Sabtu, 05 Agustus 2017

Pendalaman Alkitab : Menemukan Yang Terbesar



Ibrani 3:1-6

Menemukan yang Terbesar

3:1 Sebab itu, hai saudara-saudara s  yang kudus 1 , yang mendapat bagian dalam panggilan t  sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar 2  u  yang kita akui, v  yaitu Yesus, 3:2 yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya. w  3:3 Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, x  sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. 3:4 Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu y  ialah Allah. 3:5 Dan Musa memang setia dalam segenap rumah z  Allah sebagai pelayan a  untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, 3:6 tetapi Kristus setia sebagai Anak b  yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya c  ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang d  pada kepercayaan dan pengharapan 3  e  yang kita megahkan.
=================================================================

Hal besar banyak dikejar oleh orang masa kini. Contohnya, besar usahanya, karier politik, ekonomi, gelar, dan lainnya. Hal ini dapat dimaklumi karena hal-hal besar seperti itu berkaitan dengan kekuasaan. Namun, tahukah kita bahwa dalam hidup ini ada hal terutama yang patut dicari dan dikejar?

Dasar pemikiran Surat Ibrani adalah wahyu Allah dinyatakan dalam Kristus dan melalui anak tunggal-Nya saja manusia memperoleh pengampunan dan keselamatan dari Allah. Tetapi, orang-orang Yahudi menolak konsep seperti itu. Bagi bangsa Yahudi, Musa menduduki tempat yang sangat tinggi. Musa adalah orang yang diajak bercakap-cakap dengan Allah berhadapan muka sama seperti seseorang yang bercakap-cakap dengan teman akrabnya. Musa adalah penerima langsung Sepuluh Perintah. Untuk alasan itulah, penulis Ibrani berniat menyatakan kebenaran ini kepada orang-orang Yahudi bahwa status Yesus di hadapan Allah jauh lebih tinggi daripada Musa yang diagungkan oleh mereka.

Penulis Surat Ibrani mengajak para pembacanya fokus pada pribadi Yesus. Setidaknya ada dua hal tampak jelas dari figur Yesus, yaitu: Pertama, Yesus adalah Duta Besar Tertinggi dari Allah. Kedua, Yesus adalah Imam Besar Agung yang sempurna. Status imam merupakan perantara antara manusia dan Allah. Ia harus mengenal baik manusia maupun Allah. Ia harus dapat berbicara kepada manusia dan kepada Allah. Singkatnya, Musa hanyalah abdi Allah, sedangkan Yesus adalah Allah itu sendiri. Di sinilah letak kerahasiaan dan keunggulan Yesus atas Musa yang tidak diketahui oleh bangsa Yahudi.

Hal terbesar yang ada dalam dunia tidak terletak pada manusia dengan segala kekuasaan, harta, pangkat, jabatannya, dan sebagainya. Kemegahan dan keagungan manusia terletak pada penundukan dirinya di hadapan Allah. Ketertundukan ini mencakup segala sesuatu yang dimilikinya, termasuk hidupnya sendiri, diserahkan untuk pekerjaan yang membuat nama Allah dimuliakan di muka bumi ini. Karena itu, jadikanlah Allah sebagai sandaran hidup. [AY]

Kabar Baik 5 Agustus 2017



Shalom.
 
Jika ingin terbang tinggi bersama rajawali, jangan lari bersama kalkun. »pepatah kuno«
Amsal 13:20  Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. 

Pergaulan menentukan masa depan, bila kita bergaul dengan orang bijak kita akan menjadi bijak, kebijakan itulah yang menentukan masa depan kita.

1 Raja-raja 11:2  padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.  

Salomo yang begitu berhikmat, pandai dan penuh dengan pengalaman manis dengan Allah, masih bisa jatuh karena pergaulan dengan para istrinya.

Jangan merasa kuat dan hebat, jangan sampai kita terjerat oleh orang yang mengaku sahabat, berhati hati lah dalam pergaulan.

Pergaulan Nuh dengan Allah, membuat Nuh menerima kepercayaan dari Allah, untuk mendengarkan RencanaNya.

Kejadian 6:9  Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Pergaulan Henokh dengan Allah, membuat dia memperoleh hak istimewa, yaitu tanpa kematian, bisa mencapai Surga.

