebaskan orang Israel dari Mesir? Mampukah Dia menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati? Masihkah Tuhan mengasihiku seperti yang dijamin dalam Alkitab?

Tanpa menunggu waktu lama, Yosua segera memimpin Israel untuk memasuki kota Yerikho. Sungai Yordan terbentang di depan mereka (1). Pada saat itu, airnya sedang meluap (15). Tantangan ini mungkin akan mengingatkan mereka pada pengalaman menyeberangi Laut Teberau. Suatu momen ketika Musa memimpin mereka keluar dari Mesir. Untuk menghadapi ini, Yosua mengatur agar para imam berjalan di depan membawa tabut perjanjian (3). Kemudian, orang Israel akan mengikuti dari belakang dengan jarak kira-kira satu kilometer (4).

Benar saja, pengalaman sama terulang kembali kepada generasi baru ini. Air dari sungai Yordan terputus ketika para imam telah menginjakkan kakinya ke dalam air sungai (15-16). Alhasil, orang Israel berhasil menyeberangi sungai lewat tanah kering (17). Pengalaman ini meneguhkan kembali iman Yosua dan orang Israel. Allah yang mereka sembah tetap sama dan berkuasa-Nya.

Pengalaman Yosua ini mungkin bisa menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan di atas. Alkitab menceritakan bahwa Allah selalu konsisten sejak dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Dia tetaplah Allah penguasa sekaligus pengasih. Dia masih Allah yang sanggup untuk membebaskan umat-Nya (7). Akhirnya, bagian kita adalah menghormati kekudusan Tuhan (4); menjaga kekudusan diri (5); tetap mempercayai Tuhan; dan mengambil langkah iman (15).

Doa: Ya Tuhan, ampunilah jika selama ini saya meragukan pribadi, kuasa, dan kasih-Mu padaku. [IVT]

Saat Teduh 27 Jan 2019


Yosua 5:1-12

Ketaatan di tengah Tantangan

5:1 Ketika semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang Kanaan di tepi laut v  mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air sungai Yordan di depan orang Israel, sampai mereka dapat menyeberang, tawarlah hati w  mereka dan hilanglah semangat mereka menghadapi orang Israel itu. 5:2 Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Buatlah pisau x  dari batu dan sunatlah 1  y  lagi orang Israel itu, untuk kedua kalinya." 5:3 Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan. 5:4 Inilah sebabnya Yosua menyunat mereka: semua orang yang keluar dari Mesir, yakni yang laki-laki, semua prajurit, z  telah mati di padang gurun di tengah jalan, setelah mereka keluar dari Mesir. a  5:5 Sebab, semua orang yang keluar dari Mesir itu telah bersunat, tetapi semua orang yang lahir di padang gurun dalam perjalanan sejak keluar dari Mesir, belum disunat. 5:6 Sebab empat puluh tahun b  lamanya orang Israel itu berjalan melalui padang gurun, c  sampai habis mati seluruh bangsa itu, yakni prajurit yang keluar dari Mesir, yang tidak mendengarkan firman TUHAN. Kepada mereka itu TUHAN telah bersumpah, bahwa Ia tidak akan mengizinkan mereka melihat negeri yang dijanjikan TUHAN dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka akan memberikannya kepada kita, d  suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. e  5:7 Tetapi anak-anak mereka yang telah dijadikan-Nya ganti mereka, mereka itulah yang disunat Yosua, sebab mereka belum bersunat, karena mereka tidak disunat dalam perjalanan. 5:8 Setelah seluruh bangsa itu selesai disunat, maka tinggallah mereka di tempatnya masing-masing di perkemahan itu, sampai mereka sembuh. f  5:9 Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal g  sampai sekarang. 5:10 Sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah h  pada hari yang keempat belas bulan i  itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho. 5:11 Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri j  itu, yakni roti yang tidak beragi k  dan bertih gandum, l  pada hari itu juga. 5:12 Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan. m 
========================================

Yosua memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian. Banyak raja negeri yang menjadi tawar hati mendengar ini. Pasalnya, bangsa Israel mendatangi wilayah itu dengan menembus sungai Yordan yang dikeringkan Tuhan (1). Cerita ini membuat mereka menjadi ciut untuk menghadapi orang Israel.

Angkatan yang memasuki tanah Kanaan merupakan generasi kedua. Mereka lahir di gurun ketika keluar dari perbudakan Mesir (5). Generasi ini berbeda dengan yang pertama, yaitu mereka tidak bersunat. Oleh karena itu, Tuhan memerintahkan Yosua untuk membuat pisau (2) dan menyunat mereka (3).

Bagaimana dengan generasi pertama? Mereka sudah mati dalam perjalanan selama empat puluh tahun di gurun. Tuhan memang melarang mereka melihat negeri yang dijanjikan-Nya karena melanggar firman-Nya (6). Namun, Yosua telah menyunat angkatan yang lahir di padang gurun, sebagai ganti dosa para pendahulu (7). Ini sangat menyenangkan hati-Nya, "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu" (8).

Tuhan menuntut konsistensi ketaatan. Dia mempertahankan sunat sebagai lambang perjanjian dari tiap generasi.

Tuntutan untuk tetap taat akan membuat hidup penuh tantangan. Kita mungkin akan menemukan banyak kesulitan. Namun, aral itu jangan membuat kita takut dan memilih kompromi dalam ketidaktaatan. Kesukaran apa pun yang timbul karena ketaatan, percayalah, Dia pasti menolong. Cepat atau lambat, tangan-Nya akan terulur menyangga.

Musuh ketaatan adalah kompromi. Sederhananya, kompromi berarti menurunkan derajat nilai dari yang seharusnya kita patuhi. Dalam keraguan bercampur hasrat kotor, kita mulai meragukan kebenaran dan mengurangi bobot pengertian tentangnya. Dalam dunia kerja, misalnya, demi mendapat simpati dari atasan, bisa saja, kita mulai "bermain" dengan firman. Kita mulai mencoba melanggar "sedikit" dan melenceng "sedikit". Hingga kita tak sadar sudah menyimpang dari kehendak Allah.

Doa: Tuhan, kami mau konsisten dalam ketaatan. [RD]

Kabar Baik 26 Jan 2019

Shalom.

Anda tidak harus sepakat dengan semua yang anda rasakan, karena tidak semua yang anda rasakan itu benar, jadi jangan baper! »IHT«

Amsal 14:12  Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Tidak semua feeling kita benar, pemikiran kita seringkali salah, intuisi kita sering bercacat cela, jadi kita tidak bisa bergantung pada perasaan jika mau hidup benar dan berbahagia.

Efesus 4:14  sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Orang baper sifatnya pasti seperti kanak kanak, mudah ngambek dan mudah tersinggung, perasaannya sangat sensitif, kegesek sedikit saja langsung tersinggung, hidupnya selalu terombang ambing oleh angin pengajaran palsu, gampang kegesek oleh bisikan Iblis, suka memberontak dan pedendam.

Amsal 27:17  Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Selama anda baper kemanapun anda pergi Tuhan akan mengirimkan gesekan sampai anda lulus ujian perasaan atau mencapai kedewasaan, jadi penulis sarankan jangan anda lari dari proses, sebab jika anda lari...akan semakin lama dan semakin panjang pergumulan dan penderitaan yang anda alami.

Amsal 5:23  Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.
Jadilah bijak dan mengerti kehendak Allah, hidup ini adalah pembelajaran mari kita terima didikan Tuhan agar kita tidak tersesat.

Efesus 4:13  sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
Belajarlah terus melalui proses pembentukan agar kita menjadi dewasa, sebab ajaran yang benar akan menuntun dan membawa kita pada kekekalan, hidup kita diberkati baik dibumi maupun disurga.
--
God bless you

Saat Teduh 26 Jan 2019


Yosua 5:13-15

Tidak Digerakkan oleh Keadaan

5:13 Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki n  berdiri di depannya dengan pedang terhunus o  di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: "Kawankah engkau atau lawan?" 5:14 Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN 1 . Sekarang aku datang." Lalu sujudlah p  Yosua dengan mukanya ke tanah, q  menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?" 5:15 Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus. r " Dan Yosua berbuat demikian.
====================================================
Tugas Yosua selanjutnya adalah menduduki tanah perjanjian itu. Ini bukan tugas mudah karena wilayah itu bukanlah tanah kosong, melainkan berpenghuni.

Yosua mulai turun ke lapangan untuk melihat keadaan. Di dekat Yerikho, dia melihat seorang laki-laki berdiri di depannya sambil menghunus pedang (13).

"Kawankah engkau atau lawan?" selidik Yosua.
"Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara Tuhan. Sekarang aku datang, " jawab laki-laki itu (14).
Pertanyaan Yosua sungguh lumrah. Tingkat kewaspadaan akan meninggi ketika kita memasuki daerah baru dan asing. Kita akan mencurigai orang sebagai lawan atau kawan.

Pada kasus Yosua, dia bertemu dengan seorang lelaki. Momen perjumpaan itu mengingatkan kita kepada Musa kala melihat semak duri berapi. Sama seperti Musa, Panglima Balatentara itu menyuruh Yosua menanggalkan kasutnya karena tempat itu kudus (15).

Apa makna dari peristiwa ini? Kehadiran Panglima Balatentara Tuhan adalah bukti penyertaan Tuhan. Dia tidak hanya menyeberangkan lalu membiarkan, melainkan Dia tetap berada di tengah umat-Nya untuk berperang merebut tanah perjanjian. Dialah Jenderal dari pasukan Israel.

Yosua mewakili kita dalam memandang kehidupan. Kita kerap melihat kenyataan secara dualisme, yaitu kawan dan lawan. Dunia seolah hanya terbagi menjadi dua bagian, seperti, hitam/putih, salah/benar, dan sebagainya.

Padahal, ada perspektif yang lebih besar dari itu, yaitu berdasarkan sudut pandang Allah. Realitas ini harus kita lihat dari kacamata Allah, bukan dimensi biner semata. Keputusan kita ambil bukan karena pertimbangan kawan/lawan, hitam/putih, atau untung/rugi. Sebaliknya, kita harus peka dalam memikirkan pertimbangan dan taat pada pimpinan-Nya. Itulah bukti bahwa kita percaya bahwa Tuhan selalu hadir pada setiap aspek kehidupan ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Saat Teduh 25 Jan 2019


Yosua 6

Ikut Cara Allah

6:1 Dalam pada itu Yerikho 1  s  telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk. 6:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan t  ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. 6:3 Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, 6:4 dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk u  domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. v  6:5 Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya w  dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak x  dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan." 6:6 Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan y  tabut TUHAN." 6:7 Dan kepada bangsa itu dikatakannya: "Majulah, z  kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut a  TUHAN." 6:8 Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjanjian TUHAN mengikut mereka. 6:9 Dan orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup sangkakala dan barisan b  penutup mengikut tabut itu, sedang sangkakala terus-menerus ditiup. 6:10 Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: "Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! --maka kamu harus bersorak. c " 6:11 Demikianlah tabut TUHAN mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di tempat perkemahan itu. 6:12 Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam mengangkat tabut TUHAN. 6:13 Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup. 6:14 Demikianlah pada hari kedua mereka mengelilingi kota itu sekali saja, lalu pulang ke tempat perkemahan. Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya. 6:15 Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali. d  6:16 Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota e  ini kepadamu! 6:17 Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan 2  f  bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal g  itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan h  orang suruhan yang kita suruh. 6:18 Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang i  yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan j  atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya. k  6:19 Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi l  adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN." 6:20 Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; m  segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak n  yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu 3 , lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota o  itu. 6:21 Mereka menumpas p  q  dengan mata pedang segala sesuatu 4  yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai. 6:22 Tetapi kepada kedua orang r  pengintai s  negeri itu Yosua berkata: "Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah ke luar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang telah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya. t " 6:23 Lalu masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa ke luar Rahab dan ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, u  bahkan seluruh kaumnya dibawa mereka ke luar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar perkemahan orang Israel. 6:24 Tetapi kota v  itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi w  ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah x  TUHAN. 6:25 Demikianlah Rahab, perempuan sundal y  itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan z  hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho. a  6:26 Pada waktu itu bersumpahlah b  Yosua, katanya: "Terkutuklah c  di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya! d " 6:27 Dan TUHAN menyertai Yosua e  dan terdengarlah f  kabar tentang dia di seluruh negeri itu.
==========================================
Yerikho telah menutup pintu gerbangnya (1). Kota itu menyelimuti dirinya dengan benteng tebal dan mustahil ditembus oleh orang Israel. Umat Israel memang tidak memiliki teknologi senjata yang canggih. Namun, mereka punya senjata pamungkas, yaitu janji Tuhan. Allah berfirman bahwa Yerikho akan diserahkan kepada Israel (2).

Tuhan selalu punya cara yang ajaib untuk menolong umat-Nya. Alih-alih mengirimkan senjata dan kereta perang, Dia malah menyuruh orang Israel mengelilingi tembok (3-4). Kita mungkin berpikir bahwa ini konyol. Bagaimana mungkin tembok tebal bisa runtuh hanya dengan mengelilinginya?
Mungkin Yosua juga berpikir seperti kita. Tetapi, dalam situasi gamang seperti itu, dia tetap memilih untuk taat dan melakukan apa yang diperintah kepadanya itu.

Apa yang terjadi kemudian? Allah sendiri yang menyerahkan kota itu. Dia meruntuhkan benteng tebal itu dengan ajaib. Bangsa Israel menguasai kota Yerikho setelah mereka menjalankan semua perintah konyol itu. Mereka hanya taat dan selebihnya Tuhan yang bekerja.

Dalam kehidupan, kita pasti pernah berhadapan dengan "tembok Yerikho". Tembok itu bisa berupa masalah, pergumulan, dan pergulatan hidup yang berat. Kita bahkan merasa perkara itu sudah tidak mempunyai jalan keluar. Semua menemukan jalan buntu!

Dalam situasi demikian, apa yang harus kita lakukan? Ini memang pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Semua orang punya pengalaman berbeda, sehingga kita tidak bisa merumuskan apa pun dari itu. Kita hanya bisa seperti Yosua, yaitu menunggu Tuhan yang bekerja. Bagian kita hanyalah taat, walau kita tidak mengerti mengapa kita harus tetap taat.

Namun, percayalah, momen seperti itu akan menumbuhkan iman kita. Iman bergeliat tumbuh ketika ia bertumbukan dengan krisis. Ketika krisis datang menyapa, itu proses bahwa Tuhan sedang membentuk iman kita menjadi semakin teguh.

Doa: Bapa, kami mau taat pada rencana-Mu, meski tampak tidak masuk akal. Ajari kami untut tetap setia dan taat kepada-Mu. [RD]

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...