
MENULIS SURAT KE SURGA
Di sebuah kota kecil di Inggris, ada seorang
pegawai kantor pos yang bernama Fleter. Dia adalah seorang pengantar surat yang
handal, semua surat yang alamatnya kurang jelas atau tulisannya yang kabur
begitu berada di tangannya, tidak ada sepucuk surat pun yang tidak tepat
sasaran. Surat yang seharusnya berstatus mati (harus dikirim kembali ke
pengirim) pun dapat menjadi surat hidup.
Setiap hari Fleter selalu pulang ke rumah
dengan kegembiraan dan bertutur pada istrinya tentang penemuan barunya. Sehabis
makan malam dia selalu menggandeng anak lelaki dan perempuannya ke halaman
depan rumah untuk mendongeng. Begitu cerianya dia bagaikan seorang detektif
yang ulung.
Akan tetapi pada suatu hari yang naas,
anak lelakinya jatuh sakit, ia dilarikan ke rumah sakit untuk diselamatkan,
namun tidak berhasil dan akhirnya meninggal dunia.
Sejak kejadian itu jiwa Fleter juga ikut
mati, setiap hari dia pagi-pagi bangun dari tidur, bagaikan orang yang mimpi
tidur berjalan pergi ke kantor, dia bekerja sambil membisu, sepulang dari
kantor setibanya di rumah ia juga makan dengan bungkam seribu bahasa, dan ia
selalu berada di atas ranjang saat hari masih sore. Hanya istrinya yang
mengetahui bahwa setiap malam dilewati Fleter dengan hanya memandangi
langit-langit, segala hiburan dan nasehat dari sanak keluarga tidak berguna
sama sekali.
Hari Natal sudah dekat, suasana
kegembiraan di sekitarnya masih tidak bisa mengurangi kepedihan dari keluarga
ini. Anak perempuan Fleter yang bernama Maria bersama adiknya sungguh
mendambakan tibanya hari besar ini, akan tetapi sekarang ia sudah tidak lagi
mendambakannya, dia juga tidak ingin melewati hari besar itu lagi karena dia
tahu di hari besar itu ayahnya akan lebih merindukan adiknya, dan akan lebih
sedih.
Hari ini Fleter sedang di depan meja
kerjanya memilah-milah surat, dia memungut sepucuk surat yang beramplop warna
biru tua. Tertulis di situ dengan beberapa huruf besar : “Kirim ke Surga ---
Kepada Nenek”. Saat itu dia berpikir, ini pastilah bukan sembarang orang yang
mampu mengirim surat ini, meskipun Detektif Polo dari Belgia didatangkan kesini
pun pasti akan kehabisan akal. Fleter menggeleng-gelengkan kepala sambil
berpikir hendak mengesampingkan surat itu. Kemudian ia berpikir, tidak masalah
jika dibuka untuk dilihat, mungkin ia bisa membantu. Lalu ia buka surat itu dan
tulisan di dalamnya :
Nenek yang tercinta,
Adik telah meninggal dunia. Aku bersama
ayah dan ibu sangat sedih. Ibu bilang, orang baik jika meninggal akan masuk surga,
adik sekarang sedang bersama dengan Nenek di surga, apakah dia ada mainan?
Kuda-kuda kayu adikku tidak berani aku tunggangi lagi, aku juga tidak bermain
mainan balok kayu lagi, aku khawatir kalau sampai mainan-mainan itu terlihat
oleh ayah, ayah akan bersedih hati. Ayah sekarang ini, tidak pernah berbicara
lagi. Aku senang mendengar dongeng ayah, tapi ayah tidak pernah mau bercerita
lagi. Ada suatu waktu ibu menasehati ayah untuk tidak terlalu bersedih, ayah
bilang, sekarang ini hanya Tuhan-lah yang mampu menolong diri-nya. Nek, dimana
Tuhan berada? Aku harus menemuiNya, aku ingin memohon kepadaNya untuk menolong
ayahku keluar dari kepedihan ini, agar ayah berbahagia lagi, agar ayah mau
berbicara dan bercerita lagi.
Cucumu, Maria.
Hari itu, pulang dari kantor, lampu
jalanan sudah menyala. Fleter dengan langkah cepat pulang ke rumah, dia sudah
tidak lagi memperhatikan bayangan dirinya berjalan, yang sebentar di depan,
lalu menjadi di belakang, karena dia sudah berjalan dengan kepala tegak menatap
ke depan. Dia menginjakkan kaki di atas tangga teras di depan pintu rumahnya,
dan masuk ke rumah.
Dia tertawa seperti dulu terhadap istri
dan anak perempuannya yang menyambut kedatangannya, pelan-pelan tersenyum, dan
suasana kehangatan yang telah lama tidak mereka jumpai itu pun muncul kembali. (yth.HS)
* * * * *
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan
menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang
tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. (Yeremia 33:3)
I Salam,
Komunitas Kasih
Anggur Baru
Jln. Kesehatan Gg.
Sentosa #7 Kota Dumai
( : 0821-72287474
Twitter : @KomunitasKasih