Kejadian 5:24  Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Tuhan Yesus memberkati.
____

Rabu, 02 Agustus 2017

Pendalaman Alkitab : Hidup Harus Punya Tujuan



Ibrani 2:5-9

Hidup Harus Punya Tujuan

2:5 Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini. 2:6 Ada orang s  yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? t  2:7 Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat, 2:8 segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya. u " Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan 1  kepada-Nya. 2:9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, v  dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, w  supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia 2 . x
===========================================================

Banyak orang saat ditanya tentang orientasi hidupnya, dengan bangganya ia menjawab, "kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga." Namun, apakah semudah itu apabila kita tidak pernah serius mencari tujuan sejati dalam hidup ini.

Berawal dari kutipan Mazmur 8:4-6, di mana mazmur ini berisi nyanyian kemuliaan bagi manusia yang diciptakan hampir mirip Allah, dan yang telah diberi oleh Allah kuasa atas segala yang ada di bumi ini, selanjutnya penulis Surat Ibrani mengatakan bahwa keadaan yang kita hadapi saat ini berbeda sekali. Manusia diharapkan Allah menguasai, dalam pengertian memelihara dan menjaga alam, namun kenyataannya tidaklah demikian.

Sejak kejatuhan dalam dosa, manusia adalah mahkluk yang rentan terhadap stres karena keadaan, ditaklukkan oleh berbagai godaan, dan dibelenggu oleh kelemahan sendiri. Manusia yang semestinya bebas, malahan terikat; yang semestinya menjadi raja, malah menjadi budak belian. Manusia tidak menjadi seperti yang Allah inginkan dan harapkan.

Dalam keadaan inilah Kristus datang. Dia bersedia menderita dan mati demi manusia berdosa. Kematian Kristus memberi jalan bagi manusia untuk kembali pada potret dan rancangan Allah semula. Dia mati supaya manusia lepas dari hukuman kekal dan maut tidak berkuasa lagi atas kita. Kematian-Nya meredakan murka Allah dan saat yang sama mengadakan rekonsiliasi antara Allah dan manusia.

Betapa pentingnya sebuah kesadaran tentang tujuan dan arti hidup yang sejati. Setiap orang yang telah mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, hendaknya mengarahkan hati dan pikirannya kepada tujuan awal Allah menciptakan manusia, yaitu: Pertama, menjadi mitra Allah dalam dunia ini dengan cara mengelola, merawat, dan memberdayakan alam. Kedua, bersekutu dengan Penciptanya dan hidup menurut aturan serta ketetapan-Nya. Hanya dengan cara inilah hidup kita bermakna, baik bagi diri sendiri maupun sesama. Hal inilah yang menyukakan hati Allah. [AY]

Kabar Baik 2 Agustus 2017



Shalom.

Lindungilah pikiran dengan helm keselamatan dengan Firman Tuhan setiap hari, niscaya hikmat dan akal budi akan bertambah, karena sumber ilmu pengetahuan berasal dari Firman Tuhan. »IHT«

Efesus 6:17  
"dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,"

Siapakah orang berhikmat, dimanakah kita mendapatkannya? Dibawah kolong langit ini tidak ada satupun manusia yang hebat, tanpa hikmat Allah kita terlalu mudah berbuat salah.

Salah selangkah saja kita bisa menuai kegagalan dan kehancuran apalagi bila kita sudah keliru ribuan langkah, apakah kita mau terus berjalan dalam kekeliruan?

Manusia bijak adalah orang yang tahu sudah berbuat salah lalu mau memperbaikinya.

Pengkhotbah 9:18  Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.

Amen. GBU.

Selasa, 01 Agustus 2017

Kabar Baik 1 Agustus 2017



Shalom.

Ancaman dan tekanan adalah vitamin bagi seorang pemimpin. »ps Gilbert Lumoindong«

Mazmur 73:21-22  Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. 

Ancaman dan tekanan memang terasa pahit, semakin kita mencari tahu penyebabnya, semakin kita tidak mengerti, padahal melalui penderitaan kita sedang ditempa agar menjadi lebih kuat.

Mazmur 73:24  Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. 

Seenak apapun yang namanya nasihat itu memekakkan telinga dan menggetarkan kalbu, bila kita tidak bisa bersyukur lalu menerimanya dengan tulus hati, maka kita tidak akan pernah naik tingkat.

Kemuliaan Tuhan hanya diberikan kepada orang yang taat, setia serta dewasa kerohaniannya, jadilah kuat didalam Tuhan........!

Tuhan Yesus memberkati.

8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

 8 NASIHAT UNTUK PARA SUAMI “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya...